Liputan6.com, Taipei - Temuan belatung di sebuah nampan makanan di gerai Yonghe World Soy Milk King memicu kekhawatiran publik terkait standar kebersihan makanan. Menanggapi insiden tersebut, Biro Kesehatan Kota New Taipei langsung melakukan inspeksi guna memastikan keamanan dan kualitas makanan yang disajikan kepada pelanggan.
Kasus ini mencuat setelah seorang pengguna media sosial membagikan pengalamannya di platform Threads. Ia mengaku mendatangi gerai tersebut usai menghadiri konser G.E.M. pada larut malam, dikutip dari laman UDN, Selasa (14/4/2026).
Advertisement
Namun, saat hendak menikmati makanan, ia justru menemukan puluhan belatung putih di atas nampan yang digunakan. Tak hanya itu, sisa makanan yang diduga berasal dari pelanggan sebelumnya juga ditemukan di dasar piring.
Pengalaman tersebut membuatnya merasa terguncang. Dalam unggahannya, ia mengaku “hancur” dan merasa mual sepanjang hari akibat kejadian tersebut.
Pihak manajemen Yonghe World Soy Milk King kemudian menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Mereka menyatakan telah melakukan pembersihan menyeluruh serta berkomitmen untuk meningkatkan standar kebersihan demi menjamin keamanan makanan bagi pelanggan.
Insiden ini turut memicu reaksi luas di internet. Sejumlah warganet membanjiri kolom ulasan Google dengan komentar bernada kritik. Namun di sisi lain, beberapa pelanggan tetap memberikan ulasan positif terhadap menu andalan gerai tersebut, seperti susu kedelai yang gurih dan xiaolongbao yang disajikan panas.
Kepala Bagian Administrasi Makanan dan Obat-obatan Biro Kesehatan Kota New Taipei, Yang Shu-chin, menyatakan bahwa pihaknya akan mengirimkan tim untuk melakukan inspeksi sesuai standar Good Hygiene Practice for Food (GPHP). Pemeriksaan akan difokuskan pada pengendalian hama serta kebersihan peralatan makan.
Pihak World Soy Milk King Menyatakan Permintaan Maaf Kepada Pelanggan Dan semua Pihak Yang dirugikan
Jika ditemukan pelanggaran, pengelola usaha diwajibkan melakukan perbaikan dalam jangka waktu tertentu. Apabila tidak dipenuhi, sanksi denda antara NT$60.000 hingga NT$200 juta dapat dikenakan sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Keamanan Pangan.
Berdasarkan informasi dari situs resmi perusahaan, Yonghe World Soy Milk King didirikan pada 1955 dan dikenal sebagai salah satu pelopor kuliner susu kedelai di kawasan Yonghe. Beroperasi selama 24 jam, gerai ini populer sebagai tujuan kuliner larut malam dengan menu khas seperti susu kedelai panggang arang, roti pipih, dan cakwe.
Dalam pernyataan terbarunya, pihak manajemen menyebut telah mengembalikan dana pelanggan yang terdampak serta membuka layanan pelanggan khusus untuk menindaklanjuti keluhan. Mereka juga mengklaim telah melakukan desinfeksi total pada dapur dan area makan, termasuk mencuci ulang dan mensterilkan seluruh peralatan makan.
Manajemen menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga standar keamanan pangan guna memulihkan kepercayaan publik.