Polisi Beberkan Aksi Sadis Pemuda di Lahat Bakar dan Mutilasi Ibu Kandung

Tersangka lalu mencari Pertalite untuk membakar korban. Tersangka kesal lantaran api sudah padam sebelum tubuh ibunya hancur.

oleh Merdeka.comDiterbitkan 09 April 2026, 14:11 WIB
Tampang pelaku pembunuhan ibu di Lahat. (merdeka.com/Irwanto)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengungkapkan fakta sadis pria berinisial AF (23) membunuh dan memutilasi ibu kandungnya, SA (63). Pelaku sempat membakar korban untuk menghilangkan jejak dan membayar dua temannya untuk menggali lubang. Motif pelaku karena tidak beri uang untuk judi online.

Kasatreskrim Polres Lahat AKP Muhammad Ridho Pradhani mengungkapkan, tersangka membunuh ibunya dengan cara membacok leher korban. Perbuatan itu dilakukan di Danau Belidang, Mulak Sebingkai, Lahat, Sumatera Selatan, Sabtu (28/3/2026) siang.

Tersangka lalu mencari Pertalite untuk membakar korban. Tersangka kesal lantaran api sudah padam sebelum tubuh ibunya hancur.

"Tersangka sempat membakar tapi tidak habis," ungkap Kasatreskrim Polres Lahat AKP Muhammad Ridho Pradani, Kamis (9/4/2026).

Kemudian tersangka mencari karung dan didapatkan empat buah. Tersangka panik karena tubuh korban tidak muat dalam karung.

Tersangka lantas memutilasi tubuh korban menjadi banyak bagian. Potongan tubuh itu dimasukkan dalam tiga karung.

"Tersangka mutilasi korban karena tidak muat dalam karung, tujuannya untuk menghilangkan jejak," beber Ridho.

Tersangka membawa karung-karung itu ke kebun milik ibunya di Desa Karang Dalam, Kecamatan Pulau Pinang, Lahat. Agar tidak dicurigai, tersangka menyembunyikannya di semak-semak.

Selanjutnya tersangka bertemu dua temannya, R dan N, lalu menyuruh membuat lubang dengan upah Rp 300.000. Tersangka berdalih lubang itu digunakan untuk mencetak getah karet.

"Yang menggali dua teman tersangka, diupah bayaran. Tapi menguburkannya tersangka sendiri karena kedua saksi tidak tahu," lanjutnya.

Awal Mula Penemuan Jenazah Korban

Keberadaan korban awalnya tidak diketahui sejak sepekan lalu. Keluarga telah mencari korban namun tak kunjung ditemukan, hingga dilaporkan ke polisi atas orang hilang.

Anak korban, S (49), curiga dengan adanya galian tanah yang masih baru di kebun milik korban tak jauh dari rumahnya, Selasa (7/4/2026) pukul 22.00 Wib.

Saksi lantas melapor ke kepala desa hingga akhirnya warga sepakat melakukan penggalian beberapa jam kemudian.

Warga menemukan tiga karung dalam galian sedalam 1,5 meter.

Saksi kaget bukan main karena begitu dibuka semua karung itu berisi potongan tubuh korban.

Reporter: Merdeka.com/Irwanto

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya