Turki Diguncang Penembakan di Sekolah Dua Hari Berturut-turut, Terbaru 4 Orang Tewas

Lokasi penembakan sama-sama berada di wilayah selatan Turki.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 15 April 2026, 21:39 WIB
Petugas keamanan dan tim darurat Turki berdiri di halaman sekolah menengah lokasi penembakan di Kahramanmaras, Turki, Rabu (15/4/2026). (Dok. IHA/AP)

Liputan6.com, Ankara - Sedikitnya tiga siswa dan satu guru tewas serta beberapa lainnya terluka dalam insiden penembakan di sebuah sekolah di wilayah selatan Turki. Demikian menurut keterangan gubernur setempat seperti dikutip dari laporan BBC.

Peristiwa tersebut terjadi di Sekolah Menengah Ayser Calik di kawasan Kahramanmaras.

Gubernur Kahramanmaras Mukerrem Unluer mengatakan bahwa pelaku penyerangan juga tewas dalam insiden tersebut.

Sedikitnya 20 orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan tersebut, kata Unluer, seraya menambahkan bahwa beberapa korban berada dalam kondisi kritis.

Motif penembakan yang terjadi pada Rabu (15/4/2026) hingga kini belum diketahui dan penyelidikan telah diluncurkan untuk mengungkap penyebabnya.

Media Turki melaporkan bahwa pelaku memasuki dua ruang kelas dan membawa lima senjata api serta tujuh magasin, yang menurut Unluer diduga milik ayahnya yang merupakan mantan polisi.

Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan kerumunan orang, sebagian di antaranya merekam dengan telepon genggam, serta ambulans yang melaju meninggalkan area sekolah. 

Berturut-turut

Serangan pada Rabu terjadi sehari setelah insiden penembakan lain di sebuah sekolah menengah atas di Provinsi Sanliurfa, di mana seorang mantan siswa melukai 20 orang. Pelaku mengakhiri hidupnya setelah melakukan serangan.

Mengutip laporan Middle East Eye, pelaku berusia 19 tahun, yang diidentifikasi sebagai OK, menyerang Sekolah Menengah Kejuruan dan Teknik Ahmet Koyuncu, tempat ia sebelumnya pernah bersekolah. Serangan itu dilaporkan dilakukan sebagai bentuk balas dendam atas apa yang ia anggap sebagai kegagalan akademiknya. Ia juga diduga secara pribadi menyalahkan kepala sekolah.

Surat kabar Turki Sabah melaporkan bahwa OK tidak berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah menengah pertama karena sering tidak masuk dan kemudian mendaftar di sekolah menengah berbasis pendidikan jarak jauh, yang juga gagal ia selesaikan.

Laporan tersebut menambahkan bahwa ia telah mengancam sekolah tersebut selama beberapa waktu dan bahkan sempat ditahan atas ancaman tersebut sehari sebelum serangan, sebelum akhirnya dibebaskan.

"Bersiaplah, akan ada serangan di sekolah ini dalam beberapa hari," tulisnya dalam salah satu pesan.

Penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di Turki. Para komentator televisi Turki menggambarkan dua serangan yang terjadi dalam dua hari tersebut sebagai kemungkinan aksi tiruan, yang menunjukkan bahwa serangan pertama mungkin telah menginspirasi serangan kedua setelah mendapat liputan media yang luas.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya