Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa resmi mencopot dua pejabat eselon I, yaitu Febrio Nathan Kacaribu dari posisi Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari posisi Dirjen Anggaran. Keputusan ini mulai aktif sejak Selasa (21/4/2026), di mana Purbaya telah menunjuk Pelaksana Harian (Plh) untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut agar operasional tetap berjalan.
"Ada kemarin (perombakan pejabat). Sudah di kasih Plh sekarang. Sudah, dari kemarin sore udah aktif. Soalnya ditandatangan kemarin siang," ungkap Purbaya, ditemui wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Advertisement
Hingga saat ini, Menkeu belum mengungkapkan penempatan baru bagi Febrio dan Luky dan meminta mereka untuk beristirahat terlebih dahulu. Selain dua posisi tersebut, jabatan Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan juga masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) setelah ditinggalkan oleh Masyita Crystallin yang kini bergabung ke PT Danantara Investment Management.
Rencananya, nama-nama pejabat definitif yang akan mengisi posisi strategis di Kementerian Keuangan tersebut baru akan diusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2026 mendatang. Perombakan ini dilakukan di tengah dinamika restrukturisasi organisasi untuk memperkuat kinerja kementerian dalam mengelola fiskal dan anggaran negara.
Berikut ini profil dua dirjen Kemenkeu yang dicopot oleh Menteri Purbaya:
Profil Febrio Nathan Kacaribu
Febrio Nathan Kacaribu lahir di Sidikalang, Sumatra Utara, pada 27 Februari 1978. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan lulus pada 2002. Kemudian, ia melanjutkan studi ke Australian National University dan meraih gelar Master of International & Development Economics pada 2005.
Karier akademiknya berlanjut hingga meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari University of Kansas pada 2014.
Sebelum bergabung dalam jajaran pimpinan Kementerian Keuangan, Febrio dikenal sebagai akademisi dan peneliti. Ia menjabat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan di LPEM sejak 2015.
Pada 3 April 2020, ia dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), posisi strategis yang berperan dalam perumusan kebijakan fiskal nasional.
Dengan latar belakang kuat di bidang ekonomi, Febrio memiliki keahlian dalam ekonomi makro, ekonomi keuangan, ekonomi moneter, pemodelan ekonomi, proyeksi bisnis, serta analisis kebijakan publik.
Pada 23 Mei 2025, Febrio resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, memperkuat perannya dalam merancang arah kebijakan ekonomi nasional.
Profil Luky Alfirman
Luky Alfirman lahir di Bandung pada 27 Maret 1970. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994.
Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Arts (MA) in Economics pada 2000 serta gelar Ph.D in Economics pada 2004 dari universitas yang sama.
Luky memulai kariernya di Kementerian Keuangan pada 1 Maret 1995 sebagai pegawai di Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Setelah menyelesaikan studi di AS, ia menempati berbagai posisi strategis di DJP, mulai dari Kepala Subbagian Kelembagaan dan Pelaporan hingga Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan.
Ia juga terlibat dalam program reformasi dan modernisasi administrasi perpajakan, serta pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebayoran Lama.
Kariernya berlanjut di Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 2011 sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kebijakan APBN, kemudian menjadi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.
Pada 2015, ia dipercaya sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, yang juga dikenal sebagai Chief of Staff Menteri Keuangan.
Luky kemudian dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara pada 2017, sebelum menjabat Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada tahun yang sama.
Pada 1 November 2022, ia dipercaya menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
Puncaknya, pada 23 Mei 2025, Luky Alfirman dilantik sebagai Direktur Jenderal Anggaran, dengan peran penting dalam pengelolaan dan perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).