Liputan6.com, Jakarta - Paparan gadget atau gawai berlebih bisa berdampak signifikan pada bahasa, emosi dan relasi sosial anak.
"Perkembangan otak pada masa balita terutama yang berkaitan dengan bahasa, emosi, dan relasi sosial itu bergantung pada interaksi langsung, jika paparan gawai tidak ada batasan, dampaknya bisa cukup signifikan," kata psikolog klinis Ratriana Naila Syafira.
Advertisement
Ada beberapa tanda anak sudah berlebihan menggunakan gawai. Pertama ketika anak tidak mau lepas dari gawai. Hal ini akan diikuti dengan perasaan marah yang menggebu-gebu ketika gawai diambil atau dijelaskan mengenai aturan penggunaannya.
Lalu, anak juga tidak tertarik untuk melakukan kegiatan alternatif yang ditawarkan oleh orang tua. Pada tahap yang sudah parah, kemampuan anak untuk beraktivitas sehari-hari baik makan, mandi atau bersih-bersih menjadi terganggu.
"Pada anak usia sekolah contohnya, bisa sudah sampai mengganggu prestasi akademik," kata Ratri mengutip Antara.
Seluruh perilaku tersebut mengindikasikan risiko berkembangnya adiksi gawai pada anak jika tidak ditangani sejak dini.
Bahaya Anak Berlebihan Pakai Gadget
Ia juga mengingatkan paparan gawai yang berlebihan pada anak, khususnya di usia balita, akan membuat anak lebih terbiasa menerima stimulasi satu arah dari layar, dibandingkan belajar timbal balik seperti berkomunikasi dua arah, belajar menunggu giliran, membaca ekspresi wajah, memahami nada suara maupun merespons emosi orang lain.
"Padahal, kemampuan-kemampuan ini adalah fondasi dari empati dan keterampilan sosial di kemudian hari," ujarnya.
Dampak yang sudah banyak terlihat ketika anak mengalami adiksi gawai adalah sulit mempertahankan kontak mata dan komunikasi dua arah secara langsung, lebih sulit untuk fokus dan bisa jadi lebih mudah frustrasi ketika tanpa bantuan stimulus.
Walaupun demikian, Ratriana mengakui anak-anak yang hidup pada zaman ini terlahir sebagai pengguna aktif ruang digital, sehingga orang tua tidak dapat menjadikan gawai sebagai musuh. Sehingga pendampingan dan pengawasan dari orang tua sangat penting ketika anak sedang menggunakan gawai.
Pendampingan Orang Tua
Jika keluarga memutuskan untuk membuat aturan penggunaan gawai secara terbatas, orang tua dapat memberikan pendampingan dan menekankan bahwa gawai merupakan media yang bersifat interaktif untuk belajar. Hal ini dapat diikuti dengan sesi berdialog, bukan sekadar menonton tayangan secara bebas.
"Maka risiko-risiko dari dampak screen time bisa diminimalkan. Jangan sampai juga durasi screen time melebihi durasi interaksi dan kualitas waktu bersama anak dengan orang tua," katanya.