Berniat Pinjam Rp 5 M, Pengusaha Kehilangan Rp 155 juta

Rahmansyah berniat mencari uang pinjaman sebesar Rp 5 miliar yang akan digunakan untuk usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat

oleh Hanz Jimenez SalimDiterbitkan 05 Juli 2013, 18:43 WIB
Seorang pengusahan kelapa sawit harus gigit jari lantaran menjadi korban penipuan. Rahmansyah Nur Ahmad (53) yang berniat mencari uang pinjaman sebesar Rp 5 miliar harus justru kehilangan uang sebesar Rp 155 juta.

Awalnya, pria asal Samarinda, Kalimantan Timur, itu berniat mencari uang pinjaman yang akan digunakan untuk usaha perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat. Mendapat informasi dari seorang kerabat yang mengatakan ada seorang bos besar di Jakarta yang bersedia meminjamkan uang, Rahman bertolak ke Jakarta.

Setibanya di Jakarta, Rahman menghubungi seorang perantara untuk bertemu dengan bos besar yang akan meminjamkan uang. Seorang perantara itu diketahui bernama M (54).

Bertemu dengan M, Rahmansyah akhirnya menyetujui persaratan yang diberikan M yakni membayar biaya administrasi Rp 155 juta secara tunai. Tergiur dengan persyaratan yang terbilang mudah, Rahman memutuskan meminjam uang untuk membayar administrasi itu dari seorang rekan bisnis bernama Tritanto (50).

Pada 1 Juli 2013 lalu, Rahmansyah akhirnya bertemu dengan rekannya bernama Tritanto di Taman Mini, Jakarta Timur. Keduanya langsung bertemu dengan dua orang yang mengaku bos besar pemberi dana, berinisial S dan P.

"Mereka bertransaksi di samping Bank BNI cabang Taman Mini. Saat bertemu pelaku, korban disuruh masuk ke dalam mobil Avanza hitam dan memberikan uang administrasi yang diminta pelaku," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Mulyadi Kaharni di Polsek Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (5/7/2013).

Saat bertransaksi, S yang mengaku sebagai bos besar mengiming-imingi Rahmansyah dengan pinjaman yang lebih besar yakni Rp 10 miliar. Mendapat tawaran itu Rahmansyah semakin tergiur.

Setelah transaksi itu selesai, pelaku memberikan koper yang diakuinya berisi uang Rp 1 miliar sebagai pinjaman awal. Sisanya akan diantar ke hotel di Jakarta Barat, tempat Rahman menginap. Rahman pun langsung menerima koper yang berisi uang tersebut tanpa memeriksanya terlebih dulu.

Usai menerima uang itu, Rahman berniat menyetorkan uang pinjaman itu ke Bank BNI terdekat. Namun, ketika hendak menyetor uang, Rahman kaget melihat isi dalam koper yang ternyata uang pecahan Rp 100 ribu sebanyak 10 bundel dan potongan kertas putih.

"Jadi isinya Rp 1 miliar, tapi hanya bagian atas bundelan yang uang asli, yang di bawahnya hanya uang mainan palsu dan potongan kertas putih," jelas Mulyadi.

Merasa ditipu, Rahmansyah langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ciracas. Dari informasi, polisi menangkap seorang pelaku yakni M, yang berperan sebagai penghubung antara pelaku lain dengan korban. Sementara 2 pelaku lain masih dalam pengejaran kepolisian.

"Dua orang lagi masih DPO, masih kami kembangkan kasus ini dari keterangan saksi dan korban," tutup Mulyadi. (Sul/Yus)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya