Liputan6.com, Jakarta - PT Toyota Motor manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam waktu dekat akan produksi baterai kendaraan listrik secara lokal. Dengan menggandeng Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL), jenama asal Jepang ini menggelontorkan dana Rp 1,3 triliun untuk bisa memperkuat rantai pasok baterai dari hulu hingga hilir ini.
Dijelaskan Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto, langkah memproduksi baterai untuk mobil hybrid secara lokal ini tidak hanya akan digunakan untuk pasar dalam negeri, tapi juga akan dilakukan ekspor.
Advertisement
"Jadi, sebenarnya kan pertama untuk mobil kita (Toyota), itu kan ada yang dipakai untuk lokal dan dipakai untuk ekspor secara CBU," jelas Nandi, saat ditemui di bilangan PIK 2, Jakarta Utara, belum lama ini.
Selain itu, tidak hanya baterai yang telah terpasang pada kendaraan HEV, tetapi juga baterai dalam bentuk komponen yang turut diekspor sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi dunia.
Melalui usaha tersebut, Toyota terus berkomitmen untuk menjadi mitra aktif dalam pembangunan serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan menghadirkan solusi mobilitas yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, menurut Bob Azam, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN, Proses ini secara bertahap memperkuat rantai pasok yang telah ada, dengan mengembangkan kapabilitas manufaktur kendaraan konvensional menjadi mampu memproduksi kendaraan elektrifikasi secara menyeluruh, khususnya untuk model hybrid.
"Selain mempertahankan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN juga meningkatkan secara progresif dan bahkan berpotensi menarik mitra rantai pasok baru untuk mendukung transformasi industri," tambah Bob.
Pada proses pengembangannya, pendalaman lokalisasi baterai HEV yang digunakan di Indonesia dan kawasan sekitar, menjadi langkah penting bagi industri otomotif Indonesia untuk mengadopsi solusi elektrifikasi secara luas sekaligus membangun ekosistem lokal yang kuat.
Rantai Pasok Otomotif
Langkah ini tidak hanya mempercepat pencapaian target Nationally Determine Contribution (NDC) dan target Net Zero Emission (NZE) 2060, tetapi juga membantu meningkatkan neraca perdagangan melalui ekspor dan pengurangan ketergantungan pada impor minyak.
Ekosistem kendaraan elektrifikasi yang terintegrasi akan memperkuat rantai pasok otomotif nasional, khususnya baterai yang menjadi salah satu komponen paling krusial dan bernilai tinggi yang berperan dalam memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem industri elektrifikasi.
Kolaborasi dan investasi ini tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor manufaktur melalui pendalaman lokalisasi baterai HEV, tetapi juga membangun industri lokal menjadi produsen komponen bernilai tambah lebih tinggi.