Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini terkait Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli (MTZ) menegaskan pergantian Ketua DPRD dari Khoirudin kepada Suhud Alynudin bukan karena konflik internal. Keputusan tersebut disebut murni hasil pertimbangan matang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.
MTZ menyebut keputusan tersebut murni bagian dari konsolidasi partai. Menurut MTZ, pergantian kepemimpinan di tubuh PKS merupakan hal biasa.
Advertisement
MTZ menyampaikan, pergantian ini merupakan bagian dari rangkaian restrukturisasi yang dilakukan oleh PKS, mulai dari tingkat pusat hingga daerah, sebagai upaya memperkuat soliditas internal partai.
Sementara itu, Penasihat Presiden Prabowo Subianto Bidang Pertahanan, Dudung Abdurachman, menegaskan pesawat militer asing tidak boleh melintas di wilayah udara Indonesia tanpa izin. Dia menekankan hal tersebut sudah tertuang dalam hukum internasional.
Dia mengaku akan membahas soal hal tersebut dengan Presiden Prabowo. Namun, Dudung meyakini Prabowo memahami isu mengenai izin lintas wilayah udara Indonesia.
Di sisi lain, Dudung menuturkan perjanjian Major Defence Cooperation Partnership antara Indonesia-Amerika Serikat (AS) yang merupakan kerangka kerja sama pertahanan sudah berlangsung lama.
Berita terpopuler lainnya di kanal News Liputan6.com adalah terkait Pemprov DKI Jakarta membuka opsi pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai guna.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut inovasi tersebut mengacu pada Brasil, yang mengolah ikan sapu-sapu menjadi berbagai bahan, termasuk arang.
Menurut dia, temuan tersebut menjadi alternatif solusi dalam menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta yang selama ini menimbulkan persoalan lingkungan.
Berikut deretan berita terpopuler di kanal News Liputan6.com sepanjang Selasa 21 April 2026:
1. Khoirudin Dicopot dari Ketua DPRD DKI Jakarta, PKS Tegaskan Murni Konsolidasi Internal
Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli (MTZ) menegaskan pergantian Ketua DPRD dari Khoirudin kepada Suhud Alynudin bukan karena konflik internal. Keputusan tersebut disebut murni hasil pertimbangan matang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS.
"Tentu saja sudah dipertimbangkan secara matang ya oleh para pimpinan di DPP. Kalau kita kan di DPW ya, kita sih kalau di PKS kita prinsipnya sami’na wa atha’na gitu. Jadi kalau misalnya emang ada perubahan, ya kita dengar, kita taat gitu," kata MTZ kepada Liputan6.com, Selasa 21 April 2026.
Dia menyebut keputusan tersebut murni bagian dari konsolidasi partai. Menurut MTZ, pergantian kepemimpinan di tubuh PKS merupakan hal biasa.
"Tidak ada (konflik internal), jadi ini semata-mata memang untuk konsolidasi aja. Karena kan kita memperbarui gitu ya untuk kebaikan dari masyarakat juga," ucap MTZ.
2. Dudung Abdurachman Tegaskan Pesawat Militer Asing Dilarang Melintas Tanpa Izin di Wilayah RI
Penasihat Presiden Prabowo Subianto Bidang Pertahanan, Dudung Abdurachman, menegaskan pesawat militer asing tidak boleh melintas di wilayah udara Indonesia tanpa izin. Dia menekankan hal tersebut sudah tertuang dalam hukum internasional.
"Oh ya itu sudah hukum internasional ya tidak bolehlah ya," kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 21 April 2026.
Dia mengaku akan membahas soal hal tersebut dengan Presiden Prabowo. Namun, Dudung meyakini Prabowo memahami isu mengenai izin lintas wilayah udara Indonesia.
"Ya beliau saya rasa lebih paham tentang itu, nanti saya akan berbicara sama beliau tentang itu," ujarnya.
3. Belajar Cara Brasil, Rano Karno Ingin Ikan Sapu-Sapu Diolah Jadi Arang
Pemprov DKI Jakarta membuka opsi pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk bernilai guna. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut inovasi tersebut mengacu pada Brasil, yang mengolah ikan sapu-sapu menjadi berbagai bahan, termasuk arang.
"Ada usulan sementara, ini pernah dilakukan oleh Brasil. Bahwa ternyata ikan sapu-sapu ini di Brasil juga menjadi permasalahan, tapi ternyata dia bisa menjadi komponen lain. Itu bahkan bisa menjadi arang. Nah, itu kemarin saya kirim kepada dinas LH. ‘Coba kita bikin seperti ini’," kata Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa 21 April 2026.
Menurut dia, temuan tersebut menjadi alternatif solusi dalam menangani ledakan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta yang selama ini menimbulkan persoalan lingkungan.
Di sisi lain, Rano mengakui penanganan awal ikan sapu-sapu yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta masih memiliki kekurangan, termasuk dalam proses pemusnahan ikan yang dinilai belum optimal hingga dikritik Majelis Ulama Indonesia (MUI).