PSG vs Liverpool: Luis Enrique Siapkan Taktik Baru Tapi Minta Les Parisiens tak Remehkan The Reds

PSG hadapi Liverpool di perempat final Liga Champions 2026. Luis Enrique siapkan strategi baru dan minta anak-anak asuhnya tak remehkan The Reds.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 08 April 2026, 22:42 WIB
Pelatih asal Spanyol, Luis Enrique,dikabarkan sudah ingin tinggalkan PSG gara-gara rumor dan tekanan kepada Kylian Mbappe. Dia mulai merasa tak nyaman melatih di klub asal Paris itu (AFP)

Liputan6.com, Jakarta - PSG bersiap menghadapi ujian berat saat menjamu Liverpool pada leg pertama babak perempat final Liga Champions 2025/2026. Duel panas ini akan digelar di Parc des Princes, Kamis (09/04/2026) dini hari WIB.

Pertemuan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan ulangan duel sengit musim lalu yang masih menyisakan cerita panas di babak 16 besar. Kedua tim punya memori kuat setelah bentrok dramatis hingga babak adu penalti.

PSG memang keluar sebagai pemenang kala itu, tetapi perjalanan mereka tak mudah menghadapi perlawanan keras Liverpool. Situasi ini membuat laga kali ini diprediksi kembali berjalan ketat dan penuh tensi tinggi.

Pelatih PSG, Luis Enrique, pun tampak tidak ingin timnya lengah menghadapi kekuatan The Reds. Ia menegaskan pentingnya pendekatan baru agar timnya tidak terjebak dalam skenario lawan.


Enrique Rancang Pendekatan Baru Hadapi Liverpool

Pertandingan atau leg pertama kedua tim tersebut akan berlangsung di Parc des Princes, Prancis, pada Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Tampak dalam foto, para pemain Paris Saint-Germain menghadiri sesi latihan di Campus Paris Saint-Germain, Poissy, pinggiran barat Paris pada Selasa 7 April 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Luis Enrique menyadari bahwa menghadapi Liverpool membutuhkan strategi yang berbeda dibanding musim lalu. Ia tidak ingin timnya mengulangi kesalahan yang sama dalam laga krusial seperti ini.

Pelatih asal Spanyol itu menilai setiap musim membawa tantangan yang berbeda. Karena itu, pendekatan taktik juga harus berkembang agar mampu mengimbangi kualitas lawan.

PSG sendiri memiliki pengalaman pahit dan manis saat bertemu Liverpool musim lalu. Kekalahan di kandang sendiri sempat menjadi pukulan sebelum akhirnya mereka bangkit di Anfield dan menang lewat adu penalti.

"Tugas seorang manajer adalah menemukan cara untuk mendapatkan hasil yang baik. Setiap tahun berbeda dari tahun sebelumnya, dan kita tidak bisa beroperasi dengan cara yang sama seperti tahun lalu," ujar Enrique, dikutip dari Goal.


Tak Mau Terjebak Status Favorit

Patut dicatat, belakangan ini, PSG juga tampil dominan kala menghadapi tim-tim asal Premier League. Tampak dalam foto, penyerang Paris Saint-Germain, Bradley Barcola (tengah) mengoper bola saat sesi latihan di Campus Paris Saint-Germain, Poissy, pinggiran barat Paris pada Selasa 7 April 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

Meski bermain di kandang sendiri dan punya status juara bertahan, Enrique enggan menyebut PSG sebagai tim yang lebih diunggulkan. Ia menilai label favorit tidak memiliki arti besar dalam pertandingan selevel ini.

Menurutnya, laga antara dua tim besar seperti PSG dan Liverpool selalu sulit diprediksi. Kualitas kedua tim membuat peluang kemenangan sama terbukanya.

Pengalaman musim lalu juga menjadi pelajaran berharga bagi PSG. Saat itu, Liverpool justru lebih difavoritkan, tetapi hasil akhir berkata lain.

Lanjut Baca:

"Tidak masalah siapa favoritnya, atau siapa yang Anda nilai sebagai favorit. Dalam pertandingan seperti ini, melawan tim seperti ini, mustahil untuk memilih favorit. Saya rasa tim saya bukanlah favorit utama. Jika Anda ingat tahun lalu, semua orang mengatakan Liverpool adalah favorit utama, namun PSG yang lolos. Sejauh yang saya ketahui, tidak ada favorit utama," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya