Kembali ke Rumah, Pengungsi Lebanon Bangun Ulang Kehidupan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 19 April 2026, 15:30 WIB
Kembali ke Rumah, Pengungsi Lebanon Bangun Ulang Kehidupan
Warga Lebanon, khususnya di wilayah selatan, mulai berbenah. Mereka kembali setelah gencatan senjata sementara selama 10 hari diberlakukan antara Lebanon dan Israel. Kebahagiaan menyelimuti kembalinya mereka ke rumah, meski harus dihadapkan pada kerusakan fisik infrastruktur yang signifikan akibat serangan udara Israel. Mereka mulai berbenah membersihkan puing-puing, dan memeriksa kerusakan tempat tinggal. Mereka mencoba memulai kembali kehidupan di tengah situasi gencatan senjata yang masih rentan. Sebelumnya, Juru Bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Stephane Dujarric, pada Senin 6 April 2026, mengatakan jumlah pengungsi di Lebanon akibat serangan Israel telah melampaui 1,1 juta jiwa. Sebagian besar pengungsi hidup dengan akses kebutuhan pokok yang terbatas.
Warga memeriksa puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. Warga Lebanon, khususnya di wilayah selatan, mulai berbenah. (FADEL itani/AFP)
Mereka kembali setelah gencatan senjata sementara selama 10 hari diberlakukan antara Lebanon dan Israel. Tampak dalam foto, warga pengungsi berkendara melewati bangunan-bangunan yang hancur saat mereka kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Kebahagiaan menyelimuti kembalinya mereka ke rumah, meski harus dihadapkan pada kerusakan fisik infrastruktur yang signifikan akibat serangan udara Israel. Tampak dalam foto, warga memeriksa puing-puing bangunan yang hancur saat kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Mereka mulai berbenah membersihkan puing-puing, dan memeriksa kerusakan tempat tinggal. Tampak dalam foto, seorang warga mengacungkan tanda kemenangan sambil berdiri di atas mobil yang rusak dan puing-puing rumah yang hancur saat kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Mereka mencoba memulai kembali kehidupan di tengah situasi gencatan senjata yang masih rentan. Tampak dalam foto, warga memeriksa puing-puing toko mereka yang hancur setelah kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Sebelumnya, Juru Bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Stephane Dujarric, pada Senin 6 April 2026, mengatakan jumlah pengungsi di Lebanon akibat serangan Israel telah melampaui 1,1 juta jiwa. Tampak dalam foto, warga memeriksa puing-puing toko mereka yang hancur setelah kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Sebagian besar pengungsi hidup dengan akses kebutuhan pokok yang terbatas. Tampak dalam foto, warga memeriksa puing-puing bangunan yang hancur saat kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya