Tak WFH Tiap Jumat, Begini Jurus Polda Metro Jaya Lakukan Efisiensi Energi

Polda Metro Jaya mulai menjalankan penghematan energi di tengah situasi geopolitik.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 10 April 2026, 15:10 WIB
Polri gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2014 untuk mengamankan jelang dan pasca lebaran di Lapangan Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, (21/7/14) (Liputan6.com/ Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mulai menjalankan penghematan energi di tengah situasi geopolitik. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto memastikan, kebijakan efisiensi dipastikan tanpa mempengaruhi pelayanan. Polisi tetap melakukan kegiatan seperti patroli.

"Ada penghematan dari kepolisian. Kita mendukung program pemerintah," ujar Budi kepada wattawan, Jumat (10/4/2026).

Dia menegaskan, patroli tidak boleh terganggu. Kehadiran polisi di lapangan tetap jadi prioritas utama.

"Tetap pelaksanaan patroli memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat tetap dilakukan," ucap Budi.

Menurut dia, penghematan difokuskan pada penggunaan bahan bakar dan mobilitas non-prioritas. Personel didorong mengurangi kendaraan pribadi saat perjalanan dinas.

"Ada kegiatan perjalanan dinas, kita tidak menggunakan kendaraan pribadi, bisa transportasi umum," kata Budi.

Bahkan, lanjut dia, alternatif moda juga didorong untuk menekan konsumsi energi. Dari mobil beralih ke motor, hingga sepeda untuk aktivitas tertentu.

"Dari roda empat ke roda dua, dari roda dua bisa menggunakan sepeda ke kantor," terang Budi.

 

Tugas Kepolisian Tetap Berjalan Tanpa Kompromi

Pasukan polisi membawa anjing unit K9 untuk mengikuti apel gabungan gelar pasukan di Silang Monas, Jakarta, Senin (11/4/2022). Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 5.620 pasukan gabungan Polri-TNI dalam rangka pengamanan aksi unjuk rasa BEM SI. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Budi menegaskan, efisiensi hanya menyasar aspek pendukung. Tugas pokok kepolisian tetap berjalan penuh tanpa kompromi.

Dia mengatakan, langkah efisiensi dilakukan untuk mendukung program pemerintah. Kendati, kebijakan work from home (WFH) tidak berlaku di institusinya. Seluruh pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa.

"Kalau pelayanan kepolisian itu tetap berjalan. Artinya ada regulasi bagi ASN, terus staf swasta yang setiap minggu diatur regulasinya. Jadi polisi tidak melaksanakan WFH, WFA (Work From Anywhere), atau pun anywhere ataupun work from home, tetapi melakukan penghematan terkait tentang emisi, BBM, dan lain-lain. Itu kita lakukan," tandas Budi.

Infografis WFH bagi ASN hingga Imbauan untuk BUMN-BUMD dan Swasta. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya