Nama Gubernur Disebut-sebut di Sidang Korupsi Berjemaah DPRD NTB, Singgung Program Desa Berdaya

Pengacara terdakwa kasus korupsi berjemaah di DPRD NTB, meminta agar majelis hakim memanggil Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal sebagai saksi.

oleh Hans BahananDiterbitkan 20 April 2026, 17:49 WIB
Pengacara terdakwa mendesak Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dihadirkan dalam sidang korupsi berjemaah DPRD NTB. (Liputan6.com/ Hans Bahanan)

Liputan6.com, Mataram - Pengacara terdakwa kasus dana siluman di DPRD NTB, meminta agar majelis hakim memanggil Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal sebagai saksi.

Hal itu lantaran sejak dimulainya persidangan, para saksi, baik dari legislatif maupun eksekutif, menyebut nama Gubernur NTB saat mereka terima uang dari para terdakwa yaitu, Hamdan Kasim, Indra Jaya Usman, dan Nashib Ikroman.

"Karena nama gubernur disebut-sebut terus. Kami minta seharusnya gubernur dihadirkan. Kan hanya sebagai saksi, apa sulitnya," ujar Irpan Suriadiata selaku pengacara terdakwa, Senin (20/4/2026).

Tujuannya, kata Irpan, agar persidangan berjalan lancar. Sekaligus memperkuat pernyataan para saksi. Karena, para saksi selalu menyebut nama gubernur, tetapi tanpa bukti autentik.

Sehingga, banyak pihak yang meragukan keterlibatan gubernur NTB dalam proses bagi-bagi uang ini dengan bungkus program Desa Berdaya tersebut.

"Ini untuk meluruskan saja. Semua saksi sebut nama gubernur, termasuk ketua DPRD, tapi mana gubernurnya. Ayolah panggil, dan hadirkan gubernur ini, agar jelas apakah benar ini perintah atau apa," katanya.

Sebelumya, ketua DPRD NTB Isvie Rupaeda memberikan kesaksian menohok terkait dugaan keterlibatan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dalam Program Desa Berdaya, yang disebut sebagai muara kasus gratifikasi yang melibatkan puluhan anggota DPRD NTB.

Isvie mengatakan, sesaat setelah pembagian uang tersebut, ia didatangin oleh seseorang yang menerima dan menjelaskan perihal uang yang dlterima. Namun dirinya tidak menjelaskan apapun.

Beberapa hari kemudian, Isvie bertemu dengan Gubernur NTB dan Abdul Rahim (Bram), anggota DPRD NTB. Bram kemudian menanyakan perihal uang yang dibagi tersebut langsung kepada Lalu Iqbal.

"Saya sudah tanya (Gubernur), itu yang dibagi uang apa? Tapi gubernur jawab, kalau dia tidak pernah memerintahkan untuk bagi uang, tapi program," ujar Abdul Rahim.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya