Liputan6.com, Jakarta - Kegagalan Timnas Italia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 merupakan pukulan telak yang memperpanjang rekor buruk mereka di turnamen akbar tersebut. Setelah absen pada edisi 2018 dan 2022, Gli Azzurri kini dipastikan tidak akan berpartisipasi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, menyusul kekalahan adu penalti dari Bosnia dan Herzegovina. Drama adu penalti ini terjadi setelah pertandingan final play-off kualifikasi Piala Dunia berakhir imbang 1-1, mengubur mimpi Italia untuk berlaga di panggung dunia.
Menanggapi situasi yang memanas ini, Gabriele Gravina mengambil langkah mengejutkan dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Pengunduran diri Gravina diumumkan pada 2 April 2026, hanya dua hari setelah kekalahan menyakitkan tersebut.
Advertisement
Meskipun telah menyatakan mundur, Gravina menegaskan akan tetap menjalankan tugasnya untuk mengurus urusan rutin federasi hingga 22 Juni 2026, yaitu tanggal yang ditetapkan untuk pemilihan presiden baru. Ia menjelaskan bahwa keputusannya untuk mundur adalah "tindakan cinta terakhir" demi menjaga FIGC dari badai kritik yang tak berkesudahan, menunjukkan komitmennya terhadap sepak bola Italia meskipun dalam situasi sulit.
Pembelaan Gravina untuk Gennaro Gattuso
Di tengah badai kritik yang menerpa, Gabriele Gravina memberikan pembelaan kuat terhadap Gennaro Gattuso, pelatih Timnas Italia yang baru menjabat sejak Juni 2025. Gravina memuji Gattuso sebagai "pelatih yang baik dan orang yang luar biasa" serta "pelatih yang sangat terampil" yang mampu memberikan "jiwa" atau "semangat" kepada tim dalam waktu persiapan yang terbatas.
Gravina bahkan sempat meminta Gattuso untuk tetap bertahan bersama tim nasional, menunjukkan kepercayaan penuhnya pada kemampuan mantan gelandang AC Milan tersebut. Namun, Gattuso sendiri juga memutuskan untuk mengundurkan diri setelah kegagalan pahit ini, menambah daftar panjang perubahan di tubuh Timnas Italia.
Pembelaan ini mengindikasikan bahwa Gravina tidak melihat Gattuso sebagai penyebab utama kegagalan Italia, melainkan faktor lain yang lebih kompleks. Ia mengakui bahwa Gattuso telah bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam perannya sebagai pelatih kepala.
Sorotan Gravina pada Performa Pemain
Fokus utama kritik Gravina justru tertuju pada performa beberapa pemain Timnas Italia. Ia secara terbuka menyatakan bahwa sejumlah pemain "tidak tampil sesuai harapan" dalam babak play-off kualifikasi Piala Dunia.