Harga Bijih Plastik Melonjak, Saham Emiten ini Melemah

Begini pergerakan harga saham emiten plastik yang bergerak di sektor kemasan plastik dan industri turunannya.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 16 April 2026, 14:24 WIB
Lonjakan harga bijih plastik di pasar global mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja saham emiten yang bergerak di sektor kemasan plastik dan industri turunannya; (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Lonjakan harga bijih plastik di pasar global mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja saham emiten yang bergerak di sektor kemasan plastik dan industri turunannya pada perdagangan saham Kamis (16/4/2026).

Pada perdagangan Sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI) harga saham industri bahan baku plastik, Lotte Chemical Titan Holding Berhad yang diperdagangkan dengan kode FPNI di Bursa Efek Indonesia bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hingga pukul 11.42 WIB, harga saham tercatat di level Rp 530 per saham, turun 0,93% atau terkoreksi Rp 5 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 535.

Pergerakan saham menunjukkan tekanan jual sejak pembukaan. Pada awal sesi, saham dibuka di level Rp 540 dan sempat menguat hingga menyentuh harga tertinggi Rp 570. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama seiring aksi profit taking yang mendorong harga turun hingga menyentuh level terendah harian di Rp 520 sebelum akhirnya bergerak stabil di kisaran Rp 530.

Dari sisi fundamental, kapitalisasi pasar perusahaan tercatat sekitar Rp 2,95 triliun dengan rasio price to earnings (P/E) sebesar 40,79. Sementara itu, dalam laporan keuangan terbaru, perseroan mencatat pendapatan sebesar 86,76 juta pada kuartal IV 2025, atau tumbuh tipis 0,06% secara tahunan (year-on-year).

Dalam jangka lebih panjang, saham ini memiliki rentang pergerakan yang cukup lebar, yakni antara Rp 169 hingga Rp 1.955 dalam 52 minggu terakhir. Rentang tersebut mencerminkan volatilitas tinggi yang kerap terjadi pada saham sektor petrokimia, seiring perubahan kondisi makroekonomi dan harga komoditas energi.

 

Harga Saham Lainnya

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) mengalami tekanan pada perdagangan intraday, Kamis (16/4/2026). Hingga pukul 11.43 WIB, harga saham IMPC tercatat di level Rp 2.330 per saham atau turun Rp 60 setara 2,51% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 2.390. Pergerakan saham IMPC sejak pembukaan menunjukkan tren melemah.

Dibuka di level Rp 2.400, saham sempat menyentuh posisi tertinggi di Rp 2.450 sebelum berbalik arah dan turun hingga menyentuh level terendah Rp2.270. Sepanjang sesi pagi, tekanan jual tampak mendominasi sehingga harga bergerak fluktuatif di kisaran Rp 2.300–Rp 2.350.

Secara fundamental, IMPC masih memiliki kapitalisasi pasar yang besar, mencapai sekitar Rp 128,48 triliun. Namun demikian, rasio price to earnings (P/E) perseroan yang berada di level 204,60 kali tergolong tinggi, yang bisa menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menilai valuasi saham ini. Dari sisi kinerja, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif.

Pada kuartal IV 2025, IMPC membukukan pendapatan sebesar Rp 1,25 triliun atau meningkat 13,14% secara tahunan (year-on-year). Adapun dalam rentang 52 minggu, saham IMPC bergerak cukup lebar, yakni di kisaran Rp 282 hingga Rp 4.170 per saham. Hal ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi, sekaligus membuka peluang maupun risiko bagi investor.

 

Harga Plastik Naik 80%, Pemerintah Putar Otak Cari Cara Mitigasi

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam Konferensi Pers Paket Kebijakan Ekonomi untuk Kesejahteraan di Jakarta, Senin (16/12/2024). (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyampaikan pemerintah saat ini tengah membahas langkah mitigasi atas kenaikan harga plastik, yang dipicu oleh lonjakan biaya bahan baku akibat ketidakpastian pasokan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

Ia menegaskan, kondisi tersebut telah berdampak pada pelaku UMKM, sehingga pemerintah menyiapkan langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha kecil dan menengah.

Saat ditemui di Kantor Kementerian UMKM, Maman mengakui bahwa sejumlah pelaku UMKM telah menyampaikan keluhan terkait naiknya harga plastik untuk kemasan produk.

“Sudah ada aspirasi yang masuk. Kebutuhan plastik untuk bungkus produk memang naik … Tapi kami akan siapkan mitigasinya,” kata Maman, dikutip dari Antara, Selasa (7/4/2026).

Ia mengatakan Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menentukan langkah yang tepat dalam mengatasi dampak kenaikan bahan baku plastik.

Terkait detail langkah yang akan diambil, Maman menilai masih terlalu dini untuk dijelaskan sebelum pembahasan teknis selesai.

Harga plastik di dalam negeri dilaporkan melonjak 30–80 persen menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS)-Israel, dan Iran.

Gejolak tersebut mengganggu pasokan bahan baku utama plastik dan mendorong kenaikan harga di pasar domestik.

Gangguan distribusi nafta, yakni turunan minyak bumi, serta lonjakan harga minyak global disebut sebagai pemicu utama kenaikan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku UMKM yang bergantung pada plastik sebagai bahan kemasan produk.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya