Liputan6.com, Jakarta - Akuarium Sunshine di Distrik Toshima, Tokyo, Jepang, memperbarui seragam staf mereka untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun. Seragam tersebut seluruhnya terbuat dari kain daur ulang dari jaring ikan yang semula akan dibuang.
Melansir The Straits Times, Selasa, 14 April 2026, pihak akuarium mengatakan bahwa seragam tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran tentang sampah laut.
Advertisement
Menurut survei tahun fiskal 2022 oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang, alat tangkap ikan menyumbang lebih dari 40 persen dari sampah buatan manusia yang terdampar di garis pantai dan muara Jepang.
Jaring ikan plastik, khususnya, menyumbang 11 persen dari total sampah tersebut. Ada kekhawatiran bahwa ketika hanyut di laut, jaring tersebut dapat menjerat kehidupan laut atau dikira makanan dan dimakan oleh ikan, sehingga menyebabkan kondisi serius.
Jaring ikan yang digunakan oleh industri perikanan Jepang sebagian besar terbuat dari poliester, sejenis plastik. Sebagian besar dibakar atau dibuang ke tempat pembuangan sampah tanpa didaur ulang, sehingga pembentukan metode daur ulang menjadi tantangan besar.
Dengan latar belakang ini, Sunshine Aquarium memutuskan membuat seragam baru yang terbuat dari poliester. Mereka bekerja sama dengan "Team Re:ism," sebuah konsorsium perusahaan yang terlibat dalam inisiatif sirkulasi sumber daya untuk jaring ikan bekas.
Dengan memanfaatkan "daur ulang kimia," sebuah teknologi untuk memproses dan memurnikan limbah dengan mengubah struktur kimianya untuk menciptakan produk baru, tim tersebut telah berhasil mendaur ulang jaring ikan plastik.
Tingkat Daur Ulang Rendah
Shuta Sashida dari Caitac Group yang berbasis di kota Okayama, sebuah perusahaan perdagangan tekstil yang berpartisipasi dalam konsorsium dan terlibat dalam produksi seragam baru tersebut, mengatakan, "Dibanding barang-barang seperti botol plastik, tingkat daur ulang jaring ikan bekas rendah, jadi kami ingin membantu menyebarkan kesadaran tentang inisiatif ini."
Desain tersebut dikembangkan selama kurang lebih delapan bulan dan berpusat pada tema "belum pernah terjadi sebelumnya," "ramah lingkungan," "fungsional," dan "tanpa gender." Tim tersebut fokus pada warna dan ukuran yang sesuai untuk pria dan wanita, serta kemudahan dalam mengenakan dan melepasnya.
Seragam baru tersebut dilaporkan mendapat sambutan baik dari staf. "Kami berharap seragam baru ini akan menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk memikirkan masalah sampah laut," kata seorang pejabat Sunshine Aquarium.
Seragam dalam Inisiasi Serupa
Akuarium tersebut bukan satu-satunya yang menginisiasi seragam daur ulang. Pada 2022, maskapai India, Akasa Air, mencuri perhatian lewat desain seragam awak kabin mereka.
Mereka tak lagi mengikuti pakem yang ada, yakni pramugari mengenakan rok, sari, dan sepatu hak, melainkan menciptakan gaya yang lebih kasual. Inovasinya juga memasukkan semangat ramah lingkungan, yakni dengan menggunakan material hasil daur ulang sampah laut.
Melansir Conde Nast Traveller, 9 Juli 2022, seragam yang didesain Rajesh Pratap Singh itu mengambil inspirasi dari bandhgala, yakni setelan formal dengan leher tertutup khas negara bagian Jodhpur, India. Desain itu memungkinkan seragam terkesan lebih menyenangkan, praktis, dan baik untuk planet Bumi.
Sneakers Ramah Lingkungan
Awak kabin akan mengenakan setelan celana sporty hitam, atasan berwarna oranye, dan jaket yang nyaman selama dalam penerbangan. Material seragam terbuat dari poliester hasil daur ulang botol plastik PET hasil pengumpulan sampah laut. Materialnya lentur untuk menjami kenyamanan para pramugari selama jadwal penerbangan yang sibuk.
Seragam dilengkapi sneakers buatan brand lokal India, Vania Moon. Sepatu dengan logo A itu disebut ringan dan memiliki bantalan ekstra dari ujung jari hingga tumit. Fungsinya untuk mendukung aktivitas pramugari yang berdiri dan berjalan dalam waktu lama.
Sol sneakers itu terbuat dari karet daur ulang dan diklaim tanpa plastik sama sekali. Seragam yang simpel dan nyaman itu diapresiasi positif oleh mayoritas warganet. Utamanya mereka menyoroti sneakers resmi para awak kabin.