Emiten Pengelola KFC Rugi Rp 366,04 Miliar, Gerai Susut jadi 690 pada 2025

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mencatat pendapatan naik 0,11% dan rugi susut 55,95% pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 April 2026, 14:19 WIB
PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola restoran cepat saji KFC mencatat kinerja keuangan beragam pada 2025. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola restoran cepat saji KFC mencatat kinerja keuangan beragam pada 2025. Perseroan meraup kenaikan pendapatan dan rugi merosot signifikan.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin, (20/4/2026), perseroan meraup pendapatan Rp 4,88 triliun pada 2025, naik tipis 0,11% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,87 triliun.

Beban pokok penjualan turun 1,9% menjadi Rp 1,99 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,03 triliun. Seiring hal itu, laba bruto naik 1,6% dari Rp 2,84 triliun pada 2024 menjadi Rp 2,88 triliun pada 2025.

Beban penjualan dan distribusi turun menjadi Rp 2,60 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,71 triliun. Beban umum dan administrasi  turun menjadi Rp 665,33 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 690,45 miliar. Beban operasi lain turun menjadi Rp 82,98 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 279,95 miliar. Penghasilan operasi lain naik menjadi Rp 156,83 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 63 miliar.

Seiring kinerja keuangan itu, perseroan menekan rugi usaha 60,24% menjadi Rp 311,66 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 784 miliar. Perseroan mencatat penghasilan keuangan turun menjadi Rp 1,87 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,25 miliar. Beban keuangan bertambah menjadi Rp 90,06 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 81,45 miliar. Perseroan mencatat lonjakan laba entitas asosiasi menjadi Rp 2,68 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 294,59 juta.

Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk terpangkas 55,95% menjadi Rp 366,04 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 796,71 miliar. Rugi per saham dasar turun menjadi Rp 85 dari Rp 200.

Ekuitas perseroan naik 241,22% menjadi Rp 435,85 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 127,73 miliar. Liabilitas naik 32,67% menjadi Rp 4,51 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,4 triliun.  Aset perseroan naik 40,2% menjadi Rp 4,94 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 3,52 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 147,22 miliar pada 2025.

Selain itu, gerai perseroan berkurang menjadi 690 gerai pada 2025 dari 2024 sebesar 715 gerai.

Penutupan IHSG pada 17 April 2026

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada penutupan perdagangan saham Jumat, 17 April 2026. Namun, IHSG hari ini ditutup naik tipis di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup menguat terbatas 0,17% menjadi 7.634. Indeks saham LQ45 menanjak 0,20% ke level 758,86. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.637,85 dan level terendah 7.607,96. Sebanyak 337 saham melemah sehingga menekan IHSG. 323 saham menguat dan 160 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.330.657 kali dengan volume perdagangan saham 41 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.176.

 

Sektor Saham

Pengunjung melintas di papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/4/2020). Pergerakan IHSG berakhir turun tajam 1,71% atau 80,59 poin ke level 4.625,9 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jelang akhir pekan ini, mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham properti bertambah 1,98% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham transportasi naik 1,6% dan sektor saham infrastruktur bertambah 0,79%.

Selain itu, sektor saham basic mendaki 0,24%, sektor saham industri naik 0,26%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,57%, sektor saham teknologi bertambah 0,50%.

Sementara itu, sektor saham energi turun 0,04%, sektor saham consumer siklikal susut 0,46%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,09% dan sektor saham keuangan turun 0,34%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya