Top 3: Harga BBM Nonsubsidi Kelas Premium Berubah

Artikel harga BBM Pertamina menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada akhir pekan ini

oleh Septian DenyDiterbitkan 19 April 2026, 07:00 WIB
Petugas SPBU mengisi bahan bakar jenis pertalite kepada pengguna sepeda motor di Pamulang, Tangerang Seatan, Banten, Senin (21/9/2020). Pertamina memberi diskon harga BBM jenis pertalite di Tangerang Selatan dan Bali, dari Rp 7.650 menjadi Rp 6.450 per liter. (merdeka.com/Dwi Narwoko)

Liputan6.com, Jakarta - Harga BBM untuk sejumlah produk nonsubsidi Pertamina yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai hari ini, Sabtu 18 April 2026. Harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta per 18 April ini naik sebesar Rp19.400 per liter dari harga per 1 April 2026 sebesar Rp13.100 per liter.

Untuk harga Dextlite, ditetapkan sebesar Rp 23.600 per liter, naik dari 1 April 2026 yang sebesar Rp14.200 per liter. Sedangkan, untuk Pertamina Dex, harga ditetapkan menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

Artikel harga BBM Pertamina menyita perhatian pembaca di Kanal Bisnis Liputan6.com pada akhir pekan ini. Ingin tahu artikel terpopuler lainnya di Kanal Bisnis Liputan6.com?

Berikut tiga artikel terpopuler di Kanal Bisnis Liputan6.com yang dirangkum pada Minggu (19/4/2026):

1. Harga 3 Jenis BBM Pertamina Naik Hari Ini 18 April 2026, Cek Rinciannya

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai hari ini, Sabtu 18 April 2026.

Dikutip dari Antara, Sabtu (18/4/2026), harga Pertamax Turbo untuk wilayah DKI Jakarta per 18 April ini naik sebesar Rp19.400 per liter dari harga per 1 April 2026 sebesar Rp13.100 per liter.

Untuk harga Dextlite, ditetapkan sebesar Rp 23.600 per liter, naik dari 1 April 2026 yang sebesar Rp14.200 per liter.

Sedangkan, untuk Pertamina Dex, harga ditetapkan menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

Harga sejumlah BBM ini juga tercatat mengalami penyesuaian di sejumlah provinsi lainnya. 

Sedangkan, harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter.

 

Baca artikel selengkapnya di sini

2. Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

Ilustrasi harga minyak dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak anjlok pada perdagangan hari Jumat (Sabtu waktu Jakarta) setelah menteri luar negeri Iran menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka selama gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, meningkatkan harapan bahwa gangguan pasokan besar-besaran akan mereda.

Komentar Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi mengenai X menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump , yang mengatakan pada Kamis malam bahwa perang dengan Iran, yang dimulai pada 28 Februari, seharusnya segera berakhir.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (18/4/2026), harga minyak mentah AS untuk pengiriman Mei turun hampir 12% dan ditutup pada harga USD 83,85 per barel. Patokan harga minyak internasional  Brent untuk pengiriman bulan Juni turun 9% dan ditutup pada harga USD 90,38 per barel.

Baca artikel selengkapnya di sini

3. Selat Hormuz Dibuka, 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas

Dalam foto yang dirilis pada hari Rabu, 2 Agustus 2023 oleh Sepahnews dari Garda Revolusi Iran, speedboat Garda berpartisipasi dalam latihan di Teluk Persia. Militer AS sedang mempertimbangkan untuk menempatkan personel bersenjata di kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz, dalam tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bertujuan untuk menghentikan Iran dari menyita dan mengganggu kapal-kapal sipil, empat pejabat Amerika mengatakan kepada The Associated Press pada hari Kamis, 3 Agustus 2023. (Sepahnews via AP)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina International Shipping (PIS) siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz, seiring dengan diumumkannya pembukaan jalur tersebut oleh Iran.

"Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi," kata Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping, Vega Pita, Sabtu (18/4/2026).

Saat ini PIS secara aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, salah satunya dengan Kementerian Luar Negeri yang sangat membantu menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Selain itu, perusahaan juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, ship management, pemilik kargo, serta otoritas setempat, guna memastikan seluruh prosedur perizinan dapat terpenuhi dengan baik.

Baca artikel selengkapnya di sini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya