Liputan6.com, Jakarta - Jaket denim model trucker kembali mencuri perhatian dunia mode setelah sempat meredup beberapa tahun terakhir. Item fesyen klasik ini muncul kembali di berbagai panggung peragaan busana, mulai dari New York hingga Milan, serta menjadi pilihan gaya kasual para model dan selebritas.
Melansir CNA, Jumat, 17 April 2026, tren jaket trucker membawa nuansa nostalgia bagi generasi milenial. Pada akhir 2000-an hingga awal 2010-an, jaket ini menjadi salah satu pakaian wajib yang sering dipadukan dengan gaun musim panas, legging, atau celana jeans ketat.
Advertisement
Popularitasnya kemudian menurun ketika jaket kulit bergaya motor dan bomber jacket mengambil alih tren outerwear pada pertengahan 2010-an. Namun, siklus mode yang terus berulang kembali mengangkat jaket denim trucker sebagai pilihan bergaya yang memadukan kesan klasik dan modern.
Sejumlah figur publik turut menghidupkan kembali tren ini. Rose mengenakan jaket trucker saat tampil di Super Bowl, sementara Hudson Williams memakai versi denim usang dengan karakter kuat dalam peragaan busana Dsquared2.
Kembalinya jaket trucker juga hadir dengan interpretasi baru. Desainer mengeksplorasi berbagai siluet, mulai dari model oversized yang santai, potongan cropped bergaya Y2K, hingga desain dekonstruksi yang lebih eksperimental.
Meski mengalami perubahan bentuk, jaket denim trucker tetap mempertahankan daya tariknya sebagai busana ikonis yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Brand Levi's pertama kali memperkenalkan jaket denim pada 1905 melalui model Type I.
Asal Usul Jaket Trucker
Desain awal jaket trucker dikenal dengan satu saku dada, tali pengikat di bagian belakang pinggang, serta potongan kotak yang mengutamakan fungsi sebagai pakaian kerja.
Pada 1953, hadir Type II dengan dua saku dada, strap samping, dan siluet lebih longgar. Model ini kemudian menginspirasi berbagai gaya modern, termasuk jaket denim Maison Margiela yang dikenakan Kendrick Lamar di Grammy Awards 2025.
Sementara Type I dan Type II menjadi incaran kolektor vintage, Type III membawa jaket trucker masuk ke budaya populer. Aktor Judd Nelson mengenakannya dalam film The Breakfast Club, sementara Jackie Chan menjadikannya bagian dari gaya khasnya.
Memasuki 2000-an, jaket trucker semakin populer sebagai item fesyen serbaguna. Kate Moss dan Gisele Bundchen turut memopulerkan gaya kasual dengan memadukannya bersama jeans dan tank top.
Faktor di Balik Kembalinya Tren Jaket Trucker
Berbeda dengan tren fesyen yang kembali populer karena satu momen viral, kebangkitan jaket trucker berlangsung secara perlahan melalui peran desainer, brand, dan figur publik yang kembali mengangkatnya. Tren ini tumbuh berkat nostalgia terhadap gaya minimalis era 1990-an dan Y2K yang menghadirkan nuansa klasik, autentik, dan sedikit usang.
Jaket denim lama dengan warna pudar pun kini memiliki daya tarik tersendiri. Di sisi lain, perubahan tren menuju gaya yang lebih santai dan fungsional turut memperkuat popularitasnya. Siluet longgar, detail praktis, dan kemudahan dipadukan menjadi alasan jaket trucker kembali diminati.
Dengan desain sederhana namun fleksibel, jaket ini mampu menciptakan tampilan kasual yang tetap stylish. Kehadirannya kini bukan sekadar tren, melainkan jawaban atas kebutuhan gaya modern yang praktis.
Menghidupkan Kembali Jaket Trucker
Selebritas dan ikon fashion berperan besar dalam mengangkat kembali popularitas jaket trucker. Menariknya, setiap figur menghadirkan gaya berbeda, mulai dari tampilan klasik hingga interpretasi yang lebih modern.
Rose, duta global Levi’s, memilih gaya sederhana dengan jaket trucker denim terang yang dipadukan bersama busana kasual. Penampilannya menegaskan karakter jaket ini sebagai item serbaguna untuk keseharian.
Paige Chua menghadirkan kesan elegan melalui jaket trucker gelap yang dipadukan dengan busana serba hitam. Sementara itu, IN Stray Kids mengubah citra jaket trucker menjadi lebih refined dengan model hitam berpotongan ramping, denim senada, dan aksesori minimal.
Di sisi lain, Emilia Silberg membawa pendekatan lebih eksperimental dengan jaket denim berumbai dari Rabanne yang dipadukan bersama rok midi. Gaya denim-on-denim tersebut menunjukkan fleksibilitas jaket trucker dalam mengikuti perkembangan tren mode.