Honda Berhenti Jualan Mobil Listrik di Eropa, Enggak Laku?

Honda dikabarkan akan menghentikan penjualan satu-satunya mobil listrik murni yang dipasarkan di Eropa, yaitu e:Ny1.

oleh Arief AszhariDiterbitkan 23 April 2026, 12:08 WIB
Honda Berhenti Jualan Mobil Listrik di Eropa, Sudah Tak Laku? (Carsoops)

Liputan6.com, Jakarta - Honda dikabarkan akan menghentikan penjualan satu-satunya mobil listrik murni yang dipasarkan di Eropa, yaitu e:Ny1. Langkah tersebut, menjadi bagian dari perubahan strategi elektrifikasi pabrikan asal Jepang ini, di tengah dinamika pasar kendaraan listrik dunia.

Disitat dari Carsoops, Honda berencana menarik e:Ny1 dari sebagian besar pasar Benua Biru, hanya dalam tiga tahun sejak pertama kali model bertenaga baterai ini diluncurkan.

Keputusan tersebut, terbilang cukup cepat, karena Honda e:Ny1 baru hadir di pasaran pada pertengahan 2023.

Honda e:Ny1 adalah SUV listrik hasil kolaborasi dengan Dongfeng di China. Secara desain dan posisi, e:Ny1 merupakan versi listrik dari HR-V untuk pasar Eropa.

Model ini juga memiliki keterkaitan dengan varian yang dipasarkan di China dengan nama e:NS1 dan e:NP1 sejak 2022.

Dalam perkembangannya, e:Ny1 dilaporkan sudah tidak lagi tersedia di sejumlah pasar besar seperti Jerman, Italia, dan Spanyol.

Namun, unit yang tersisa masih akan difokuskan untuk negara dengan permintaan lebih tinggi, seperti Inggris dan kawasan Nordik.

Namun, Honda sendiri tidak sepenuhnya meninggalkan kendaraan listrik di Eropa.

Pabrikan berlambang 'H' ini telah menyiapkan model baru sebuah hatchback listrik bernama Super-N, yang dijadwalkan meluncur pada Juli mendatang.

Perombakan Strategi Elektrifikasi Honda

Keputusan menghentikan e:Ny1 juga menjadi bagian dari perombakan strategi global Honda di sektor elektrifikasi.

Sebelumnya, perusahaan juga telah membatalkan sejumlah proyek mobil listrik, termasuk model yang dikembangkan bersama Sony yaitu Afeela, sebagai respons terhadap perubahan kondisi pasar dan bisnis.

Perubahan arah ini menegaskan bahwa Honda kini lebih berhati-hati dalam mengembangkan lini kendaraan listriknya.

Di tengah persaingan yang semakin ketat dan permintaan pasar yang fluktuatif, produsen otomotif global memang dituntut untuk lebih adaptif dalam menentukan strategi elektrifikasi ke depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya