Liputan6.com, Ankara - Seorang mantan siswa melakukan aksi penembakan di sebuah sekolah menengah kejuruan di wilayah tenggara Turki pada Selasa (14/4/2026), yang mengakibatkan sedikitnya 16 orang terluka sebelum pelaku mengakhiri hidupnya sendiri.
Peristiwa tersebut terjadi di Kota Siverek, Provinsi Sanliurfa. Pelaku yang berusia 18 tahun, bersenjatakan senapan, melepaskan tembakan secara acak di lingkungan sekolah sebelum akhirnya bersembunyi di dalam gedung.
Advertisement
Gubernur Sanliurfa Hasan Sildak menyampaikan bahwa pelaku kemudian meninggal dunia setelah menembak dirinya sendiri dengan senapan yang sama.
"Individu tersebut berhasil dikepung di dalam gedung melalui intervensi polisi dan meninggal setelah menembak dirinya sendiri," ujar Sildak kepada wartawan seperti dikutip dari laporan Associated Press.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 10 siswa, empat guru, satu karyawan kantin, dan seorang petugas polisi mengalami luka-luka. Sebagian besar korban dirawat di Siverek, sementara lima orang yang terdiri dari guru dan siswa dipindahkan ke rumah sakit di ibu kota provinsi karena kondisi mereka yang lebih serius.
Hingga saat ini, motif penyerangan belum diketahui.
Sebelumnya, laporan media menyebutkan bahwa seluruh siswa telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Satuan operasi khusus kepolisian juga dikerahkan setelah pelaku menolak untuk menyerah.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan puluhan siswa berlarian keluar dari gedung sekolah menuju gerbang dan ke jalan untuk menyelamatkan diri.
Pihak berwenang menyatakan bahwa penyelidikan menyeluruh akan dilakukan untuk mengungkap latar belakang dan detail kejadian ini.