Dalil Adab terhadap Guru, Pandangan Ulama dan Contohnya

Dalil adab terhadap guru menjadi dasar penting bagaimana seorang murid memuliakan guru supaya mendapatkan keberkahan ilmu

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 17 April 2026, 11:00 WIB
Ilustrasi siswa, pelajar, murid SMA, anak sekolah. (Photo by Ed Us on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Guru menempati posisi yang sangat mulia dalam ajaran Islam. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pewaris para nabi (waratsatul anbiya'), pembimbing akhlak, dan penerang jalan kebenaran. Dalil adab terhadap guru menjadi bagian penting bagaimana murid memuliakan gurunya.

Mengingat kedudukannya yang agung, adab terhadap guru menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap penuntut ilmu. Islam telah memberikan panduan lengkap tentang bagaimana seorang murid harus bersikap dan berperilaku terhadap gurunya.

Tuntunan ini berasal dari Al-Qur'an, hadits Nabi SAW, serta penjelasan para ulama dalam berbagai kitab klasik seperti Adab Thalib karya Syaikh Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab Ad-Dunya Wa Ad-Diin karya Imam Al-Mawardi, Ta’lim Muta’allim karya Syaikh Burhanuddin Az-Zarnuji, Adabul ‘Alim wal Muta’allim karya KH. Hasyim Asy’ari, dan Ihya’ Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali.

Berikut ini dalil-dalil adab terhadap guru, adab-adab yang harus dilakukan, hal-hal yang harus dihindari (su'ul adab), serta hikmah di baliknya.

Dalil Adab terhadap Guru

Dalil-dalil berikut berasal dari Al-Qur’an, hadits, serta perkataan para ulama yang termuat dalam kitab-kitab rujukan.

I. Dalil dari Al-Qur’an 

1. QS. Al-Mujadalah (58): 11

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini menegaskan bahwa Allah memberikan derajat yang tinggi kepada orang-orang berilmu. Para mufasir menjelaskan bahwa kemuliaan ini akan semakin sempurna jika disertai dengan adab terhadap pemilik ilmu, yaitu guru.

Imam Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim bahkan menyebut bahwa keberhasilan menuntut ilmu bergantung pada penghormatan terhadap ilmu dan ahlinya.

2. QS. Al-Baqarah (2): 34

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

Artinya: “(Ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!’ Maka mereka pun sujud, kecuali Iblis. Ia menolaknya dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan kafir.”

Dalam tafsir, sujud para malaikat kepada Adam AS dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada keilmuan yang Allah anugerahkan kepada Nabi Adam. Ketaatan dan penghormatan terhadap pemilik ilmu (guru) adalah cerminan ketaatan kepada Allah, sementara kesombongan Iblis menjadi pelajaran bahwa merendahkan guru dapat menyebabkan kehancuran.

II. Dalil dari Hadits

1. Hadits tentang Memuliakan Ulama

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُجِلَّ كَبِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ»

Artinya: “Bukanlah termasuk golongan kami, orang yang tidak menyayangi yang muda, tidak menghormati yang tua, dan tidak mengetahui hak ulama kami.” (HR. Al-Bazzar 2718, Ahmad 5/323, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Targhib 1/117)

Hadits ini dengan tegas menyatakan bahwa mengenali dan memenuhi hak seorang guru atau ulama adalah bagian dari keimanan seseorang.

2. Hadits tentang Akibat Meremehkan Guru

وَرُوِيَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: مَنِ اسْتَخَفَّ بِأُسْتَاذِهِ ابْتَلَاهُ اللَّهُ تَعَالَى بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: نِسْيَانَ مَا حَفِظَ، وَكَلَّ لِسَانَهُ، وَافْتَقَرَ فِي آخِرِهِ

Artinya: “Diriwayatkan dari Nabi Muhammad ﷺ, beliau bersabda: ‘Siapa saja yang meremehkan ustadznya, niscaya Allah turunkan bala pada tiga hal. Pertama, ia menjadi lupa terhadap hafalannya. Kedua, terkelu lidahnya. Ketiga, pada akhirnya ia akan membutuhkan ustadznya.’” (Syekh M. Nawawi Banten, Salalimul Fudhala, hlm. 84)

Hadits ini menunjukkan bahwa su'ul adab terhadap guru memiliki konsekuensi spiritual yang sangat serius, termasuk hilangnya keberkahan ilmu yang telah dipelajari.

III. Dalil dari Pandangan Ulama

1. Imam Az-Zarnuji – Kitab Ta’lim Muta’allim

اعْلَمْ بِأَنَّ طَالِبَ الْعِلْمِ لَا يَنَالُ الْعِلْمَ وَلَا يَنْتَفِعُ بِهِ إِلَّا بِتَعْظِيمِ الْعِلْمِ وَأَهْلِهِ وَتَعْظِيمِ الْأُسْتَاذِ وَتَوْقِيْرِهِ

Artinya: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya seorang pelajar tidak akan bisa mendapatkan ilmu dan manfaat ilmu kecuali dengan menghormati ilmu dan orang yang berilmu, memuliakan guru dan menghormatinya.”

Beliau juga mengutip:

قِيلَ مَا وَصَلَ مَنْ وَصَلَ إِلَّا بِالْحُرْمَةِ، وَمَا سَقَطَ مَنْ سَقَطَ إِلَّا بِتَرْكِ الْحُرْمَةِ

Artinya: “Dikatakan, tidak sukses orang yang telah sukses kecuali dengan hormat, dan tidak gagal orang yang gagal kecuali disebabkan tidak hormat.” (Ta’limul Muta’allim, hlm. 55)

2. KH. Hasyim Asy’ari – Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’allim

نَحْنُ إِلَى قَلِيلٍ مِنَ الْأَدَبِ أَحْوَجُ مِنَّا إِلَى كَثِيرٍ مِنَ الْعِلْمِ

Artinya: “Kita lebih membutuhkan adab (meskipun) sedikit dibanding ilmu (meskipun) banyak.” (Adabul ‘Alim wal Muta’allim, hlm. 9)

3. Imam Al-Ghazali – Kitab al-Adab fid Din

Beliau merinci sepuluh adab murid terhadap guru, di antaranya: mendahului salam, tidak banyak bicara di depan guru, berdiri ketika guru berdiri, tidak menyangkal perkataan guru, dan tidak bertanya ketika guru sedang lelah (Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali, hlm. 431).

4. Imam Ibnu Hazm

“Para ulama bersepakat, wajibnya memuliakan ahli al-Qur’an, ahli Islam dan Nabi. Demikian pula wajib memuliakan khalifah, orang yang punya keutamaan dan orang yang berilmu.” (al-Adab as-Syar’iah 1/408).

5. Imam Ahmad bin Hanbal

مَنْ وَقَّرَ الْعَالِمَ وَقَّرَ عِلْمًا، وَمَنِ اسْتَهَانَ بِالْعَالِمِ ضَاعَ عِلْمُهُ

Artinya: “Siapa yang menghormati ulama (guru), berarti ia menghormati ilmu. Dan siapa yang meremehkan ulama (guru), maka ilmunya akan hilang.” (Dikutip dalam Kunci Berkah Ilmu Ada Pada Guru, laman MUI Sulsel).

Contoh Praksis Adab Murid terhadap Guru

Berdasarkan berbagai sumber di atas, berikut adalah adab-adab utama yang harus dimiliki seorang murid terhadap gurunya:

1. Memilih guru dengan selektif

Seorang murid hendaknya tidak sembarangan dalam memilih guru. Ia harus mencari sosok guru yang lurus aqidah dan manhajnya, kokoh keilmuannya, bertaqwa, berakhlak mulia, serta dapat menjadi teladan yang baik. Pemilihan yang cermat akan menentukan kualitas ilmu yang diperoleh dan keberkahannya.

2. Memuliakan dan menghormati guru

Murid wajib memandang gurunya dengan penuh pengagungan, meyakini keahliannya, serta tidak merendahkan atau meremehkan sekecil apa pun. Penghormatan ini diwujudkan dalam sikap, ucapan, dan perbuatan, baik ketika bersama guru maupun di belakangnya.

3. Memberi salam terlebih dahulu

Setiap kali bertemu dengan guru, seorang murid dianjurkan untuk mendahului mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan dan pembuka komunikasi yang santun. Ini juga menumbuhkan rasa kasih sayang dan kedekatan yang positif.

4. Rendah hati (tawadhu’) dan tidak sombong

Murid harus bersikap rendah hati di hadapan guru. Ia tidak boleh merasa lebih pintar, lebih kaya, atau lebih tinggi kedudukannya. Tawadhu’ membuat hati bersih dan siap menerima ilmu, sementara kesombongan menjadi penghalang utama keberkahan.

5. Tidak berjalan di depan guru

Sebagai tanda hormat, seorang murid sebaiknya tidak berjalan di depan gurunya, kecuali dalam keadaan darurat atau dengan izin. Lebih utama berjalan di belakang atau di samping dengan posisi yang tidak mengganggu.

6. Tidak memulai bicara tanpa izin

Murid hendaknya tidak berbicara atau bertanya kepada guru kecuali setelah mendapat isyarat atau izin. Hal ini menjaga kekhusyukan guru dan mengajarkan kesopanan dalam majelis ilmu.

7. Mendengarkan dengan seksama

Ketika guru sedang menerangkan, murid wajib menyimak dengan penuh perhatian, tidak menyela, tidak mendahului penjelasan, dan tidak mengobrol dengan teman. Diam yang penuh konsentrasi adalah kunci untuk memahami ilmu yang disampaikan.

8. Berdiri ketika guru berdiri

Jika guru berdiri dari majelis atau masuk ke suatu ruangan, murid dianjurkan untuk ikut berdiri sebagai bentuk penghormatan. Ini menunjukkan bahwa murid menghargai keberadaan dan pergerakan gurunya.

9. Tidak menyangkal perkataan guru secara frontal

Murid tidak boleh mengatakan “Pendapat fulan berbeda dengan Anda” atau langsung membantah di hadapan guru. Jika ada perbedaan pemahaman, sebaiknya disampaikan dengan cara yang sangat halus, di waktu yang tepat, dan dengan niat untuk belajar, bukan untuk mengalahkan.

10. Mendoakan kebaikan untuk guru

Seorang murid yang baik selalu mendoakan gurunya, baik ketika masih hidup maupun setelah wafat. Doa yang dipanjatkan dengan ikhlas akan kembali kepada murid itu sendiri sebagai keberkahan dan pahala yang terus mengalir.

11. Mencontoh akhlak guru

Guru adalah teladan. Murid dianjurkan untuk mengikuti kebiasaan baik, cara ibadah, dan kepribadian gurunya yang sesuai dengan syariat. Dengan mencontoh, murid tidak hanya belajar ilmu secara teori, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

12. Tidak bertanya saat guru sedang lelah atau bosan

Murid yang peka akan kondisi gurunya akan menahan diri untuk tidak banyak bertanya ketika guru tampak lelah, sakit, atau sedang tidak bersemangat. Ia menunggu waktu yang lebih tepat agar penjelasan guru dapat diterima dengan optimal.

13. Memperhatikan etika menerima sesuatu dari guru

Ketika guru memberi sesuatu (baik ilmu, nasihat, atau barang), murid menerimanya dengan tangan kanan, penuh hormat, dan mengucapkan terima kasih. Begitu pula jika murid ingin memberikan sesuatu kepada guru, ia melakukannya dengan cara yang sopan dan tidak memalukan.

14. Sabar menghadapi guru

Guru adalah manusia biasa yang bisa saja khilaf atau marah. Murid yang beradab akan bersabar, tidak cepat tersinggung, dan tetap berprasangka baik (husnuzh zhan) terhadap gurunya. Kesabaran ini melatih kedewasaan emosi dan memperkuat ikatan batin dalam menuntut ilmu.

Hikmah Menjaga Adab terhadap Guru

Berikut adalah beberapa hikmah menjaga adab terhadap guru beserta penjelasan singkatnya, berdasarkan tuntunan dari Adab Thalib, Adab Ad-Dunya Wa Ad-Diin (Imam Al-Mawardi), Ta’lim Muta’allim (Syaikh Az-Zarnuji), dan kitab-kitab klasik lainnya.

1. Mendapatkan keberkahan ilmu

Keberkahan ilmu adalah manfaat yang melampaui sekadar hafalan atau pemahaman; ia mencakup kemudahan mengamalkan, ketenangan hati, dan pahala yang terus mengalir. Dengan beradab kepada guru, seorang murid membuka pintu keberkahan yang membuat ilmunya terasa ringan dan membawa kebaikan di dunia serta akhirat.

2. Ilmu lebih mudah masuk ke dalam hati

Hati yang penuh hormat dan bersih dari kesombongan akan lebih lentur menerima cahaya ilmu. Imam Asy-Syafi’i menyatakan bahwa ilmu adalah cahaya yang tidak akan diberikan Allah kepada ahli maksiat atau hati yang kotor. Dengan adab, hati menjadi suci sehingga proses transfer ilmu dari guru berjalan optimal.

3. Mendapat keridaan Allah

Memuliakan guru berarti memuliakan ilmu, dan memuliakan ilmu adalah bagian dari mengagungkan syariat Allah. Allah SWT berfirman bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu. Keridaan Allah adalah tujuan tertinggi setiap Muslim, dan adab terhadap guru adalah salah satu jalannya.

4. Terangkat derajat di dunia dan akhirat

Seorang murid yang beradab akan dihormati oleh guru, teman-temannya, dan masyarakat. Di akhirat, derajatnya diangkat sesuai dengan kadar keikhlasan dan adabnya dalam menuntut ilmu. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang paling dicintai dan dekat dengannya pada hari Kiamat adalah mereka yang paling baik akhlaknya.

5. Terhindar dari kebodohan sepanjang hayat

Imam Asy-Syafi’i dalam syairnya mengingatkan bahwa barangsiapa tidak merasakan kehinaan dalam proses belajar (karena sombong atau tidak beradab), maka ia akan meminum hinanya kebodohan sepanjang hidupnya. Adab melindungi seseorang dari kesombongan yang menjadi penghalang utama untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

6. Hubungan yang harmonis dengan guru

Adab menciptakan suasana belajar yang nyaman, saling menghormati, dan penuh kasih sayang. Guru akan lebih ikhlas mengajarkan ilmu, sementara murid akan lebih mudah bertanya dan berdiskusi tanpa rasa takut atau canggung. Hubungan yang baik ini menjadi fondasi keberhasilan pendidikan.

7. Menjadi teladan bagi orang lain

Seorang murid yang menjaga adab terhadap guru akan dilihat dan ditiru oleh teman-temannya, adik kelas, bahkan keluarganya. Ia menjadi duta akhlak mulia yang secara tidak langsung menyebarkan budaya hormat dan santun dalam masyarakat. Ini adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

8. Mendapat doa dari guru

Doa seorang guru (terutama guru agama dan orang tua) adalah doa yang mustajab. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa doa orang tua untuk anaknya, doa orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang terzalimi akan dikabulkan. Doa guru yang ikhlas untuk muridnya dapat menjadi penyebab kesuksesan dunia-akhirat, keturunan yang shalih, dan kemudahan dalam segala urusan.

9. Memperpanjang keberkahan umur dan waktu

Dengan adab, seorang murid akan lebih disiplin, menghargai waktu, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar. Guru pun akan lebih sering meluangkan waktu untuk membimbing murid yang berakhlak baik. Hal ini membuat waktu yang terbatas menjadi lebih produktif dan penuh manfaat.

10. Mendapat syafaat guru di akhirat

Para ulama menyebutkan bahwa seorang guru yang saleh dapat memberi syafaat kepada murid-muridnya yang beradab dan istiqamah di jalan ilmu. Syafaat ini adalah karunia besar di hari ketika tidak ada yang bisa menolong kecuali dengan izin Allah.

People also Ask:

Surat apa yang menjelaskan tentang adab kepada guru?

Musa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?” (QS. Alkahfi: 66) ini adalah pertanyaan yang santun yang menunjukkan adab yang mulia kepada guru.

Apa kata hadits tentang menghormati guru?

Hadist Tentang Pentingnya Belajar dan Menghormati Guru – HR ...Hadist Tentang Pentingnya Belajar dan Menghormati Guru – HR. Thabrani. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tabrani: 💬 “Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.”

Sebutkan 3 adab seorang murid kepada guru?

Adab Terhadap GuruMendoakan kebaikan untuk guru.Tidak menggaduh di hadapan guru.Menghormati hak guru.4.Merendahkan diri di hadapan guru.Duduk, bertanya, dan mendengarkan dengan baik.Bersabar terhadap kesalahan guru.

Apa yang dikatakan Ali bin Abi Thalib tentang guru?

Jangan Sampai Ilmu Kita Tanpa Berkah! Ilmu yang tinggi tidak ...Menghormati Guru adalah adab tertinggi. Sebagaimana Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengajarkan: “Aku adalah budak bagi siapapun yang mengajarkan ilmu kepadaku, walau hanya satu huruf.” Ini menunjukkan kita harus memposisikan diri sangat rendah dan memuliakan mereka yang telah memberi kita ilmu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya