Matahari Department Store Tak Ada Lagi, Kenapa?

Selain itu, PT Matahari Department Store Tbk (LPFF) juga memutuskan membagikan dividen.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 17 April 2026, 21:15 WIB
Ilustrasi gerai Matahari (Foto: PT Matahari Department Store Tbk/LPPF)

Liputan6.com, Jakarta - PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berganti nama menjadi PT MDS Retailing Tbk. Perubahan nama perseroan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 April 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, (17/4/2026), seiring perubahan nama itu, perseroan melakukan ketentuan perubahan pasal 1 ayat (1) nama perseroan yang diusulkan tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari Kementerian Hukum dan Asasi Manusia dan atau otoritas berwenang lainnya. Direksi perseroan dengan pengawasan dari dewan komisaris, dengan ini diberikan kuasa dan kewenangan untuk menetapkan dan menggunakan nama alternatif lain yang memiliki subtansi yang sama tanpa memerlukan persetujuan lebih dari RUPS. Perubahan nama perseroan telah disepakati 93,09% pemegang saham atau setara 1.586.634.918 saham.

“Menyetujui perubahan nama perseroan dari PT Matahari Department Store Tbk menajdi PT MDS Retailing Tbk,” demikian seperti dikutip.

Selain itu, RUPS perseroan juga menyetujui mengalihkan saham hasil pembelian kembali atau buyback saham melalui penarikan kembali 31.000.000 saham. Adapun saham itu merupakan seluruh saham yang telah dikembali oleh perseroan berdasarkan hasil pelaksanaan pembelian kembali saham perseroan yang telah dilakukan hingga 9 April 2026 dengan cara penurunan modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Jumat, 17 April 2026, harga saham LPPF naik 1,3% menjadi Rp 1.950 per saham. Harga saham LPPF dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.935 per saham. Harga saham LPPF berada di level tertinggi Rp 1.955 dan terendah Rp 1.930 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.951 kali dengan volume perdagangan saham 112.121 saham. Nilai transaksi Rp 21,8 miliar.

Tebar Dividen

Calon pembeli melihat tumpukan tas koper yang dijual dengan potongan harga yang menggiurkan di Matahari Mall Taman Anggrek, Jakarta, Jumat (1/12). Matahari Department Store menawarkan diskon 20% hingga 70% jelang penutupan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Sebelumnya, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 556,81 miliar. Seiring pembagian dividen itu, pemegang saham akan mendapatkan Rp 250 per saham.

Pembagian dividen tahun buku 2025 itu berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 15 April 2026.

Pembagian dividen tahun buku 2025 itu berdasarkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 725,37 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 3,84 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 272,90 miliar.

Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 15 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan apsar negosiasi pada 23 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 24 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 27 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 28 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 27 April 2026 waktu 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 4 Mei 2026

Buyback Saham

Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Buyback Saham akan dilaksanakan setelah Perseroan memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang akan dilaksanakan pada 10 April 2025. Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham akan dilaksanakan paling lama 12 bulan terhitung sejak hari diselenggarakannya RUPST.

Jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk pelaksanaan Pembelian kembali saham adalah maksimal sebesar Rp 150 miliar. Pembelian Kembali Saham akan dilakukan atas sebanyak-banyaknya 10% darimodal disetor dan ditempatkan perseroan dan akan dilakukan pada Saham Seri C. Harga pembelian kembali saham akan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Pelaksanaan pembelian kembali saham merupakan salah satu bentuk usaha Perseroan untuk meningkatkan nilai pemegang saham Perseroan sehingga akan memberikan fleksibilitas yang besar kepada Perseroan dalam mengelola modal untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien," ungkap manajemen PT Matahari Department Store Tbk dalam keterbukaan informasi Bursa, Rabu (5/3/2025).

Perseroan memastikan bahwa dana yang akan digunakan untuk pelaksanaan pembelian kembali saham sepenuhnya bersumber dari dana internal perseroan dan bukan dari hasil penawaran umum atau dana yang berasal dari pinjaman dan atau bentuk hutang lainnya. Lebih lanjut, sumber dana tersebut tidak akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya di masa mendatang.

"Perseroan memperkirakan tidak akan terjadi penurunan pendapatan Perseroan yang signifikan akibat dari pelaksanaan pembelian kembali saham tersebut dan tidak berdampak signifikan terhadap biaya pembiayaan perseroan," imbuh manajemen.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya