Pria Jepang Sembunyikan Jenazah Ayah Selama 2 Tahun, Alasannya Biaya Pemakaman

Pria Jepang sembunyikan jenazah ayahnya di lemari selama 2 tahun untuk menghindari biaya pemakaman.

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 10 April 2026, 17:01 WIB
Hotel khusus Jenazah ini menjadi fenomena yang menjamur di Jepang

Liputan6.com, Tokyo - Seorang pria di Tokyo ditangkap setelah polisi menemukan kerangka ayahnya yang disembunyikan di dalam lemari rumahnya selama hampir dua tahun. Kasus ini terungkap setelah pria tersebut tidak membuka restorannya selama beberapa hari, memicu kekhawatiran warga sekitar.

Pria bernama Nobuhiko Suzuki (56) diketahui mengelola sebuah restoran China. Ketika tetangga melaporkan ketidakhadirannya selama sekitar satu pekan, polisi datang untuk melakukan pemeriksaan dan menemukan jenazah ayahnya yang telah menjadi kerangka.

Menurut laporan media lokal, Suzuki mengaku menyembunyikan jenazah tersebut sejak ayahnya meninggal pada Januari 2023 dalam usia 86 tahun. Ia mengklaim menemukan ayahnya sudah tidak bernyawa saat pulang ke rumah.

“Pemakamannya mahal,” ujar Suzuki kepada penyelidik, menjelaskan alasan di balik tindakannya, dikutip dari laman SCMP, Kamis (9/4/2026).

Hingga kini, penyebab pasti kematian sang ayah masih dalam penyelidikan. Namun, pihak berwenang menyebut Suzuki kini diperiksa lebih lanjut atas dugaan penggelapan dana pensiun milik ayahnya.

Kasus ini memicu perdebatan luas di Jepang, khususnya di media sosial. Sejumlah warganet menilai tindakan tersebut dilakukan untuk terus menerima uang pensiun, sementara lainnya menunjukkan empati, menyoroti kompleksitas dan beban biaya pemakaman di negara tersebut.

“Dia hanya orang jahat yang menyembunyikan jenazah demi uang pensiun,” tulis seorang pengguna. Namun, komentar lain menyebut pengalaman pribadi menghadapi mahalnya biaya pemakaman yang bisa mencapai jutaan yen.

Data dari perusahaan jasa pemakaman San Holdings Inc. menunjukkan bahwa biaya pemakaman rata-rata di Jepang mencapai sekitar 1,3 juta yen (sekitar US$8.900) setelah pandemi COVID-19. Meski angka ini menurun dibandingkan sebelumnya, biaya tersebut tetap dianggap tinggi oleh banyak warga.

Fenomena serupa bukan kali pertama terjadi. Pada 2023, seorang pria lain di Jepang juga terungkap menyembunyikan jenazah ibunya selama beberapa tahun sambil terus menerima uang pensiun, dengan alasan yang sama: menghindari biaya pemakaman dan mempertahankan sumber penghasilan.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan sosial di Jepang, mulai dari tingginya biaya pemakaman hingga minimnya pemahaman dan dukungan bagi warga dalam menghadapi kematian anggota keluarga.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya