Liputan6.com, Jakarta - OKX Ventures dan HashKey Capital telah sepakat untuk berinvestasi di platform perdagangan mata uang kripto Vietnam, CAEX, sebuah langkah yang menurut bursa tersebut akan memberikan modal yang cukup untuk bergabung dengan skema percontohan yang diatur di negara tersebut untuk perdagangan aset digital.
Vietnam menempati peringkat keempat secara global dalam Indeks Adopsi Mata Uang Kripto Global 2025 versi Chainalysis. Negara ini memiliki lebih dari 20 juta pengguna mata uang kripto, sekitar satu dari lima penduduknya, dan mencatat transaksi aset digital senilai sekitar USD 220 miliar dalam 12 bulan hingga Juni 2025.
Advertisement
Dikutip dari Mengutip laman scmp.com atau South China Morning Post, Senin (13/4/2026), suntikan modal gabungan dari OKX Ventures dan HashKey Capital, yang akan disalurkan pada bulan April, bertujuan untuk membantu CAEX, yang secara resmi dikenal sebagai Vietnam Prosperity Cryptocurrency Asset Exchange Joint Stock Company, mencapai ambang batas modal dasar minimum sebesar 10 triliun dong Vietnam (USD 380 juta) untuk berpartisipasi dalam uji coba perdagangan mata uang kripto resmi, menurut pengumuman CAEX pada hari Jumat.
Berdasarkan aturan percontohan, setidaknya 65 persen dari modal tersebut harus berasal dari investor institusional seperti bank, perusahaan sekuritas, atau perusahaan teknologi, dan kepemilikan asing dibatasi hingga 49 persen.
Selain kontribusi modal, HashKey Capital dan OKX Ventures, divisi investasi ventura dari bursa mata uang kripto global OKX, juga akan berkolaborasi dengan CAEX dalam hal infrastruktur teknis, sistem keamanan, kepatuhan dan manajemen risiko, serta konektivitas likuiditas, sesuai dengan peraturan Vietnam yang berlaku.
Besarnya kepemilikan saham masing-masing investor tidak diungkapkan.
Didirikan pada September tahun lalu, CAEX didukung oleh pemegang saham pendiri yang berbasis di Vietnam, VPBank Securities dan perusahaan teknologi digital LynkiD.
“Kerja sama dengan OKX Ventures dan HashKey Capital akan memungkinkan CAEX untuk mengakses dan mengoperasikan platform perdagangan aset mata uang kripto sesuai dengan standar internasional,” kata CEO CAEX, Nguyen Hong Trung.
“CAEX berkomitmen untuk membangun bursa yang transparan, aman, dan mudah diakses di mana setiap investor dapat berpartisipasi, membuka peluang, dan menikmati pengalaman dinamis di era aset digital.”
Pasar Paling Dinamis
Wakil Presiden OKX Global Markets, Netero Dai, mengatakan bahwa Vietnam adalah salah satu pasar paling dinamis untuk aset digital, dengan adopsi pengguna yang kuat dan pergerakan yang jelas menuju kerangka kerja yang teregulasi.
CEO HashKey Exchange Business Group, Ru Haiyang, menambahkan kondisi ini menciptakan lingkungan yang sempurna untuk generasi berikutnya dari perusahaan aset kripto berlisensi penuh.
HashKey telah melakukan ekspansi di Asia setelah mengumpulkan dana sebesar USD 206 juta dalam penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong pada bulan Desember, yang merupakan pencatatan pertama oleh perusahaan kripto di bursa utama kota tersebut. Pada bulan Januari, mereka bermitra dengan Mox Bank, bank virtual Standard Chartered di Hong Kong, untuk mendukung layanan perdagangan mata uang kripto yang teregulasi di aplikasi bank tersebut.
Pada hari Kamis, mereka menandatangani perjanjian dengan Oceanus Group yang terdaftar di bursa Singapura untuk membangun infrastruktur penyelesaian stablecoin untuk pembiayaan perdagangan Asia.