Skuad Chelsea Dianggap Tidak Layak Main di Klub Sebesar The Blues

Bertandang ke markas Brighton pada pekan ke-34, Chelsea takluk dengan skor telak 0-3 di Amex Stadium, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 22 April 2026, 16:39 WIB
Para penggemar Chelsea menyampaikan perasaan mereka kepada para pemain setelah pertandingan Liga Inggris antara Brighton and Hove Albion dan Chelsea di American Express Community Stadium di Brighton, Inggris selatan pada 22 April 2026. Brighton memenangkan pertandingan dengan skor 3-0. (Glyn KIRK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Chelsea kembali harus menelan pil pahit dalam lanjutan Liga Inggris musim 2025/2026. Bertandang ke markas Brighton pada pekan ke-34, The Blues takluk dengan skor telak 0-3 di Amex Stadium, Rabu (22/4/2026) dini hari WIB.

Tim tuan rumah langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Gol cepat Ferdi Kadioglu pada menit ketiga sukses mengguncang mental skuad Chelsea. Setelah itu, Brighton tampil semakin percaya diri dan mampu mengontrol jalannya laga.

Di babak kedua, dominasi Brighton berlanjut. Jack Hinshelwood dan Danny Welbeck masing-masing mencatatkan nama di papan skor, memastikan kemenangan meyakinkan bagi tuan rumah sekaligus memperdalam luka Chelsea.

Hasil ini memperpanjang periode negatif Chelsea di Premier League. Mereka kini tercatat tanpa kemenangan sekaligus tanpa mencetak gol dalam lima pertandingan terakhir, sebuah rekor buruk yang terakhir kali terjadi lebih dari satu abad lalu, tepatnya sejak 1912.

Situasi tersebut berdampak langsung pada posisi Chelsea di klasemen. Mereka turun ke peringkat ketujuh dengan koleksi 48 poin dari 34 laga. Peluang untuk mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan pun semakin menipis.

Sementara itu, Brighton justru merangkak naik ke posisi keenam dengan 50 poin, memperbesar tekanan bagi tim asal London tersebut di sisa musim.


Kritik Tajam untuk Performa Chelsea

Ekspresi Liam Rosenior usai Chelsea ditaklukkan Manchester United di pekan ke-33 Liga Inggris 2025/2026 di Stamford Bridge, Minggu (19/04/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)
Jack Hinshelwood melepaskan tembakan yang kemudian melahirkan gol kedua Brighton atas Chelsea, Rabu (22/4/2026) (Gareth Fuller/PA via AP)

Penampilan Chelsea yang jauh dari kata memuaskan memicu kritik dari berbagai pihak. Mantan gelandang The Blues yang kini menjadi analis, Steve Sidwell, menjadi salah satu yang paling vokal menyoroti performa tim.

Ia menilai apa yang ditunjukkan para pemain di lapangan tidak mencerminkan karakter klub sebesar Chelsea. Menurut Sidwell, performa tersebut jelas tidak bisa diterima oleh para pendukung setia.

“Para penggemar Chelsea tidak akan menerima penampilan seperti itu. Dalam situasi sulit, satu-satunya cara untuk bangkit adalah dengan kerja keras dan memberikan segalanya di lapangan,” ujar Sidwell.


Etos Kerja Chelsea

Georgino Rutter melepaskan tekel ke arah Pedro Neto di laga Brighton vs Chelsea, Rabu (22/4/2026) (Gareth Fuller/PA via AP)

Lebih lanjut, ia juga menyoroti minimnya etos kerja para pemain selama pertandingan. Sidwell menegaskan bahwa teori taktik dan analisis tidak akan berarti tanpa implementasi nyata di lapangan.

Meski mengakui adanya badai cedera yang melanda skuad, ia tetap menuntut para pemain pengganti untuk tampil maksimal. Menurutnya, tidak ada alasan bagi pemain untuk tidak menunjukkan komitmen penuh saat dipercaya turun.

“Bicara soal taktik dan analisis tidak cukup. Pemain harus benar-benar melakukan pekerjaan mereka di lapangan. Mereka memang kehilangan beberapa pemain kunci, tapi itu bukan alasan. Pemain yang masuk harus mampu meningkatkan performa, dan itu tidak terlihat dalam pertandingan ini,” tegasnya.


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya