Dua Pelajar SMP di Cianjur Babak Belur Dikeroyok, 11 Orang Diperiksa Polisi

Dua Pelajar SMP di Cianjur Dikeroyok hingga Luka di Wajah, 11 Orang Diperiksa Polisi

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 22 April 2026, 14:03 WIB
Ilustrasi Pengeroyokan di Situbondo (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur tengah mendalami kasus pengeroyokan pelajar. Sebanyak 11 orang pelajar dipanggil dan diperiksa sebagai saksi untuk mengungkap motif di balik aksi pengeroyokan.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Amelia Putra, menjelaskan, Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan resmi dari orang tua korban.

"Dalam laporan yang kami terima, korban diketahui berinisial MRM (15) dan MAS (15) yang merupakan pelajar kelas 9 SMP. Sementara terlapor berinisial RR (15), juga berstatus pelajar SMP, saat ini masih dalam proses pemeriksaan sebagai saksi," ungkap AKP Fajri, Rabu (22/4/2026).

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Senin, 31 Maret 2026 sekitar pukul 13.30 WIB di sebuah kompleks perumahan kosong di Kecamatan Cianjur. Korban yang awalnya berniat menjemput saudara justru diadang dan dipukuli.

Berdasarkan hasil visum sementara, kedua korban mengalami luka cukup serius di bagian wajah dan kepala. AKP Fajri menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas perkara tersebut.

"Kami pastikan penanganan kasus penganiayaan terhadap kedua korban segera dituntaskan. Saat ini tim masih melakukan pengembangan guna mengungkap motif para pelaku secara jelas," tegasnya.

 

Pendampingan Khusus

Mengingat pihak yang terlibat dalam kasus ini masih di bawah umur, polisi bekerja sama dengan instansi terkait untuk memberikan pendampingan selama proses hukum berlangsung sesuai prosedur peradilan anak.

"Selama proses penanganan kasus dilakukan, kami mendapat pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Dinas Sosial Cianjur. Hal ini penting karena keterlibatan saksi dan pelaku yang masih berstatus pelajar," tambah Fajri.

Pihak kepolisian sangat menyayangkan peristiwa ini, terutama karena dilaporkan sempat disaksikan oleh sejumlah siswa sekolah dasar di lokasi kejadian.

Saat ini, kepolisian masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan tambahan untuk melengkapi berkas perkara.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya