Liputan6.com, Jakarta - Sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan berbagai amalan sunnah. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah, apakah boleh minum sebelum shalat Idul Adha?
Pertanyaan itu wajar mengingat ada anjuran untuk tidak makan sebelum Idul Adha. Sebagai gantinya, terdapat berbagai amalan sunnah sebelum sholat Idul Adha.
Advertisement
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen paling agung dalam Islam yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Pada hari tersebut, terdapat berbagai amalan yang salah satu di antara paling dinanti, yaitu ibadah kurban. Tak banyak disadari, hukum makan dan minum Idul Adha terkait erat dengan ibadah ini.
Artikel ini akan membahas hukum minum sebelum shalat Idul Adha, merujuk ebook Bekal-Bekal di Dalam Menyambut Idul Adha, karya Ustadz Abū Salmâ al-Atsarî, Jurnal Wawasan As-Sunnah tentang Qurban dan Idul Adha, oleh Sulidar, yang bersumber dalil, pandangan ulama.
Hukum Minum sebelum Sholat Idul Adha
Hukum minum sebelum shalat Idul Adha pada dasarnya mengikuti hukum makan. Para ulama sepakat bahwa disunnahkan untuk tidak makan dan tidak minum sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, berbeda dengan Idul Fitri yang justru dianjurkan makan terlebih dahulu.
Artinya, minum sebelum shalat Idul Adha hukumnya boleh (mubah), namun meninggalkannya (tidak minum) lebih utama karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Tak ada anjuran untuk makan dan minum atau sarapan sebelum shalat Idul Adha. Muslim tidak disunahkan untuk sarapan sebelum salat Idul Adha, tetapi jika mereka ingin sarapan sebelum shalat Id, hal itu juga tidak menjadi masalah karena bukan larangan dalam syariat Islam.
Sebenarnya, baik makan ataupun minum sebelum shalat Idul Adha itu bukan dilarang, melainkan hanya anjuran. Anjuran itu berhubungan dengan sunnah, sesuatu yang pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Karenanya, umat muslim dianjurkan untuk menjalankan sunnah tersebut.
Dalil Anjuran Tidak Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Adha
Anjuran untuk tidak makan dan minum sebelum shalat Idul Adha didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Buraidah radhiyallahu 'anhu. Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW bersabda:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَطْعَمَ وَيَوْمَ النَّحْرِ لاَ يَاْكُلُ حَتَّى يَرْجِعَ فَيَاْكُلُ مِنْ نَسِيْكَتِهِ
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak keluar untuk Shalat Idul Fitri sebelum makan, sedangkan pada Hari Raya Qurban (Idul Adha) beliau tidak makan hingga kembali (dari Shalat) lalu beliau makan dari sembelihannya." (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)
Hadis ini secara tegas menunjukkan perbedaan perilaku Rasulullah SAW antara Idul Fitri dan Idul Adha. Pada Idul Fitri, beliau makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat sebagai penanda berakhirnya puasa Ramadhan. Sementara pada Idul Adha, beliau menahan diri dari makan hingga selesai shalat, kemudian baru makan dari hasil kurbannya.
Dalam riwayat lain, Abdullah bin Buraidah dari ayahnya menyebutkan:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berangkat shalat 'ied pada hari Idul Fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat 'ied baru beliau menyantap hasil qurbannya." (HR. Ahmad 5:352, dinilai hasan oleh Syaikh Syu'aib Al-Arnauth)
Hadis ini menjadi dalil utama bahwa anjuran tidak makan sebelum shalat Idul Adha berlaku bagi semua umat Islam yang hendak melaksanakan shalat Idul Adha, baik yang berkurban maupun mereka yang tidak berkurban. Syaikh Syu'aib al-Arnauth dalam takhrijnya menyatakan bahwa hadits ini hasan.
Keringanan bagi yang Tidak Berkurban
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai cakupan anjuran ini. Menurut sebagian ulama, sunnah tidak makan sebelum shalat Idul Adha hanya berlaku bagi orang yang memiliki hewan qurban sehingga ia bisa makan dari hasil sembelihannya nanti. Adapun jika seseorang tidak memiliki hewan kurban, maka ia diperbolehkan makan apa saja yang halal lagi baik sebelum sholat Idul Adha.
Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, "Imam Ahmad berkata: 'Saat Idul Adha dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan hasil sembelihan qurban. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam makan dari hasil sembelihan qurbannya. Jika seseorang tidak memiliki qurban (tidak berqurban), maka tidak masalah jika ia makan terlebih dahulu sebelum shalat 'ied.'" (Al-Mughni, 2:228).
Sementara itu, menurut ulama Syafiiyah, seseorang dianjurkan tidak makan atau imsak sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, baik ia mau berkurban atau tidak. Anjuran ini berlaku umum bagi semua muslim yang hendak melaksanakan shalat Id.
Hukum minum sebelum shalat Idul Adha adalah boleh, namun meninggalkannya lebih utama karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Anjuran ini lebih ditekankan bagi mereka yang akan melaksanakan ibadah kurban. Bagi yang tidak berkurban atau memiliki uzur (sakit, lapar berlebihan, dll.), diperbolehkan untuk makan dan minum sebelum shalat.
Hikmah di Balik Anjuran Tidak Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Adha
Para ulama menjelaskan beberapa hikmah mendalam di balik perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha terkait anjuran makan sebelum shalat.
Imam al-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarah al-Muhadzdzab menjelaskan hikmah dan rahasia yang terkandung di dalam makan sebelum dan sesudah shalat 'Id, di antaranya:
1. Solidaritas dengan Fakir Miskin
Pada Idul Fitri, zakat fitrah (sedekah wajib) disalurkan sebelum shalat, sehingga fakir miskin sudah bisa menikmati makanan pagi itu. Karena itu, umat Islam yang mampu dianjurkan makan terlebih dahulu sebagai bentuk kebersamaan. Pada Idul Adha, daging kurban baru bisa dinikmati setelah shalat dan penyembelihan. Maka, umat Islam dianjurkan menahan makan hingga selesai shalat, lalu makan bersama dari hasil kurban sebagai bentuk kebersamaan dengan fakir miskin.
2. Pembeda dengan Hari Puasa
Sebelum Idul Fitri, umat Islam menjalani puasa Ramadhan sebulan penuh. Makan sebelum shalat Idul Fitri menjadi penanda bahwa hari tersebut bukan lagi hari puasa. Sementara sebelum Idul Adha, tidak ada puasa wajib, sehingga tidak diperlukan tanda khusus untuk membedakannya.
3. Semangat Bersegera Berkurban
Dengan menahan makan, seseorang akan lebih bersemangat dan bersegera dalam menyembelih hewan kurban serta menikmatinya bersama-sama setelah shalat. Hal ini juga mengajarkan kedisiplinan dan pengendalian diri walaupun hanya sebentar.
4. Kesiapan Spiritual dan Fisik
Tidak makan dan minum sebelum shalat melambangkan pengendalian diri. Ini merupakan bentuk kesiapan spiritual dan fisik untuk beribadah serta merenungkan makna pengorbanan yang menjadi inti perayaan Idul Adha.
5. Melatih Jiwa untuk Berkorban (Itsar)
Menunda makan sebelum shalat Idul Adha adalah sunnah yang mengandung hikmah mendalam. Selain sebagai bentuk meneladani Rasulullah SAW, hal ini juga mengajarkan kedisiplinan dan semangat pengorbanan. Dengan mengikuti sunnah ini, seorang muslim turut memperkuat makna spiritual dari Hari Raya Idul Adha.
Amalan-Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha
Selain anjuran untuk tidak makan dan minum, terdapat beberapa amalan sunnah lain yang dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. Mengutip karya Syekh Wahbah Zuhaili, Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, setidaknya ada lima amalan utama yang dapat dilaksanakan:
1. Menghidupkan Malam Takbiran
Hal pertama dalam menyambut hari raya adalah dengan menghidupkan malam Idul Adha. Masyarakat biasa menyebutnya malam takbiran karena di malam ini takbir saling bersahutan. Kita dianjurkan menghidupkan malam ini dengan rupa dzikir, terutama takbir, shalawat, shalat malam, dan lain sebagainya. Malam takbiran ini merupakan salah satu waktu mustajab, di mana besar kemungkinan doa kita dikabulkan Allah SWT.
2. Mandi, Memakai Wewangian, dan Mengenakan Pakaian Terbaik
Hal ini dianalogikan dengan shalat Jumat. Nabi SAW sering mengingatkan jika seorang muslim hendak beribadah secara berjamaah agar mandi terlebih dahulu. Juga memakai wewangian supaya selain menjadikan diri sendiri segar, juga agar orang lain tidak terganggu dengan aroma tak sedap dari badan kita. Kenakan pakaian terbaik yang kita miliki, karena ini dianjurkan dan diamalkan oleh Sahabat Nabi SAW.
Imam Nawawi dalam Al-Majmu' (juz 5) menjelaskan: "Dan sunnah mandi untuk shalat dua hari raya berdasarkan ijma' ulama, sebagaimana halnya untuk shalat Jumat". Syaikh Sayyid Bakri Syatha dalam I'anatut Thalibin (juz 2) juga menyebutkan: "Disunnahkan berhias di hari raya, dengan memakai pakaian terbaik dan memakai wewangian".
3. Berangkat ke Tempat Shalat dengan Berjalan Kaki
Amalan lainnya pada saat Idul Adha adalah berjalan kaki ketika berangkat menuju ke tempat shalat Id. Hal ini berdasarkan kebiasaan atau sunnah Rasulullah, di mana beliau tidak pernah menunggangi tunggangan saat berangkat menuju ke tempat shalat Id. Kemudian biasanya antara jalan pergi dan pulang, Rasulullah menempuh jalan yang berbeda.
Syaikh Zakariya al-Anshari dalam Fathul Wahhab (juz 1) menyebutkan: "Disunnahkan berjalan menuju tempat shalat jika tidak menyusahkan".
4. Tidak Makan Terlebih Dahulu Sebelum Shalat
Berbeda dengan Idul Fitri, saat Idul Adha kita dianjurkan untuk tidak terburu-buru sarapan. Sebaiknya, kita makan setelah shalat. Bahkan, jika memungkinkan, kita baru makan setelah daging kurban telah siap disantap.
5. Memperbanyak Takbir Sepanjang Perjalanan
Disunnahkan untuk mengeraskan suara takbir dalam perjalanan menuju tempat shalat, sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan syiar Islam. Takbir ini dianjurkan sejak malam hari raya hingga selesai shalat.
People also Ask:
Apakah sebelum shalat Idul Adha harus berpuasa?
Terkait dengan berpuasa sebelum sholat Idul Adha ternyata termasuk dalam sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Bahkan sunnah ini termasuk dalam salah satu hal yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Apakah boleh minum air putih sebelum salat Idul Adha?
Bahkan sunnah ini termasuk dalam salah satu hal yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Apakah boleh minum air putih sebelum salat Idul Adha? Hukum minum sebelum Shalat Idul Adha adalah sunnah, meskipun dianjurkan untuk menahan diri dari makan dan minum hingga shalat selesai, hal tersebut tidak haram jika dilakukan.
Apa yang tidak boleh dilakukan saat hari raya Idul Adha?
Larangan Bagi Orang yang BerkurbanPotong Kuku dan Rambut. ...2. Larangan Makan untuk Orang yang Berkurban. ...3. Jual Bulu, Kulit, dan Daging Hewan Kurban. ...Penyembelihan Hewan Kurban Sebelum Shalat Idul Adha. ...Menghambat Pemotongan Hewan Kurban. ...6. Upah untuk Penyembelih Hewan Menggunakan Daging Kurban.
Apa saja yang disunnahkan sebelum shalat Idul Adha?
Sebelum melangkah ke Shalat Idul Adha, ada beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk kita lakukan—mulai dari mandi sebelum shalat, memakai pakaian terbaik, hingga tidak makan terlebih dahulu sebelum shalat. Amalan ini bukan hanya pelengkap, tapi juga bentuk keteladanan dari Rasulullah SAW.