Liputan6.com, Jakarta - Sudah rahasia umum setiap konser BTS digelar, ada saja pengelola akomodasi yang menaikkan harga seenaknya. Kekhawatiran serupa membayangi penyelenggaraan konser BTS di Busan, kampung halaman Jimin dan Jungkook, yang akan berlangsung pada 12--13 Juni 2026.
Mengantisipasi lonjakan pengunjung internasional, Pemerintah Metropolitan Busan mengatakan pada Senin, 13 April 2026, bahwa mereka akan menggelar pertemuan antar-departemen pada minggu depan, menjelang konser. Fokus utama pembahasan adalah pada pada praktik penetapan harga akomodasi yang berlebihan alias getok harga dan masalah terkait.
Advertisement
Konser BTS di Busan begitu dinantikan para penggemar, terutama karena hari kedua menandai ulang tahun debut grup tersebut. Harga akomodasi melonjak lebih awal, menurut survei Januari oleh Komisi Perdagangan Adil Korea dan Badan Konsumen Korea.
Survei tersebut menemukan bahwa tarif rata-rata satu malam untuk akhir pekan konser adalah 433.999 won (sekitar Rp5 juta), 2,4 kali lebih tinggi daripada akhir pekan sebelum dan sesudahnya. Survei itu memantau tarif yang diberlakukan 135 properti, termasuk 52 hotel, 39 motel, dan 44 rumah liburan yang terdaftar di platform pemesanan utama.
Untuk mengurangi tekanan pada akomodasi, kota ini akan menampung sekitar 400 wisatawan asing mulai 11--13 Juni 2026 di Pusat Pelatihan Pemuda Geumnyeonsan dan Gudeok dengan harga 10.350 won (sekitar Rp120 ribu) per malam dan di Kuil Naewonjeong dengan harga 80.500 won (sekitar Rp935 ribu) per malam, yang terakhir termasuk makan dan kegiatan di kuil.
Staf multibahasa akan siap membantu melalui Yayasan Kota Global Busan, dengan kamar-kamar yang akan dijual pada akhir April melalui NOL World, platform penjualan tiket internasional khusus.
Gelar Sidak di Lokasi Wisata
Selama periode yang sama, Busan Youth Hostel Arpina, yang dioperasikan Perusahaan Metropolitan Busan, akan membuka 107 kamar. Akomodasi itu dapat menampung hingga 446 tamu dan mempertahankan tarif kamar regulernya untuk meringankan beban keuangan para pengunjung.
Kota ini juga berencana untuk menawarkan insentif kepada penyedia akomodasi yang tidak melakukan praktik penipuan harga. Pemerintah kota juga akan menginspeksi lokasi wisata mulai April hingga Juni 2026 di gerbang transit utama seperti Stasiun Busan dan Bandara Gimhae, serta lokasi wisata populer termasuk Pantai Haeundae dan Desa Budaya Gamcheon. Inspektur akan memeriksa aspek-aspek seperti harga, standar kebersihan, dan papan petunjuk multibahasa.
"Dengan jumlah pengunjung yang sangat besar yang diperkirakan, tugas utama kami adalah memastikan keselamatan pengunjung sekaligus meminimalkan gangguan terhadap kehidupan sehari-hari warga," kata Wali Kota Busan Park Heong-joon. "Melalui konser ini, kami akan menampilkan beragam pesona Busan dan kemampuan kota ini untuk mengelola acara berskala besar."
Konser Pertama Tur Dunia BTS Arirang
Grup beranggotakan tujuh idol itu akan menggelar 85 pertunjukan di 34 kota di Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Asia dalam tur dunia terbesar mereka. BTS WORLD TOUR 'ARIRANG' dimulai di Goyang, Provinsi Gyeonggi, minggu lalu.
Saat itu, pemerintah setempat mengambil momen itu untuk mempromosikan wisatanya. Melansir Asiae, Jumat, 10 April 2026,(10/4/2026), Wali Kota Goyang Lee Donghwan mengumumkan peluncuran resmi Goyang Contrip, sebuah program yang menggabungkan pertunjukan K-pop dengan pariwisata dan kawasan bisnis lokal, dengan mengadakan pameran khusus "BTS World Tour Arirang di Goyang."
Pameran ini menampilkan jejak tangan dan tanda tangan dari ketujuh personel BTS, dan dapat dilihat secara gratis di Pusat Informasi Wisata Goyang hingga Minggu, 12 April 2026. Acara ini diharapkan menawarkan pengalaman unik bagi para penggemar.
Sementara itu, Goyang Contrip adalah proyek konten pariwisata khusus yang dirancang untuk mempromosikan beragam infrastruktur pariwisata, budaya, dan komersial kota Goyang pada pengunjung yang datang untuk menikmati konser yang berpusat di sekitar Kompleks Olahraga Goyang.
Pemilik Restoran Gigit Jari
Sebelumnya, konser BTS gratis yang digelar Sabtu, 21 Maret 2026, melambungkan harapan sejumlah pemilik usaha, terutama yang berlokasi tak jauh dari Lapangan Gwanghwamun, Seoul, Korea Selatan. Tapi, harapan itu berubah kekecewaan dari sebagian pemilik retoran dan toko di pusat wisata Myeong-dong, sekitar 20 menit berjalan kaki dari lokasi konser.
Kerumunan besar para penonton konser BTS telah mengalihan pengunjung lain. Akibatnya, transaksi penjualan lebih rendah dari biasanya pada hari itu.
"Kami telah menyiapkan hampir dua kali lipat volume bahan baku dari biasanya. Tetapi, penjualan tadi malam bahkan lebih rendah dari penjualan hari Sabtu biasanya. Kami benar-benar kewalahan," kata manajer restoran kaki babi yang biasanya sering dikunjungi oleh turis asing, lapor Yonhap, dikutip dari Korea Times, Senin, 23 Maret 2026.
Keluhan serupa juga dilontarkan restoran-restoran lain di kawasan perbelanjaan utama Myeong-dong, termasuk restoran makanan China dan restoran ayam goreng pedas. Para pejabat menilai hal itu terjadi karena wisatawan dan pengunjung lain sengaja menghindari area tersebut karena mengkhawatirkan kerumunan yang besar.