Laporan Liputan6.com dari Turki: Menjelajahi Spice Bazaar, Surga Rempah di Jantung Istanbul

Spice Bazaar adalah pasar tradisional tertua paling terkenal di Istanbul, Turki.

oleh Edu KrisnadefaDiterbitkan 18 April 2026, 11:00 WIB
Bagian dalam Spice Bazaar, pasar tradisional tertua di Turki, yang terletak di Istanbul. (Liputan6.com/Edu Krisnadefa)

Liputan6.com, Istanbul - Aroma rempah itu begitu menyengat hidung, bahkan saat langkah kaki ini masih ratusan meter dari Spice Bazaar. Sangat kuat dan menggoda, seakan mengajak segera mendekat dan mencicipinya.

Ini aroma dapur tradisional yang tak  mungkin kita temui saat makan di restoran elite atau nongkrong di coffee shop, dari kelas menengah hingga bintang lima sekalipun.

Ini aroma rempah. Hangat, dan bisa membawa kita ke masa lalu yang  kaya akan  cita-rasa, aroma yang bisa membawa kita menjelajah sejarah.

Spice Bazaar  adalah pasar  tradisional tertua dan paling terkenal di Istanbul, Turki. Letaknya di kawasan Eminonu, Distrik Fatih, jantung kota Istanbul.  

Spice Bazaar atau Misir Carsisi atau “Pasar Mesir” sudah berumur nyaris 400 tahun. (Liputan6.com/Edu Krisnadefa)

Saat ini level Spice Bazaar sudah menjadi salah satu tempat wisata yang cukup popular dan banyak dikunjungi turis asing.

Liputan6.com beruntung mendapat undangan khusus dari Turkiye Tourism Promotion and Development Agency  mengunjungi tempat ini.

Bangunan Spice Bazaar tak jauh dari Grand Bazaar, pasar tertutup tebesar di dunia. Namun, dibanding Grand Bazaar, Spice Bazaar  jelas jauh lebih kecil.

Sebagai  perbandingan, jumlah toko di Spice Bazaar yang jumlahnya sekitar 85-an, jelas tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Grand Bazaar yang mencapai 4 ribu toko.

Di dalam Spice Bazaar juga hanya ada dua jalan dan enam pintu masuk/keluar, sedangkan Grand Bazaar mencapai 65 jalan!

Namun, Spice Bazaar punya “keunggulan” tersendiri dibanding Grand Bazaar karena mereka fokus  menjual makanan kering dan rempah-rempah.

  “Surga” Rempah

Berbagai macam jenis rempah-rempah dijual di Spice Bazaar, Istanbul, Turki. (Liputan6.com/Edu Krisnadefa)

Dari  luar, gedung Spice Bazaar tampak  seperti  bangunan  tua dengan dominan warna coklat, seperti bata merah.

Seperti bangunan-bangunan tua di Turki  lainnya, arsitektur Spice Bazaar juga bergaya Ottoman atau Utsmaniyah.  Langit-langitnya berkubah dan tinggi. Kesan vintage dan hidup pun sangat kuat di area bangunan berbentuk L ini.

Memasuki  area dalam gedung, kita langsung  disuguhi pemandangan toko-toko yang berjajar rapi.

Mereka menjual produk beraneka ragam rempah-rempah, buah-buahan kering, teh, herbal, kacang-kacangan, makanan kering, serta makanan khas Turki, termasuk Turkish delight dan baklava. Atau juga manisan khas Turki, serta kuruyemis (campuran kacang-kacangan), pide (pizza ala Turki) dan lainnya.

Namun, ada juga beberapa toko yang menjual suvenir khas Turki.

Selain Turkish delight dan Baklava, makanan klasik Turki yang juga jadi "best seller” pasar ini adalah sumac, cabai bubuk, dan saus delima.

Makanan khas Turki, seperti Baklava dan Turkish delight (lokum), termasuk yang paling banyak dijajakan di toko-toko Spice Bazaar. (Liputan6.com/Edu Krisnadefa)

Sumac adalah rempah anggur berwarna khas Timur Tengah  dan Mediterania terbuat dari buah beri liar. Karena rasanya asam alami biasa digunakan  untuk pengganti  lemon dalam salad ataupun makanan panggang.

Cabai  bubuk di Turki juga ada dalam  berbagai tingkat kepedasan, sedangkan saus delima biasa digunakan untuk membuat salad dan  bumbu perendam.

Sebelum membeli,  pengunjung  diberi kesempatan untuk mencoba dan mencicipi produk yang dijual.

Harganya pun cukup terjangkau. Untuk kacang-kacang kering seperti pistachio, almond, hazelnut, per 250 gramnya dihargai antara 100–300 lira atau sekitar Rp 39.000-Rp 115.000.

Sementara Turkish delight  untuk ukuran 150–500 gram berharga 250-600 lira. Sedangkan teh dan kopi Turki per pak biasanya dibanderol antara 75-500 lira. Perpaknya bisa ukuran 77, 154, 250, hingga 500 gram.

Pembeli juga bisa menawar. Semakin pandai menawar, tentu semakin  murah harga yang didapatkan.

 

Toko di Luar Juga Ramai

Suasana di toko-toko di luar bangunan Spice Bazaar, juga cukup ramai didatangi pengunjung. (Liputan6.com/Edu Krisnadefa)

Tidak hanya di dalam bangunan Gedung, di luar Spice Bazaar juga berjejer toko-toko yang menjual produk-produk serupa dengan yang dijanjakan toko-toko di dalam. Bahkan, harganya kadang lebih murah.

Dari pantauan Liputan6.com, toko-toko yang banyak dikunjungi di luar Spice Bazaar adalah toko-toko souvenir, karena memang relatif lebih murah dibanding membeli di dalam Spice Bazaar.

Selain toko souvenir, tokot-toko kain di luar gedung juga cukup banyak didatangi pengunjung. Syal, phasmina, dan kerudung menjadi barang yang paling banyak dicari.

Begitu juga dengan toko-toko makanan kering khas Turki, cukup banyak pengunjungnya.

Namun, jika ingin membeli rempah, tampaknya pengunjung lebih suka memilih belanja di dalam gedung. Mungkin dengan pertimbangan kualitas.

 

Dibawa dari Mesir

Spice Bazaar di Istanbul selalu ramai didatangi pengunjung, baik warga lokal ataupun wisatawan asing. (Liputan6.com/Edu Krisnadefa)

Orang  Turki menyebut tempat ini  Misir Carsisi atau “Pasar Mesir”.  Sebab, dulunya, di era Kekaisaran Utsmayah,  yang dijual di pasar ini, seperti rempah-rempah, herbal, teh khas Timur Tengah dan lainnya, dibawa dari Mesir.

Pasar ini memang  sudah berumur tua, nyaris 400 tahun. Pada tahun 1664 tepatnya,  pasar ini pertama kali dibangun.

Pasar ini dibangun untuk membantu keberlangsungan kompleks Masjid Yeni Eminnonu atau Masjid Valide Sultan. Sebagian besar pendapatan Pasar  Mesir ini untuk  mendanai kegiatan masjid tersebut.

Kopi Kurukahveci Mehmet Efendi

Gerai Kurukahveci Mehmet Efendi, merek kopi nomor satu dan paling tua di Turki, ada di sekitar Spice Bazaar. (Liputan6.com/Edu Krisnadefa)

Di  luar bangunan Spice Bazaar ada toko kopi yang terkenal, Kurukahveci Mehmet Efendi. Ini adalah merek kopi nomor  satu dan paling tua di Turki.

Kopi ini dikenal sejak tahun 1871. Ciri khasnya adalah rasanya yang tajam dengan busa  yang tebal dan aroma cokelat yang kental. Mereka mengunakan biji kopi Arabika premium yang  digiling sangat halus.

Semua orang di  Turki  tahu kopi Kurukahveci Mehmet Efendi.

Ini adalah brand besar di Turki. Mereka punya banyak gerai di seantero Turki,  bahkan luar negeri. Namun, toko mereka yang  di sekitar Spice Bazaar adalah yang paling terkenal dan tertua.

 

Di toko ini, pembeli bisa mendapatkan biji kopi yang baru digiling tidak  seperti di tempat lain yang sudah dipack. Tak heran, mereka pun rela mengantre untuk mendapatkan kopi Kurukahveci Mehmet Efendi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya