Jusuf Kalla Resmikan Masjid As-Sholihin Yokohama, Hasil Gotong Royong WNI di Jepang

Masjid As-Sholihin Yokohama diresmikan sebagai masjid Indonesia pertama di kota tersebut untuk memenuhi kebutuhan ibadah umat Muslim.

oleh Tim NewsDiterbitkan 10 April 2026, 22:49 WIB
Masjid As-Sholihin di Yokohama diresmikan pada Jumat (10/4/2026) oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Masjid As-Sholihin di Yokohama diresmikan pada Jumat (10/4/2026) oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla.

Peresmian tersebut turut dihadiri Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini Pandjaitan Sjahrir, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Tokyo Muhammad Al Aula, serta tokoh masyarakat dan komunitas Muslim Indonesia di Jepang.

Masjid As-Sholihin merupakan masjid Indonesia pertama di Yokohama. Pembangunannya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tempat ibadah umat Islam yang selama ini terbatas.

Pembangunan masjid ini merupakan inisiatif komunitas Muslim Indonesia di Yokohama yang menggalang dana dari berbagai pihak.

Lebih dari satu juta Muslim dari Indonesia dan sejumlah negara lain tercatat berpartisipasi dalam wakaf pembangunan.

 

Masjid Tak Hanya Tempat Ibadah

Masjid As-Sholihin di Yokohama diresmikan pada Jumat (10/4/2026) oleh Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. (Istimewa)

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla, yang juga merupakan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini mengatakan pembangunan masjid tersebut merupakan hasil gotong royong lintas negara.

“Upaya mendirikan masjid ini membutuhkan kerja sama, gotong royong dari seluruh masyarakat Tanah Air dan juga dari berbagai negara. Ini merupakan amal sholeh yang baik untuk kita semua,” ujar Jusuf Kalla.

Ia juga menilai masyarakat Jepang telah menerapkan nilai-nilai yang sejalan dengan ajaran Islam, seperti kejujuran, kedisiplinan, kerja keras, dan kebersihan.

Jusuf Kalla menambahkan, masjid memiliki peran sebagai tempat ibadah sekaligus pemersatu umat.

“Masjid ini di samping tempat ibadah, juga tempat mempersatukan masyarakat. Masjid kita bisa dihadiri orang NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, Persis, ya datang ke masjid bersama-sama, kita mazhab bisa berbeda, tapi tetap masjidnya sama, itulah yang menjadikan kita bersatu, bersama-sama, karena itulah kita perlu masjid ini,” katanya.

Ia juga menegaskan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan kemajuan masyarakat.

“Kita perlu bersyukur telah meresmikan masjid yang menjadi tempat ibadah, tempat persatuan, tempat pendidikan, dan tempat memajukan masyarakat serta anak-anak kita semua,” tuturnya.

Apresiasi Para Donator dan Semua Pihak yang Mendukung

Sementara itu, Dewan Pembina Cinta Quran Foundation Fatih Karim menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan masjid tersebut.

“Inilah masjid, tempat di mana orang berkumpul dan bercerita kepada Tuhannya tentang hajat-hajat mereka. Inilah masjid yang kita bangun bersama, dari timur tempat matahari terbit hingga terbenam di barat,” ujarnya.

Ia juga mendoakan para pewakaf.

“Saya berdoa kepada Allah, semoga mereka yang berwakaf, setiap matahari terbit dari Jepang mereka mendapatkan pahala, dan ketika terbenam di barat mereka juga mendapatkan pahala,” kata Fatih Karim.

Masjid As-Sholihin Yokohama dibangun dari dana umat dan diperuntukkan bagi umat. Selain proyek ini, Cinta Quran Foundation juga tengah membangun masjid Indonesia di Edmonton, Kanada Barat, serta menjalankan program pembangunan 99 masjid di Indonesia.

Infografis: Masjid-Masjid Besar di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya