Liputan6.com, Jakarta - Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit yang signifikan pada kuartal I 2026, menjadi penopang utama kinerja perseroan di tengah tekanan global dan volatilitas pasar keuangan. Hingga Maret 2026, total penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp 1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen secara tahunan (YoY).
Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan industri yang sebesar 9,37 persen berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan per Februari 2026.
Advertisement
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menyampaikan, capaian tersebut didorong oleh strategi sinergi yang berfokus pada pembiayaan sektor produktif, termasuk UMKM dan ekonomi kreatif.
"Bank Mandiri mengedepankan semangat Sinergi Majukan Negeri melalui penguatan sinergi UMKM dan ekonomi kreatif, serta sinergi ekosistem digital. Kinerja yang kami hasilkan bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis semata, tetapi merupakan hasil nyata dari fokus sinergi yang melibatkan berbagai unsur perekonomian nasional, sejalan dengan komitmen kami untuk terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Riduan.
Dari sisi kualitas, pertumbuhan kredit tersebut diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross tercatat di level 0,98 persen, jauh di bawah rata-rata industri sebesar 2,17 persen. Selain itu, tingkat pencadangan juga terjaga kuat dengan NPL coverage ratio mencapai 245 persen.
Penyaluran kredit Bank Mandiri juga diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Hingga kuartal I 2026, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 11 triliun yang menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif. Perseroan juga menyalurkan pembiayaan untuk Program 3 Juta Rumah (FLPP) sebanyak sekitar 2.300 unit hunian, serta mendukung penguatan ekonomi desa melalui sekitar 80 ribu koperasi Merah Putih.
"Bank Mandiri secara aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program nasional berjalan efektif dan memberikan dampak langsung kepada sektor riil serta masyarakat luas,” ujar Riduan.
Ekspansi Kredit
Selain itu, ekspansi kredit juga diperkuat melalui pengembangan ekosistem digital yang memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku UMKM di berbagai daerah, termasuk kawasan non-urban.
Di sisi pembiayaan berkelanjutan, Bank Mandiri mencatat portofolio sebesar Rp 320 triliun hingga Maret 2026, yang terdiri dari pembiayaan hijau Rp 167 triliun dan pembiayaan sosial Rp 153 triliun. Hal ini menegaskan komitmen perseroan dalam mendorong penyaluran kredit yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.
Dengan pertumbuhan yang solid dan kualitas aset yang terjaga, Bank Mandiri optimistis ekspansi kredit akan terus berlanjut sebagai motor penggerak pertumbuhan bisnis dan ekonomi nasional.
“Dengan kinerja dan fundamental yang solid tersebut, kami optimis kedepannya Bank Mandiri akan dapat menghasilkan kontribusi positif dan signifikan, dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkas Riduan.