Polemik 21.800 Motor untuk Kepala SPPG, DPR Akan Minta Penjelasan BGN

Kejelasan informasi sangat krusial untuk menepis spekulasi publik yang dapat menggerus kredibilitas program MBG. Apalagi setiap rupiah yang dialokasikan dalam program MBG harus dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 09 April 2026, 14:11 WIB
viral motor berlogo BGN. (tangkapan layar media sosial Instagram)

Liputan6.com, Jakarta - Pengadaan 21.800 unit motor listrik untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai polemik di masyarakat. Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa berencana meminta penjelasan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Masyarakat berhak mengetahui asal-usul pengadaan, peruntukan, hingga sumber anggarannya. Untuk mendapatkan informasi yang utuh dan akurat, konfirmasi ke pihak BGN menjadi langkah tepat agar kronologinya jelas,” ujar Neng Eem di Jakarta, Rabu (8/4/2026). 

Menurutnya, kejelasan informasi sangat krusial untuk menepis spekulasi publik yang dapat menggerus kredibilitas program strategis nasional itu. Apalagi setiap rupiah yang dialokasikan dalam program MBG harus dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel di hadapan publik.

“Program MBG merupakan prioritas dari Presiden Prabowo yang harus dikawal bersama agar terhindar dari sorotan negatif yang akan mengerus kredibilitas dan kualitas program,” katanya.  

Neng Eem mengingatkan transparansi bukan sekadar membuka data, melainkan memastikan masyarakat memahami rasionalitas di balik kebijakan pengadaan tersebut. Mengingat besarnya anggaran yang terlibat, pengawasan publik menjadi instrumen penting untuk mencegah ketidakefisienan maupun potensi penyalahgunaan dana negara. 

“Keterbukaan anggaran menjadi kunci agar publik dapat ikut memastikan program ini berjalan tepat sasaran. BGN tentu memiliki dasar perencanaan, namun hal itu harus disampaikan secara terbuka agar tidak memicu ketidakpercayaan,” tegasnya.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana di gedung DPR (merdeka.com/Arie Basuki)

Penjelasan Kepala BGN

Untuk diketahui, viral video penampakan gudang berisi motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu. Tujuannya untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu. Tujuannya untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kembali menjelaskan pembelian kendaraan roda dua untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Totalnya, ada 21.800 motor listrik yang dibeli. 

Dadan menyebut harga beli per unit di bawah harga pasaran yang ada.

"Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp 42 juta di bawah harga pasaran," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dia menjelaskan, motor listrik untuk Kepala SPPG MBG sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025. Target pembelian sebenarnya 24.400 unit. 

"Realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an," jelasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya