Saham BBCA Hari Ini 8 April 2026 Naik 4,62%, Sentuh Level Segini

Berikut pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau saham BBCA hari ini, Rabu (8/4/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 April 2026, 13:26 WIB
Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat signifikan pada sesi pertama perdagangan saham, Rabu, (8/4/2026). (Dok: BCA)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melesat signifikan pada sesi pertama perdagangan saham, Rabu, (8/4/2026). Lonjakan harga saham BBCA hari ini terjadi di tengah lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Mengutip data RTI, harga saham BBCA naik 4,62% ke posisi Rp 6.800 per saham. Harga saham BBCA dibuka bertambah 50 poin ke posisi Rp 6.650 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 6.850 dan level terendah Rp 6.625 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 28.427 kali dengan volume perdagangan saham 1.111.163 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 748,7 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham BBCA naik 3,42%.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, kenaikan harga saham BBCA didorong aksi beli oleh investor. Ia menilai, harga saham BBCA dikatakan murah yang mendekati level harga pada 2021 sehingga menarik minat untuk beli. “Pergerakan hari ini sudah menutup area gap yang terjadi pada 27 Maret,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman merekomendasikan, harga saham BBCA spekulasi beli dengan area beli di 6.375-6.475, cutloss di bawah 6.350. "Target dekat di 6.600-6.750,” kata dia.

Sementara itu, pada sesi pertama, IHSG naik 3,39% ke posisi 7.207,15. Indeks saham LQ45 menguat 3,63% menjadi 727,12. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.214,45 dan level terendah 7.118,58. Sebanyak 566 saham menguat sehingga angkat IHSG. 114 saham diam di tempat dan 134 saham melemah. Total frekuensi perdagangan saham 1.437.591 kali dengan volume perdagangan saham 26,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.947.

Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham basic bertambah 7,18%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi naik 2,05%, sektor saham industri melesat 4,63%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 1,67%.

Lalu sektor saham consumer siklikal melesat 3,78%, sektor saham kesehatan menanjak 1,01%, sektor saham keuangan mendaki 2,43%, sektor saham properti bertambah 2,73%, sektor saham teknologi melesat 2,14%, sektor saham infrastruktur bertambah 3,45% dan sektor saham transportasi meroket 3,24%.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kompak, Direksi dan Komisaris BCA Borong Saham BBCA

ATM BCA (Dok: Istimewa)

Sebelumnya, sejumlah jajaran direksi hingga komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kompak melakukan aksi pembelian saham perseroan pada 25 Maret 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/3/2026) langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang, sekaligus mencerminkan keyakinan internal terhadap prospek kinerja bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.

Diurutan pertama yang melakukan pembelian yakni, Presiden Direktur BCA, Gregory Hendra Lembong, tercatat melakukan pembelian sebanyak 1.135.639 saham dengan harga Rp 6.982 per saham.

Dengan transaksi ini, kepemilikannya meningkat dari 1.531.282 saham menjadi 2.666.921 saham, dengan porsi hak suara naik dari 0,001% menjadi 0,002%.

Kedua, aksi serupa juga dilakukan Komisaris BCA, Tonny Kusnadi, yang membeli 317.892 saham di harga yang sama. Setelah transaksi, kepemilikan sahamnya bertambah dari 7.502.058 saham menjadi 7.819.950 saham, sementara hak suara tetap berada di level 0,006%.

Selanjutnya, di urutan ketiga, Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih, mengakumulasi 626.237 saham. Kepemilikannya meningkat dari 1.094.492 saham menjadi 1.720.729 saham, dengan hak suara tetap di kisaran 0,001%.

Dari jajaran direksi lainnya, Vera Eve Lim membeli 549.859 saham, sehingga total kepemilikannya naik dari 2.731.601 saham menjadi 3.281.460 saham. Porsi hak suara pun meningkat dari 0,002% menjadi 0,003%.

 

Direksi BCA Lainnya

Gedung BCA (Dok: BCA)

Direktur BCA lainnya, Santoso, turut menambah kepemilikan sebanyak 495.034 saham. Dengan demikian, total saham yang dimilikinya bertambah dari 3.269.028 saham menjadi 3.764.062 saham, dengan hak suara tetap di level 0,003%.

Adapun Direktur BCA, Subur Tan atau Tan Ho Hien, memborong 618.958 saham. Kepemilikannya meningkat dari 11.169.044 saham menjadi 11.788.002 saham, dengan hak suara naik dari 0,009% menjadi 0,01%.

Seluruh transaksi dilakukan pada harga yang sama, yakni Rp6.982 per saham, dan memiliki tujuan yang seragam yaitu untuk investasi jangka panjang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya