Manchester United Lepaskan Opsi Perpanjangan Kontrak, Pemain Ini Bebas Transfer

Manchester United takkan lagi menerima bayaran untuk jasanya, dan kemungkinan besar akan memaksa sang pemain untuk menerima pemotongan gaji di klub barunya.

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 13 April 2026, 08:00 WIB
Tambahan tiga poin membuat Manchester United kembali ke peringkat keempat dengan raihan 48 poin. Tampak dalam foto, pelatih interim Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberikan tepuk tangan kepada para penggemar setelah pertandingan pekan ke-27 Liga Primer Inggris 2025/2026 melawan Everton di Stadion Hill Dickinson, Liverpool, barat laut Inggris, Senin 23 Februari 2026 waktu setempat atau Selasa 24 Februari 2026 dini hari WIB. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United tidak akan menggunakan opsi perpanjangan kontrak Jadon Sancho dan malah akan membiarkannya meninggalkan klub secara gratis musim panas ini. Pemain berusia 26 tahun ini terakhir bergabung dengan Aston Villa di musim 2025/26 dengan status pinjaman.

Namun, kepindahannya ke Midlands tidak membuahkan hasil. Dia hanya memulai delapan pertandingan liga utama, dengan satu-satunya golnya dicetak di Liga Europa.

Sancho, yang mendapat gaji 200.000 pounds per minggu, menurut Capology, memiliki opsi perpanjangan satu tahun dalam kontraknya. Tapi, Fabrizio Romano melaporkan bahwa pemain dan klub telah sepakat untuk tidak memperpanjang kontraknya saat ini, sehingga akan berakhir musim panas ini.

Ini berarti MU tidak akan lagi menerima bayaran untuk jasanya, dan kemungkinan besar akan memaksa sang pemain untuk menerima pemotongan gaji di klub barunya.

"Sancho akan bebas transfer di akhir musim, Manchester United tidak akan menandatangani kontrak baru. Ini bukan kontrak baru, tetapi mereka memiliki opsi untuk mengaktifkannya jika mereka ingin memperpanjang Sancho untuk satu musim lagi dan mencoba menjualnya untuk mendapatkan keuntungan," kata Fabrizio.

"Tetapi MU lebih memilih untuk tidak mengaktifkan opsi tersebut, untuk menghindari gajinya untuk satu musim lagi yang besar, untuk membiarkannya pergi secara gratis, untuk menerima kekalahan. Sancho menarik minat dari Italia tetapi juga dari Borussia Dortmund."


Bruno Fernandes Ingatkan Pemain Kunci

Dua pemain Manchester United (MU) asal Portugal, Bruno Fernandes dan Diogo Dalot, merayakan gol ketiga ke gawang Leicester City dalam laga pekan ke-29 Premier League 2024/2025 di King Power Stadium, Senin (17/3/2025) dini hari WIB. MU menang telak 3-0 atas Leicester City dalam laga ini. (Adrian Dennis / AFP)

Bruno Fernandes berharap keinginan penggemar MU untuk "daging segar" akan terpenuhi musim panas ini. Namun, dia juga menekankan pentingnya mengikat pemain kunci seperti Harry Maguire dalam periode perubahan.

“Saya pikir Harry sudah lama berada di sini,” kata Fernandes kepada Men In Blazers Media Network. “Saya selalu mengatakan ini dengan cara yang mudah dipahami: orang-orang menyukai daging segar.

“Ketika memiliki daging yang sama terlalu lama, Anda mulai menginginkan yang baru dan sepak bola pun sama, ujarnya.


Fans Menginginkan Nama Baru

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Wolverhampton Wanderers pada laga Liga Inggris di Stadion Molineux, Selasa (9/12/2025). (AP Photo/Dave Shopland)

“Anda memiliki pemain yang sama dan orang-orang ingin mengganti mereka, dan kemudian ketika Anda mengganti mereka dan itu tidak berhasil, Anda menginginkan mereka kembali. Selalu seperti itu," kata Fernandes

“Orang-orang menginginkan daging segar, mereka menginginkan nama-nama baru, mereka menginginkan kegembiraan, mereka ingin melihat orang-orang yang berbeda mengenakan seragam ini dan itu normal, dan saya pikir H telah mengatasi hal itu dengan sangat baik.”


Berkontribusi dalam Situasi Krusial

Pemain Manchester United, Harry Maguire melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang FC Copenhagen pada laga Grup A Liga Champions 2023/2024 di Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (25/10/2023) dini hari WIB. Maguire keluar sebagai salah satu penentu kemenangan tim selain Andre Onana yang berhasil menepis tendangan penalti di penghujung laga. Ia sukses mencetak satu-satunya gol pada menit ke-72. (AP Photo/Dave Thompson)

Sementara itu, Harry Maguire menilai dirinya masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Ia percaya pengalaman dan kemampuannya tetap menjadi aset penting bagi tim.

Menurutnya, peran seorang bek tidak hanya bertahan tetapi juga berkontribusi dalam situasi krusial. Hal ini membuatnya yakin masih bisa tampil efektif di berbagai situasi pertandingan.

"Saya masih percaya, bahkan di usia saya sekarang, saya bisa dibilang salah satu bek terbaik di dunia di kedua kotak penalti," ujar Maguire.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya