Cara Pramono Anung Bereskan Masalah Transportasi di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono ingin menambah armada Mikrotrans dan JakLingko untuk mengurangi praktik angkutan kota (angkot) ngetem yang kerap bikin macet.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 15 April 2026, 12:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut ingin menambah armada Mikrotrans hingga JakLingko guna mengurangi praktik angkutan kota (angkot) ngetem yang kerap memicu kemacetan di ibu kota.

Menurut Pramono, penambahan armada menjadi langkah konkret untuk memperbaiki arus transportasi di tingkat masyarakat paling bawah, sekaligus menekan perilaku angkot yang berhenti terlalu lama hingga memakan badan jalan.

“Mikrotrans, JakLingko dan sebagainya, tentunya memang armada ini perlu ada penambahan. Kami akan segera mempersiapkan untuk dilakukan penambahan supaya arus transportasi di tingkat paling masyarakat ini berjalan menjadi lebih baik,” kata Pramono usai Townhall Meeting di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Ia menyampaikan kebiasaan sopir angkot ngetem menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di ibu kota, terutama di titik-titik padat aktivitas warga.

“Karena memang kalau ngetem terlalu lama itu yang menyebabkan kemacetan, apalagi kalau kemudian ada pungli, ada macam-macam. Dan itu yang akan kami lakukan pembenahan,” katanya.

 

Sistem Pengelolaan Transportasi

Heru menegaskan JakLingko dan Mikrotrans merupakan dua transportasi publik yang berbeda. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pramono juga menyatakan, sistem pengelolaan Mikrotrans dan JakLingko selama ini telah berjalan transparan, bahkan memberikan layanan gratis bagi masyarakat.

“Kalau untuk Mikrotrans maupun JakLingko kan sebenarnya sudah sangat transparan. Nggak ada daerah yang seperti Jakarta yang pengelolaannya transparan, apalagi digratiskan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat dinamika di lapangan, termasuk persaingan antarangkutan yang kerap memicu perebutan penumpang.

Ke depan, Pemprov DKI berharap penambahan armada dan pembenahan sistem transportasi ini dapat mengurangi kemacetan sekaligus menciptakan layanan angkutan umum yang lebih tertib dan terintegrasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya