Liputan6.com, Washington D.C - Beredar sebuah video yang memperlihatkan gerakan cahaya misterius di permukaan bulan dan viral di media sosial. Dalam pernyataanya, NASA menyebut bahwa ada beberapa fenomena yang kerap terjadi di Bulan. NASA mengatakan, dipastikan itu bukan objek asing, melainkan dampak tumbukan meteoroid di permukaan bulan.
Dalam laporan yang dikutip dari NBC News, Kamis (9/4/2026). temuan itu berasal dari pengamatan langsung awak misi Artemis II pada April 2026. Saat melakukan misi, para astronaut melaporkan melihat kilatan cahaya di sisi gelap bulan.
Advertisement
Komandan misi Reid Wiseman bersama Jeremy Hansen mencatat setidaknya empat kilatan berbeda selama pengamatan tersebut. Kilatan itu tampak seperti gerakan cahaya misterius, yang kemudian memicu spekulasi publik setelah videonya beredar luas.
NASA menjelaskan bahwa cahaya tersebut berasal dari meteoroid—batuan kecil dari luar angkasa—yang menghantam langsung permukaan bulan dengan energi tinggi. Tidak seperti Bumi, bulan tidak memiliki atmosfer yang dapat membakar benda langit sebelum mencapai permukaan, sehingga tumbukan terjadi secara langsung dan terlihat jelas sebagai kilatan cahaya.
Peristiwa itu terekam saat pesawat melintas di sisi jauh bulan pada 6 April 2026, wilayah yang tidak terlihat dari Bumi. Selain kilatan tersebut, awak juga melaporkan berbagai fenomena visual lain, termasuk variasi warna permukaan dan efek pencahayaan yang tidak biasa.
Salah satu fenomena yang menarik adalah “earthshine”, yaitu pantulan cahaya dari Bumi yang menerangi sisi gelap bulan. Para astronaut menggambarkan pengalaman tersebut sebagai “surealis”, terutama karena terjadi saat mereka berada dalam fase blackout komunikasi di balik bulan.
Misi Artemis II sendiri merupakan tonggak penting dalam eksplorasi luar angkasa modern. Selain Wiseman dan Hansen, kru juga terdiri dari Victor Glover dan Christina Koch.
Saat ini, keempat astronaut tersebut tengah dalam perjalanan kembali ke Bumi setelah mencatat rekor sebagai manusia yang mencapai jarak terjauh dari planet ini dalam sejarah misi berawak.
NASA menilai pengamatan langsung terhadap tumbukan meteoroid ini memberikan data berharga untuk memahami dinamika tabrakan kosmik di lingkungan tanpa atmosfer, sekaligus membantu meningkatkan keselamatan misi luar angkasa di masa depan.