Dipuji IMF, Ekonomi Indonesia Jadi Titik Cerah di Tengah Ketidakpastian Global

IMF memuji Indonesia sebagai bright spot ekonomi global berkat fundamental kuat dan kebijakan fiskal yang solid.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 20 April 2026, 21:30 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan IMF, Bank Dunia, lembaga pemeringkat internasional, serta 18 lembaga investasi global di Washington, DC, Amerika Serikat. (Foto: Bakom RI)

Liputan6.com, Jakarta - Dana Moneter Internasional menilai Indonesia sebagai salah satu “bright spot” atau titik cerah dalam perekonomian global. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa usai bertemu dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva.

“IMF memuji Indonesia sebagai salah satu bright spot dalam perekonomian global karena fundamental ekonominya yang kuat,” kata Purbaya dikutip dari Antara, Senin (20/4/2026).

Menurut dia, penilaian positif tersebut didukung kondisi fiskal Indonesia yang tetap solid serta adanya bantalan anggaran yang memadai di tengah ketidakpastian global.

IMF juga mengapresiasi berbagai kebijakan yang dinilai kredibel dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pujian ini menjadi sinyal positif bagi Indonesia di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung, mulai dari ketegangan geopolitik hingga perlambatan ekonomi di sejumlah negara.

Dengan fundamental yang kuat, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan eksternal.

 

Reformasi Ekonomi dan Dukungan Bank Dunia

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan IMF, Bank Dunia, lembaga pemeringkat internasional, serta 18 lembaga investasi global di Washington, DC, Amerika Serikat. (Foto: Bakom RI)

Dalam pertemuan terpisah dengan Presiden Grup Bank Dunia Ajay Banga, Purbaya memaparkan berbagai langkah reformasi yang tengah dijalankan pemerintah.

Langkah tersebut meliputi hilirisasi industri, pengembangan ekonomi digital, serta peningkatan iklim investasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam jangka menengah.

Pemerintah juga fokus meningkatkan produktivitas melalui penguatan UMKM, pengurangan sektor informal, serta pembukaan sektor ekonomi bernilai tambah tinggi seperti jasa.

Selain itu, Indonesia mendorong transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya panas bumi.

Bank Dunia pun menyatakan siap mendukung program pembangunan Indonesia melalui skema Country Partnership Framework (CPF).

Di sela pertemuan IMF-World Bank Spring Meeting, Purbaya juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan berbagai mitra internasional, termasuk OECD, China, Polandia, dan Australia, guna memperkuat kerja sama ekonomi global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya