Aksi di Depan MK, Massa Tolak Narasi Pelemahan TNI dan Polri

Menurutnya, saat ini sedang marak upaya melemahkan TNI melalui berbagai narasi dan beragam cara.

oleh Tim NewsDiterbitkan 22 April 2026, 17:40 WIB
Ilustrasi Mahkamah Konstitusi (MK) (Liputan6/Putu Merta)

Liputan6.com, Jakarta - Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menyerukan agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) beserta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diselamatkan dan dilindungi dari "rongrongan" perusak negara.

Presidium BRCT Ihsanudin Idi menyampaikan TNI, termasuk Polri, merupakan garda utama dan terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

"Kami menolak segala bentuk upaya yang secara sistematis ingin melemahkan TNI maupun Polri karena hal itu berdampak langsung pada stabilitas nasional," ujar Ihsanudin seperti dilansir Antara, Rabu (22/4).

Menurutnya, saat ini sedang marak upaya melemahkan TNI melalui berbagai narasi dan beragam cara. Maka dari itu, BRCT menggelar aksi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu, guna menyuarakan dukungan terhadap institusi TNI dan penolakan terhadap berbagai upaya pelemahan lembaga negara.

Ihsanudin pun memberikan perhatian terhadap peran MK dalam menjaga konstitusi, dengan mengingatkan agar MK tetap konsisten dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Kami mendorong MK untuk tetap berpegang pada konstitusi dan tidak membuka ruang tafsir hukum yang merugikan kepentingan bangsa," ujarnya.

Dia berpendapat keseimbangan antara supremasi hukum dan stabilitas negara harus dijaga, sehingga jangan sampai putusan hukum justru menjadi pintu masuk melemahnya aparat negara.

 

Pesan Kapolri

Barisan Rakyat Cinta TNI (BRCT) menggelar aksi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (22/4/2026) (Istimewa)

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan personel Korps Brigade Mobil (Korbrimob) untuk menjaga soliditas dengan sesama rekan maupun dengan mitra, seperti TNI.

"Bangun komunikasi yang baik sehingga kemudian di lapangan kita bisa menghadapi masalah-masalah yang ada dengan baik bersama-sama karena ke depan dinamika yang ada tentunya terus akan terjadi," katanya dalam amanatnya pada Apel Rapat Kerja Teknis Korbrimob Polri di Mako Brimob Polri, Depok, Selasa (21/4).

Pesan tersebut dia sampaikan berkaitan dengan situasi geopolitik global yang saat ini sedang meningkat dan berpotensi menimbulkan gangguan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menurutnya, ketahanan atau resiliensi suatu negara ditentukan dari bagaimana kepolisian dapat menghadapi setiap tantangan dan ancaman yang ada dengan cermat dan baik.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya