Alvaro Arbeloa Tantang Skuad Real Madrid untuk Comeback di Jerman

Alvaro Arbeloa tegaskan Real Madrid masih punya peluang lolos ke semifinal UCL meski kalah 1-2 dari Bayern. Ia menuntut keyakinan penuh dari seluruh pemain.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 08 April 2026, 11:00 WIB
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa memberikan instruksi kepada pemainnya dalam laga lanjutan Liga Spanyol melawan Osasuna di El Sadar Stadium, Pamplona, Spanyol, Sabtu (21/02/2026) waktu setempat. (AP Photo/Miguel Oses)

Liputan6.com, Jakarta - Langkah Real Madrid di kompetisi Liga Champions saat ini tengah terancam. Los Blancos baru saja menelan kekalahan dari raksasa Jerman, Bayern Munchen. Pasukan yang dipimpin oleh Alvaro Arbeloa ini harus mengakui keunggulan lawan setelah takluk dengan skor tipis 1-2 di markas sendiri.

Hasil negatif ini menjadi beban yang cukup signifikan menjelang laga penentuan pada pekan mendatang. Hal ini dikarenakan Bayern Munchen akan berganti peran menjadi tuan rumah pada pertandingan leg kedua nanti.

Alvaro Arbeloa segera melakukan tinjauan mendalam setelah hasil mengecewakan di Santiago Bernabeu. Sang pelatih memaparkan penyebab anak asuhnya gagal tampil mendominasi selama empat puluh lima menit pertama pertandingan tersebut.

Penampilan tim ibu kota Spanyol ini sebenarnya menunjukkan grafik meningkat setelah jeda antarbabak. Mereka mulai memberikan tekanan yang merepotkan lini pertahanan tim tamu. Namun sayangnya, beberapa kesempatan bersih yang didapatkan gagal dimaksimalkan menjadi gol penyeimbang bagi tuan rumah.


Evaluasi dan Peluang Lolos Semifinal UCL

Pemain Real Madrid Aurelien Tchouameni (atas) dan pemain Bayern Munchen Serge Gnabry berebut bola pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara Real Madrid vs Bayern Munchen di Madrid, Spanyol, Selasa, 7 April 2026. (AP Photo/Bernat Armangue)

Kendala utama yang dihadapi Real Madrid sepanjang babak pertama adalah kontrol bola yang lemah. Mereka tampak memberikan keleluasaan bagi para pemain tengah Bayern untuk mengatur ritme permainan di lapangan.

Arbeloa memahami betul bahwa mendominasi penguasaan bola merupakan aspek krusial saat bersua tim sekelas Bayern. Tanpa kontrol tersebut, skuadnya akan terus berada di bawah tekanan lawan. Meski demikian, ia mencatat adanya perubahan performa yang jauh lebih baik pada babak kedua.

"Mungkin ketidakmampuan mempertahankan bola ini telah memberi mereka terlalu banyak kendali permainan di atas lapangan," ujar Alvaro Arbeloa.

"Kami belum mati dan berjarak satu gol dari kedudukan imbang, kami sungguh mampu menang di mana pun," tambahnya menegaskan.


Optimisme Tinggi Menuju Munchen

Gelandang Inggris Real Madrid #05, Jude Bellingham (2R), dan penyerang Prancis Real Madrid #10, Kylian Mbappe, bereaksi setelah melewatkan peluang mencetak gol selama pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions UEFA antara Real Madrid dan Bayern Munchen di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 8 April 2026. (Thomas COEX/AFP)

Ketertinggalan satu gol tidak lantas meruntuhkan mentalitas para pemain Real Madrid. Sebaliknya, situasi ini justru memicu motivasi yang lebih besar untuk membalikkan kedudukan pada pertemuan kedua. Sejumlah peluang yang sempat tercipta menjadi bukti nyata bahwa lini belakang Bayern masih bisa ditembus.

Segala persiapan intensif akan segera dijalankan guna menyambut partai hidup-mati tersebut. Karakter kuat para pemain dipercaya akan menjadi modal utama bagi tim tamu untuk meraih hasil maksimal.

"Siapa pun yang tidak percaya bahwa kami bisa lolos, sebaiknya tetap tinggal saja di Madrid," tegas sang pelatih.

"Para pemain memiliki kepribadian kuat dan berkata di ruang ganti bahwa kami akan menang di sana," pungkas Arbeloa.

Laga krusial leg kedua dijadwalkan akan dihelat pekan depan di Jerman. Real Madrid kini fokus memulihkan kondisi fisik agar mampu mengejar defisit gol yang ada. Kedua kesebelasan dipastikan akan tampil habis-habisan demi memperebutkan satu tiket menuju babak semifinal UCL.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya