Liputan6.com, Beijing - Kedutaan Besar Republik Indonesia di China menyatakan akan membuka Konsulat Jenderal RI di Chengdu, China barat daya, untuk memperkuat jaringan perwakilan Indonesia di negeri tirai bambu.
Duta Besar Republik Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun dalam pidato kunci pada acara "Perkembangan Terkini Indonesia -- Chengdu 2026" digelar pada Jumat (17/4) di Chengdu, mengatakan perluasan jaringan dilakukan menyusul selama lebih dari satu dekade, China menjadi mitra penting bagi Indonesia.
Advertisement
"Selama lebih dari satu dekade, China telah menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia sekaligus sumber investasi penting," ujarnya.
Djauhari secara resmi mengumumkan bahwa persiapan pembentukan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chengdu sedang berlangsung.
Ke depannya, konsulat jenderal tersebut akan berpusat di Chengdu dan mencakup Sichuan serta sejumlah daerah di China barat seperti Shaanxi, Yunnan, Gansu, dan Chongqing, dikutip dari laman Antara News, Selasa (21/4/2026).
Menurut Djauhari, Chengdu bukan hanya kota yang nyaman untuk ditinggali, tetapi juga pusat penting bagi inovasi dan perkembangan industri, sehingga memiliki keunggulan unik dalam menghubungkan Indonesia dengan daerah barat China.
Dia menegaskan bahwa pembukaan konsulat jenderal tersebut bukan sekadar penambahan lembaga diplomatik, melainkan juga mencerminkan besarnya perhatian Indonesia terhadap potensi perkembangan daerah barat China.
"Chengdu akan menjadi jembatan penting antara Indonesia dan China barat," katanya.
Acara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di China itu mengusung tema "Melangkah Bersama, Membangun Ketangguhan" dan menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai fokus pembangunan ekonomi Indonesia serta peluang kerja sama Indonesia-China.
Lebih lanjut, dalam acara tersebut, Indonesia juga menyampaikan rencana untuk semakin membuka sektor energi terbarukan, industri hilir, keamanan pangan, ekonomi digital, layanan kesehatan, serta pembangunan ibu kota baru.
Indonesia dan Sichuan juga dinilai memiliki ruang kerja sama yang luas di bidang biofarmasi, energi hijau, teknologi hijau, serta perdagangan dan investasi.
Pembukaan KJRI Chengdu Jadi Hal Penting
Sejumlah perusahaan menilai bahwa pembukaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Chengdu akan menjadi titik tumpu penting dalam mendorong perusahaan untuk berekspansi ke luar negeri.
"Sichuan memiliki keunggulan di bidang kesehatan, teknologi tinggi, dan kecerdasan buatan, sementara Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah. Hal ini menjadi dasar bagi kedua pihak untuk membangun sinergi rantai industri," ujar Yuan Fei, kepala Sichuan Shuyinqiao Business Service Co., Ltd.
Saat ini, perusahaannya telah mendirikan Paviliun Nasional Indonesia di Pelabuhan Kereta Internasional Chengdu untuk mendorong produk Indonesia masuk ke pasar China sekaligus menyediakan dukungan bagi perusahaan Sichuan yang ingin berinvestasi di Indonesia melalui model dua arah, yakni membawa masuk dan melangkah keluar.
"Sichuan dan Indonesia sama-sama memiliki sumber daya pariwisata yang sangat kaya dan saling melengkapi. Dalam dua tahun terakhir, semakin banyak teman saya dari Indonesia datang ke Sichuan untuk menikmati pemandangan unik seperti pegunungan bersalju dan gletser," kata Jia Hang, Wakil Kepala Departemen Internasional Platform Perdagangan Multifungsi Organisasi Kerja Sama Shanghai, kepada wartawan.
Jia menambahkan bahwa dari sisi struktur industri, kedua pihak juga sangat saling melengkapi. Indonesia kaya akan sumber daya seperti minyak bumi, mineral, dan hutan, sedangkan Sichuan memiliki keunggulan dalam pengolahan energi serta sistem industri, sehingga keduanya dapat membentuk interaksi yang kuat dalam tahapan perkembangan industri.
Pada 2024, Sichuan Zhihecheng Group bekerja sama dengan Aladin Group dari Indonesia mendirikan ZHC Aladin International Co., Ltd., yang telah berinvestasi dalam dua dealer mobil dan satu pusat perawatan tiga sistem utama kendaraan listrik (baterai, motor, dan sistem kontrol elektronik) di Indonesia.
"Kami sangat optimistis terhadap perkembangan di Indonesia. Saat ini, ZHC Aladin telah memiliki lebih dari 130 karyawan di Jakarta dan jumlahnya terus bertambah," ujar Wakil Presiden Sichuan Zhihecheng Group Zhang Ying.
Baru-baru ini, Zhang tengah mendampingi mitra dari Indonesia untuk mengunjungi sejumlah institusi dan perusahaan di Chengdu di bidang kesehatan dan drone.
"Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan, sehingga memiliki permintaan besar terhadap drone untuk logistik, pencegahan kebakaran hutan, dan inspeksi pertambangan, sementara Chengdu memiliki banyak perusahaan inovatif di sektor drone," katanya.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi, perdagangan, dan pertukaran antarmasyarakat antara Sichuan dan Indonesia semakin aktif. Pada 2017, stasiun kerja "Overseas Chengdu" di Indonesia didirikan di Jakarta dengan dukungan Perkumpulan Pengusaha Indonesia Tionghoa.
Pada 2020, penerbangan langsung Chengdu-Jakarta dibuka, sehingga sangat mempermudah mobilitas antara kedua pihak. Saat ini, beberapa perusahaan Sichuan seperti New Hope Group, Dongfang Electric, Oriental Hope Group, Tongwei Group, dan Bamo Technology telah menjalin kerja sama bisnis yang stabil di Indonesia.