Fokus Perundingan Iran dan AS: Selat Hormuz, Isu Nuklir hingga Upaya Akhiri Konflik

Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang digelar di Islamabad membahas sejumlah isu strategis.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 12 April 2026, 10:12 WIB
Seorang petugas polisi melintas di depan papan reklame tentang negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026). (Dok. AP/Anjum Naveed)

Liputan6.com, Jakarta - Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di Islamabad membahas sejumlah isu strategis, mulai dari keamanan Selat Hormuz hingga dinamika konflik kawasan.

Mengutip laporan Reuters, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyebut pembahasan mencakup isu nuklir, perbaikan pascaperang, pencabutan sanksi, serta upaya mengakhiri konflik secara menyeluruh di kawasan.

Dilansir dari Antara, Minggu (12/4/2026), Baghaei menegaskan, keberhasilan perundingan sangat bergantung pada sikap Amerika Serikat dalam merespons kepentingan Iran.

Menurut kantor berita tersebut, Baghaei mengatakan keberhasilan pembicaraan di Islamabad bergantung pada keseriusan niat AS, penolakan terhadap "maksimalisme," dan pengakuan atas hak-hak Iran.

Di sisi lain, muncul pula inisiatif dari Pakistan dalam upaya menjaga stabilitas kawasan. Berdasarkan laporan Al Jazeera yang mengutip sumber diplomatik pemerintah Pakistan, delegasi negara tersebut mengusulkan adanya patroli bersama di Selat Hormuz.

 

Jadi Upaya Penting Redakan Ketegangan

Tentara berjaga di pos pemeriksaan untuk memastikan keamanan menjelang kemungkinan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran di ibu kota Pakistan, Islamabad, Jumat 10 April 2026. Jelang pelaksanaan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat 10 April 2026, otoritas Pakistan memperketat keamanan di Islamabad. (AP Photo/Anjum Naveed)

Usulan itu mencakup pengaturan lalu lintas pelayaran di kawasan strategis tersebut, termasuk kemungkinan pelaksanaan patroli gabungan antara pihak-pihak terkait.

Delegasi Iran dalam perundingan ini dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Turut hadir dalam rombongan tersebut Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

Sementara itu, delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance. Ia didampingi utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu Presiden AS, Jared Kushner.

Perundingan ini menjadi salah satu upaya penting dalam meredakan ketegangan serta mencari titik temu antara kedua negara di tengah kompleksitas situasi geopolitik kawasan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya