Cerita Husnul Jadi Jemaah Haji Termuda Karena Dampingi Sang Ibu

Masih 19 Tahun, JCH Termuda Kloter 1 Embarkasi Makassar Berseri Dampingi Ibunda ke Tanah Suci

oleh FauzanDiterbitkan 21 April 2026, 18:03 WIB
Masih 19 Tahun, JCH Termuda Kloter 1 Embarkasi Makassar Berseri Dampingi Ibunda ke Tanah Suci

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 387 jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Makassar mulai masuk ke Asrama Haji Sudiang pada Selasa (21/4/2026). Di antara ratusan jemaah tersebut, sosok termuda, Husnul Khulqy Akhwan (19), mencuri perhatian dengan raut wajah penuh kebahagiaan.

Mahasiswi Universitas Muslim Indonesia (UMI) itu mengaku tak menyangka bisa menunaikan ibadah haji di usia muda. Ia baru mendaftar pada 2021, atau sekitar lima tahun lalu, namun mendapat kesempatan berangkat lebih cepat tahun ini.

"Terharu dan bahagia karena menjadi jemaah haji termuda pada tahun ini," ujarnya di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.

Kesempatan itu diperoleh berkat kebijakan penggabungan mahram. Husnul berangkat sebagai pendamping ibundanya yang lebih dahulu mendaftar haji sejak 2010.

"Mama daftar haji tahun 2010, sementara saya 2021. Karena ada penggabungan mahram, jadi bisa berangkat bersama tahun ini," tuturnya.

Demi menunaikan rukun Islam kelima, Husnul pun rela meninggalkan aktivitas perkuliahannya untuk sementara.

Ia mengambil cuti lebih dari 40 hari agar dapat fokus menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

"Sekitar 42 hari saya cuti kuliah," katanya.

 

Siap Berangkat dan Perbanyak Doa

Jemaah haji melakukan thawaf di Kakbah, Makkah. Darmawan/MCH

Meski masih berusia muda, ia mengaku telah menyiapkan berbagai doa yang akan dipanjatkan selama berada di Tanah Suci, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun orang-orang terdekat.

"Banyak doa, untuk keluarga, teman-teman, dan juga untuk diri saya sendiri," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menjelaskan kloter pertama Embarkasi Makassar berjumlah 387 jemaah. Rinciannya, 386 jemaah berasal dari Kabupaten Soppeng dan satu jemaah dari Kota Makassar.

"Kami menerima dan melepas jemaah kloter satu dari Kabupaten Soppeng. Insya Allah diberangkatkan pukul 03.20 WITA," kata Ikbal.

Ia menambahkan, penyelenggaraan haji tahun ini menghadirkan sejumlah perubahan. Salah satunya, kartu nusuk kini dibagikan kepada jemaah sejak di asrama haji, berbeda dari tahun sebelumnya yang baru diterima setibanya di Makkah.

Selain itu, proses pemeriksaan imigrasi Arab Saudi kini dilakukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, tidak lagi di Jeddah atau Madinah.

"Jadi saat tiba di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi melalui pemeriksaan imigrasi seperti sebelumnya," jelasnya.

 

Berharap Peningkatan Kuota

Di sisi lain, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menyampaikan kebanggaannya karena daerahnya mendapat kesempatan masuk kloter pertama tahun ini. Ia juga mengungkapkan adanya peningkatan kuota haji untuk Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, peningkatan kuota tersebut berdampak pada berkurangnya masa tunggu keberangkatan. Saat ini, daftar tunggu haji di Soppeng tersisa sekitar 15 tahun, lebih singkat dibanding rata-rata waktu tunggu di Sulawesi Selatan yang mencapai 26 tahun.

"Ini pertama kalinya jemaah haji Soppeng masuk kloter satu. Soppeng juga termasuk empat daerah dengan jumlah JCH terbanyak tahun ini bersama Bone, Wajo, dan Gowa," katanya.

Infografis Perbedaan Rukun dan Wajib Haji dengan Rukun Umrah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya