Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) merilis Kalender Syawal 2026 sebagai panduan umat Islam dalam merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kalender ini juga membantu perencanaan kegiatan keagamaan dan liburan secara nasional.
Berdasarkan hasil Sidang Isbat, 1 Syawal 1447 Hijriah atau Idul Fitri 2026 ditetapkan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit muda).
Advertisement
Informasi dalam kalender tersebut mencakup awal dan akhir bulan Syawal, jadwal cuti bersama, serta perbandingan dengan penetapan organisasi Islam lain. Data ini penting agar umat Islam dapat melaksanakan ibadah sesuai waktu yang tepat menurut syariat. Selengkapnya telah dihimpun Liputan6.com pada Jumat (10/4).
Penetapan Resmi 1 Syawal 2026
Kementerian Agama menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026 setelah Sidang Isbat yang digelar pada Kamis, 19 Maret 2026. Penetapan ini menggunakan kombinasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan hilal).
Hasil pemantauan menunjukkan hilal belum terlihat dan secara astronomis belum memenuhi kriteria MABIMS, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Karena itu, bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari.
Namun, terdapat perbedaan dengan Muhammadiyah yang menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Perbedaan ini terjadi karena metode penentuan awal bulan Hijriah yang berbeda, di mana Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki wujudul hilal atau Kalender Hijriah Global Tunggal.
Kalender Syawal 1447 Hijriah (2026 Masehi)
Bulan Syawal 2026 berlangsung selama 29 hari. Untuk memudahkan umat Islam dalam melacak tanggal-tanggal penting, berikut adalah padanan lengkap setiap tanggal Syawal 1447 Hijriah dengan tanggal Masehi, berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.
- 1 Syawal 1447 H: Sabtu, 21 Maret 2026
- 2 Syawal 1447 H: Minggu, 22 Maret 2026
- 3 Syawal 1447 H: Senin, 23 Maret 2026
- 4 Syawal 1447 H: Selasa, 24 Maret 2026
- 5 Syawal 1447 H: Rabu, 25 Maret 2026
- 6 Syawal 1447 H: Kamis, 26 Maret 2026
- 7 Syawal 1447 H: Jumat, 27 Maret 2026
- 8 Syawal 1447 H: Sabtu, 28 Maret 2026
- 9 Syawal 1447 H: Minggu, 29 Maret 2026
- 10 Syawal 1447 H: Senin, 30 Maret 2026
- 11 Syawal 1447 H: Selasa, 31 Maret 2026
- 12 Syawal 1447 H: Rabu, 1 April 2026
- 13 Syawal 1447 H: Kamis, 2 April 2026
- 14 Syawal 1447 H: Jumat, 3 April 2026
- 15 Syawal 1447 H: Sabtu, 4 April 2026
- 16 Syawal 1447 H: Minggu, 5 April 2026
- 17 Syawal 1447 H: Senin, 6 April 2026
- 18 Syawal 1447 H: Selasa, 7 April 2026
- 19 Syawal 1447 H: Rabu, 8 April 2026
- 20 Syawal 1447 H: Kamis, 9 April 2026
- 21 Syawal 1447 H: Jumat, 10 April 2026
- 22 Syawal 1447 H: Sabtu, 11 April 2026
- 23 Syawal 1447 H: Minggu, 12 April 2026
- 24 Syawal 1447 H: Senin, 13 April 2026
- 25 Syawal 1447 H: Selasa, 14 April 2026
- 26 Syawal 1447 H: Rabu, 15 April 2026
- 27 Syawal 1447 H: Kamis, 16 April 2026
- 28 Syawal 1447 H: Jumat, 17 April 2026
- 29 Syawal 1447 H: Sabtu, 18 April 2026
Jadwal ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi umat Islam yang ingin menunaikan puasa sunah enam hari di bulan Syawal, yang pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh.
Amalan di Bulan Syawal
Bulan Syawal adalah bulan ke-10 dalam kalender Hijriah yang datang setelah Ramadan. Bulan ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk melanjutkan semangat ibadah setelah menjalani puasa Ramadan. Syawal bukan hanya identik dengan Hari Raya Idul Fitri, tetapi juga penuh dengan amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar jika dikerjakan.
1. Puasa 6 Hari di Bulan Syawal
Salah satu amalan paling utama di bulan Syawal adalah puasa enam hari. Puasa ini dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal (setelah Idul Fitri) secara berurutan atau terpisah hingga akhir bulan.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim No. 1164)
Hadis ini menunjukkan keutamaan besar puasa Syawal karena pahala yang didapatkan setara dengan puasa satu tahun penuh.
2. Menjaga Silaturahmi
Syawal juga dikenal sebagai bulan silaturahmi, di mana umat Islam saling berkunjung dan saling memaafkan setelah Idul Fitri. Tradisi ini sejalan dengan ajaran Islam untuk mempererat hubungan antar sesama.
Allah SWT berfirman: “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.” (QS. An-Nisa: 1)
Silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki sebagaimana disebutkan dalam banyak hadis.
“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Melanjutkan Amalan Baik Setelah Ramadan
Syawal menjadi ujian apakah seseorang mampu mempertahankan kebiasaan baik yang dilakukan selama Ramadan, seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan sedekah.
Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak (pula) bersedih hati.” (QS. Al-Ahqaf: 13)
Ayat ini menekankan pentingnya istiqamah dalam ibadah, tidak hanya di bulan Ramadan saja.
4. Bersyukur dan Memperbanyak Takbir serta Dzikir
Setelah Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk tetap memperbanyak dzikir dan rasa syukur kepada Allah atas kesempatan menjalani ibadah puasa.
Allah SWT berfirman: “Supaya kamu bersyukur kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat-Ku).” (QS. Al-Baqarah: 152)
Syukur diwujudkan dengan melanjutkan amal kebaikan dan menjaga ibadah.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Kapan 1 Syawal 1447 H menurut pemerintah?
Menurut pemerintah, 1 Syawal 1447 H atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.
2. Bagaimana pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H?
Pemerintah menetapkan 1 Syawal melalui Sidang Isbat yang mengombinasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan).
3. Kapan cuti bersama Idul Fitri 2026?
Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H ditetapkan pada tanggal 20, 23, dan 24 Maret 2026 (Jumat, Senin, Selasa).
4. Mengapa ada perbedaan penetapan Idul Fitri dengan Muhammadiyah?
Perbedaan terjadi karena pemerintah menggunakan kombinasi hisab dan rukyatul hilal, sementara Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.
5. Kapan akhir bulan Syawal 1447 H menurut pemerintah?
Menurut Kementerian Agama, bulan Syawal 1447 H diperkirakan akan berakhir pada Sabtu, 18 April 2026.