Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama Perseroan Winarto pada Senin, 13 April 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (14/4/2026), perseroan telah menerima surat pengunduran diri Winarto selaku Direktur Utama Perseroan pada 13 April 2026.
Advertisement
“Tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan,” tulis Corporate Secretary PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Agung Praptono dalam keterbukaan informasi BEI.
Mengutip laman ancol.com, Winarto menjabat sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk sejak 18 Agustus 2022 berdasarkan hasil keputusan pemegang saham tahunan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Ia meraih gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Gadjah Mada pada 1983. Berikut perjalanan karier Winarto:
- Dewan Pengawas Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (2021-April 2023)
- Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (2016 - 2021)
- Direktur Rekreasi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (2011 – 2014)
- Direktur Utama PT Jaya Ancol Pratama Tol (2010 – 2012)
- Direktur Properti dan Rekreasi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (2008 – 2011)
- Direktur Properti PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (2005 – 2008)
- Wakil Direktur Properti PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (2002 – 2005)
- Direktur Utama PT Philindo Sporting And Tourism Indonesia (2002 – 2015)
- Presiden Komisaris PT Seabreez Indonesia (2002 – 2015)
Adapun PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk akan menggelar Rapat Umum Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 14 April 2026.Ada tujuh agenda yang akan diputuskan dalam RUPST Perseroan antara lain persetujuan atas laporan tahunan perseroan, persetujuan atas rencana penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, penetapan tantiem direksi dan dewan komisaris perseroan kinerja tahun buku 2025 dan penghasilan bagi direksi dan dewan komisaris perseroan tahun 2026.
Agenda RUPST Lainnya
Selain itu, penunjukan akuntan publik independent yang akan melakukan audit atas buku-buku perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026 dan pemberian wewenang kepada dewan komisaris perseroan untuk menetapkan jumlah honorarium akuntan publik independent serta persyaratan lain penunjukannya.
Agenda RUPST Perseroan juga akan memutuskan mengenai persetujuan untuk menegaskan kembali pasal 3 anggaran dasar perseroan perihal maksud dan tujuan serta kegiatan usaha dalam rangka penyesuaian denagn ketentuan klasifikasi bahan baku lapangan usaha Indonesia. Selain itu, perseroan juga akan meminta persetujuan pemegang saham untuk menetapkan memanfaatkan uang ganti rugi atas tanah yang terkena proyek Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono M.Sc section harbour road II yang berada di atas HPL Nomor 1/Ancol dan persetujuan perubahan pengurus perseroan.
Kinerja 2025
Sebelumnya, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan kinerja keuangan beragam pada 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan, tetapi laba naik tipis hingga 2025.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (18/2/2026), pengelola Ancol ini meraup pendapatan usaha Rp 1,12 triliun hingga 2025. Pendapatan usaha tersebut turun sekitar 11,4% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,26 triliun.
Beban pokok pendapatan dan beban langsung naik menjadi Rp 609,54 miliar dibandingkan 2024 sebesar Rp 599,12 miliar. Perseroan mencatat laba bruto turun 23,26% menjadi Rp 511,66 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 666,77 miliar.
Perseroan mencatat penghasilan bunga turun menjadi Rp 9,36 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 17,74 miliar. Perseroan meraup kenaikan penghasilan lainnya menjadi Rp 224,65 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 23,24 miliar. Perseroan menekan kerugian kurs menjadi Rp 2 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 22 miliar.
Aset Perseroan
Seiring hal itu, laba usaha merosot 12,7% menjadi Rp 324,65 miliar dari periode 2024 sebesar Rp 372,3 miliar. Perseroan mencatat laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 1,3% menjadi Rp 180,19 miliar hingga 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 177,79 miliar. Seiring kinerja itu, perseroan mencatat laba per saham naik menajdi Rp 113 hingga 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 111.
Total ekuitas perseroan naik 7,22% menjadi Rp 1,86 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,73 triliun. Liabilitas turun 4,5% menjadi Rp 1,77 triliun dari 2024 sebesar Rp 1,85 triliun. Aset perseroan bertambah 1,16% menjadi Rp 3,63 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,59 triliun. Perseroan mengantongi kas dan setara kas Rp 278,2 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 292,7 miliar.