Bursa Saham Asia Beragam Usai Ketegangan AS-Iran Kembali Meningkat

Investor yang terus memperhatikan perkembangan di Timur Tengah seiring ketegangan kembali naik antara Amerika Serikat dan Iran pengaruhi bursa saham Asia.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 April 2026, 07:51 WIB
Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Senin, (20/4/2026). (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Senin, (20/4/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik yang beragam ini seiring investor terus mengawasi perkembangan di Timur Tengah dengan hati-hati di tengah ketegangan yang kembali meningkat antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC,  Senin (20/4/2026), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuturkan pada Minggu, 19 April 2026 kalau kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS telah menembaki dan melumpuhkan kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman sebelum marinir menaiki dan menyita kapal itu.

Penyitaan ini merupakan peningkatan blokade dan terjadi setelah Iran menembaki kapal-kapal komersial yang mencoba melintasi Selat Hormuz pada Minggu pagi. Selat tersebut terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman.

Sejak pekan lalu, AS telah melakukan blokade angkatan laut terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Iran memandang blokade yang sedang berlangsung sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai oleh AS dan Iran, dan menyebutkan hal ini sebagai salah satu alasan untuk membatalkan negosiasi yang diharapkan pada Senin di Islamabad.

Pada Minggu, Trump memperingatkan ia akan "menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran" jika Teheran tidak menyetujui persyaratan Washington untuk mengakhiri konflik tersebut.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 8,11% menjadi USD 90,65 per barel pada pukul 08.0e PM ET. Harga minyak Brent menanjak 7,21% menjadi USD 96,90 per barel.

 

Indeks Saham di Bursa Asia

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Sementara itu, indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,27%. Indeks Kosdaq merosot 0,52%. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,62%. Sementara itu, indeks Topix bertambah 0,68%. Indeks S&P 200 turun 0,39%.

Indeks Hang Seng di Hong Kong berada di posisi 26.502, lebih tinggi dari penutupan indeks sebelumnya di 26.160,33.

Semalam di Wall Street, indeks berjangka Dow Jones Industrial Average turun 425 poin, atau 0,9%. Indeks berjangka S&P 500 kehilangan 0,8%, sementara indeks berjangka Nasdaq-100 turun 0,65%.

Selama sesi reguler Jumat pekan lalu, S&P 500 melonjak 1,2% dan ditutup pada 7.126,06, melampaui ambang batas 7.100 untuk pertama kalinya. Nasdaq Composite naik 1,52% dan ditutup pada 24.468,48 untuk hari kemenangan ke-13 berturut-turut dan rentetan positif terpanjang sejak 1992. Kedua indeks mencatatkan rekor intraday dan penutupan baru.

Penutupan IHSG pada 17 April 2026

Suasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada penutupan perdagangan saham Jumat, (17/4/2026). Namun, IHSG hari ini ditutup naik tipis di tengah transaksi harian saham di bawah Rp 20 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini menguat terbatas 0,17% menjadi 7.634. Indeks saham LQ45 menanjak 0,20% ke level 758,86. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.637,85 dan level terendah 7.607,96. Sebanyak 337 saham melemah sehingga menekan IHSG. 323 saham menguat dan 160 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.330.657 kali dengan volume perdagangan saham 41 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 16 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.176.

Jelang akhir pekan ini, mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham properti bertambah 1,98% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham transportasi naik 1,6% dan sektor saham infrastruktur bertambah 0,79%.

Selain itu, sektor saham basic mendaki 0,24%, sektor saham industri naik 0,26%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 0,57%, sektor saham teknologi bertambah 0,50%.

Sementara itu, sektor saham energi turun 0,04%, sektor saham consumer siklikal susut 0,46%, sektor saham kesehatan terpangkas 0,09% dan sektor saham keuangan turun 0,34%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya