Operasi Ikan Sapu-Sapu di Setu Babakan, Total 3 Ton Ikan Terjaring dalam Tiga Jam

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Setu Babakan berlangsung selama tiga jam. Terhitung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Sebanyak 3 ton ikan sapu-sapu berhasil ditangkap oleh petugas gabungan.

oleh Tim NewsDiterbitkan 17 April 2026, 12:36 WIB
Petugas Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan menangkap ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilakukan serentak di lima wilayah DKI Jakarta, Jumat (17/4/2026). Salahs atinya di saluran PHB Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu di Setu Babakan berlangsung selama tiga jam. Terhitung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Pantauan jurnalis Merdeka.com, Arie Basuki, sebanyak 3 ton ikan sapu-sapu berhasil ditangkap oleh petugas gabungan.

"Kurang lebih jumlahnya hampir 3 ton ya karena tadi ada beberapa karung," ujar Lurah Srengseng Sawah Sunardi di lokasi.

Setelah operasi ini pihaknya akan melakukan evaluasi sebelum menggelar kegitan serupa di titik lokasi lainnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) menargetkan sebanyak lima ton ikan sapu-sapu dapat ditangkap dalam kegiatan pengendalian populasi di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa.

“Alhamdulillah, pagi hari ini kami berada di Setu Babakan. Dalam waktu satu jam lebih, kami sudah mendapatkan kurang lebih 300 kilogram ikan sapu-sapu. Target kita hari ini lima ton,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar di tempat yang sama.

Populasi ikan sapu-sapu di Setu Babakan ternyata cukup Tinggi. Penangkapan dilakukan secara masif karena berdasarkan kajian, populasi ikan sapu-sapu di Setu Babakan cukup tinggi. Selain itu, ikan tersebut juga dinilai berpotensi merusak ekosistem perairan.

“Semua wilayah melakukan, tapi yang terbesar di sini. Hasil kajian menunjukkan ikan sapu-sapu banyak di Setu Babakan, dan terbukti, dalam satu jam, sudah dapat 300 kilogram,” terang Anwar.

Petugas Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan menangkap ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Sekali Bertelur 800 Butir

Dia memastikan penangkapan dilakukan secara berkelanjutan hingga populasi ikan sapu-sapu dapat ditekan secara signifikan.

“Kegiatan ini tidak hanya hari ini, tapi akan terus berlanjut sampai betul-betul habis, karena ikan ini sekali bertelur bisa sampai 800 butir,” ucap Anwar. 

Terkait dampak lingkungan, dia mengatakan ikan sapu-sapu merupakan predator yang dapat mengganggu keberlangsungan ikan lain.

“Ikan ini predator, telur ikan lain dimakan. Air juga bisa terdampak. Dia bisa hidup di air yang sangat kotor sekalipun, jadi cukup membahayakan ekosistem,” papar Anwar.

Petugas Sudin Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan menangkap ikan sapu-sapu di kawasan Setu Babakan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Pasukan Pelangi Dikerahkan

Dalam pelaksanaan kegiatan itu, Pemkot Jaksel melibatkan berbagai unsur, mulai dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), kecamatan, kelurahan, hingga Satuan Poilisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Semuanya terlibat, termasuk pasukan pelangi. Kita lakukan analisa lokasi mana yang banyak, lalu dilakukan penangkapan agar hasilnya maksimal dan berdampak pada masyarakat,” ungkap Anwar.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan, menyusul peredaran informasi ikan sapu-sapu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan pangan, seperti siomay.

“Masyarakat harus lebih selektif dalam membeli jajanan. Kita khawatir kalau tidak tahu asal-usulnya, dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” imbuh Anwar. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya