Warga memeriksa puing-puing bangunan yang hancur setelah kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. Warga Lebanon, khususnya di wilayah selatan, mulai berbenah. (FADEL itani/AFP)
Mereka kembali setelah gencatan senjata sementara selama 10 hari diberlakukan antara Lebanon dan Israel. Tampak dalam foto, warga pengungsi berkendara melewati bangunan-bangunan yang hancur saat mereka kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Kebahagiaan menyelimuti kembalinya mereka ke rumah, meski harus dihadapkan pada kerusakan fisik infrastruktur yang signifikan akibat serangan udara Israel. Tampak dalam foto, warga memeriksa puing-puing bangunan yang hancur saat kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Mereka mulai berbenah membersihkan puing-puing, dan memeriksa kerusakan tempat tinggal. Tampak dalam foto, seorang warga mengacungkan tanda kemenangan sambil berdiri di atas mobil yang rusak dan puing-puing rumah yang hancur saat kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Mereka mencoba memulai kembali kehidupan di tengah situasi gencatan senjata yang masih rentan. Tampak dalam foto, warga memeriksa puing-puing toko mereka yang hancur setelah kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Sebelumnya, Juru Bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Stephane Dujarric, pada Senin 6 April 2026, mengatakan jumlah pengungsi di Lebanon akibat serangan Israel telah melampaui 1,1 juta jiwa. Tampak dalam foto, warga memeriksa puing-puing toko mereka yang hancur setelah kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)
Sebagian besar pengungsi hidup dengan akses kebutuhan pokok yang terbatas. Tampak dalam foto, warga memeriksa puing-puing bangunan yang hancur saat kembali ke kota Nabatieh, Lebanon Selatan pada Sabtu 18 April 2026. (FADEL itani/AFP)