Liputan6.com, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk menyerahkan persediaan uranium yang telah diperkaya sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik antara kedua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (16/4/2026). Ia menyebut pembicaraan lanjutan dengan pejabat Iran kemungkinan akan digelar paling cepat akhir pekan ini dan tidak menutup kemungkinan dirinya akan hadir langsung dalam pertemuan tersebut.
Advertisement
Trump mengklaim kedua pihak kini hampir mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama enam minggu. “Mereka telah setuju untuk memberi kita apa yang saya sebut ‘debu nuklir’,” ujarnya, merujuk pada material uranium yang telah diperkaya.
Ia menambahkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan sangat besar, dengan menyebut Iran telah menyetujui “hampir semua” poin dalam negosiasi.
Meski demikian, Trump menegaskan bahwa konflik akan terus berlanjut jika kesepakatan tidak tercapai. Ia juga menolak usulan pembatasan pengayaan uranium selama 20 tahun yang dilaporkan diajukan pihak Iran, dikutip dari laman Iran Wire, Sabtu (18/4).
“Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” tegasnya.
Trump turut menyebut kepemimpinan baru Iran sebagai pihak yang “masuk akal”, mengindikasikan adanya kemajuan dalam pendekatan diplomatik antara kedua negara.
Di sisi lain, Iran secara konsisten membantah tengah mengembangkan senjata nuklir. Perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya menyatakan bahwa Teheran bersikap hati-hati namun tetap optimistis terhadap jalannya negosiasi dengan Amerika Serikat.
Perkembangan ini menandai fase krusial dalam upaya diplomasi kedua negara, dengan hasil pembicaraan mendatang berpotensi menentukan arah penyelesaian konflik di kawasan.