Liputan6.com, Jakarta - Semangat gotong royong terlihat di Kampung Cipiit, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).
Personel gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta warga kini bahu-membahu membangun jembatan darurat di atas Sungai Citalahap guna memulihkan akses bagi para pelajar yang terputus sejak pekan lalu.
Advertisement
Langkah cepat ini diambil setelah jembatan permanen di wilayah tersebut luluh lantak diterjang banjir bandang pada Selasa 14 April 2026 lalu.
Selama satu pekan terakhir, mobilitas warga terutama anak-anak sekolah terganggu hingga harus menyeberangi sungai dengan bantuan pengamanan ekstra dari petugas.
Plt Kapolsek Nyalindung, Iptu M. Yanuar Fajar menjelaskan, pembangunan jembatan darurat ini merupakan prioritas utama agar aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat tidak lumpuh total.
"Kami bersama TNI, unsur Pemda, dan dibantu swadaya masyarakat sedang mengerjakan jembatan darurat. Estimasi pengerjaan diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan," ujar Iptu M. Yanuar Fajar, Selasa (21/4/2926).
Pentingnya Kehadiran Petugas
Hingga konstruksi jembatan sementara ini rampung, aparat dari Polsek Nyalindung dan Koramil setempat terus disiagakan di titik penyeberangan. Kehadiran petugas sangat krusial untuk membantu para siswa menyeberangi aliran sungai yang debit airnya kerap berubah secara tiba-tiba.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, yang memantau langsung di lapangan, mengapresiasi kekompakan semua unsur dalam menangani dampak bencana ini.
Ia memastikan proses pengerjaan dilakukan dengan arahan teknis agar jembatan tersebut aman dilalui.
"Hari ini seluruh unsur hadir bahu-membahu bersama masyarakat menyiapkan material seperti bambu dan kayu. Tujuannya agar kegiatan ekonomi dan pendidikan pelajar tidak terganggu terlalu lama," jelas dia.
Warga setempat sangat mengapresiasi gerak cepat aparat di lapangan. Meski jembatan yang dibangun bersifat darurat, hal ini menjadi angin segar bagi para orang tua yang selama ini khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka saat berangkat menuju sekolah.