Emiten ADMF Bakal Tebar Dividen 2025 Rp 630 per Saham, Cek Jadwal Pembagiannya

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membagikan dividen 2025 sesuai hasil RUPST pada Senin, (6/4/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 08 April 2026, 06:40 WIB
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 772,37 miliar. (Foto: istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) akan membagikan dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 772,37 miliar. Pembagian dividen 2025 itu sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 6 April 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (8/4/2026), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk membagikan dividen 2025 sebesar Rp 630 per saham. Pembagian dividen 2025 tersebut mempertimbangkan data keuangan per 31 Desember 2025 antara lain:

  • Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,54 triliun.
  • Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 11,91 triliun.
  • Total ekuitas sebesar Rp 15,03 triliun.

Jadwal Pembagian Dividen 

Berikut jadwal pembagian dividen perseroan tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif pada 6 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 14 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 15 April 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 16 April 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 17 April 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 16 April 2026 waktul 16:00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 30 April 2026

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 7 April 2026, harga saham ADMF melemah 0,59% menjadi Rp 8.450 per saham. Harga saham ADMF dibuka stagnan di posisi Rp 8.500 per saham. Harga saham ADMF berada di level tertinggi Rp 8.500 dan terendah Rp 8.425 per saham. Total frekuensi perdagangan 87 kali dengan volume perdagangan 288 saham. Nilai transaksi Rp 243,6 juta.

 

 Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 7 April 2026, harga saham ADMF melemah 0,59% menjadi Rp 8.450 per saham. Harga saham ADMF dibuka stagnan di posisi Rp 8.500 per saham. Harga saham ADMF berada di level tertinggi Rp 8.500 dan terendah Rp 8.425 per saham. Total frekuensi perdagangan 87 kali dengan volume perdagangan 288 saham. Nilai transaksi Rp 243,6 juta. 

Kinerja 2025

Adira Finance dan OVO jalin kemitraan. (ist)

Sebelumnya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatat kinerja keuangan beragam pada 2025. Perseroan mencatat kenaikan pendapatan tetapi laba turun sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/2/2026), PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk kantongi pendapatan Rp 12,12 triliun pada 2025. Pendapatan naik 2,89% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,78 triliun.

Beban perseroan naik 6,7% menjadi Rp 10,14 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,50 triliun.

Perseroan mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 1,54 triliun pada 2025, turun 14,6% dari periode 2024 sebesar Rp 1,81 triliun. Seiring kinerja keuangan itu, perseroan mencatat laba per saham dasar turun 18,5% menjadi Rp 1.253 per saham dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1.538.

Ekuitas perseroan naik 3,3% menjadi Rp 15,03 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 14,54 triliun. Liabilitas turun menjadi Rp 23,49 triliun dari 2024 sebesar Rp 23,82 triliun. Aset perseroan bertambah 0,40% menjadi Rp 38,52 triliun pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 38,37 triliun.

 

Tawarkan Obligasi

Booth Adira Finance di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025.

Sebelumnya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) akan menghimpun dana segar melalui penerbitan obligasi dan sukuk.Seiring hal itu, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp 2 triliun dan sukuk mudharabah berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp 500 miliar.

Adapun penawaran obligasi itu bagian dari penawaran umum berkelanjutan obligasi VII Adira Finance dengan target dana Rp 8 triliun sedangkan penawaran sukuk bagian dari penawaran umum berkelanjutan sukuh mudharabah berkelanjutan VI Adira Finance senilai Rp 2 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (23/2/2026), perseroan menawarkan obligasi yang terdiri dari tiga seri antara lain:

Seri A: Obligasi seri A yang ditawarkan sebesar Rp 1,1 triliun dengan bunga obligasi 4,8% per tahun. Jangka waktu obligasi adalah 370 hari kalender terhitung sejak tanggal emisi. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo.

Seri B: Obligasi seri B yang ditawarkan sebesar Rp 860 miliar dengan bunga obligasi 5,75% per tahun. Jangka waktu obligasi adalah 36 bulan terhitung sejak tanggal emisi. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo.

Seri C: Obligasi seri C yang ditawarkan sebesar Rp 40 miliar dengan bunga obligasi sebesar 5,96% per tahun. Jangka waktu obligasi adalah 60 bulan terhitung sejak tanggal emisi. Pembayaran obligasi dilakukan secara penuh pada saat tanggal jatuh tempo.

Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari Jumlah Pokok Obligasi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan (3 bulan), sesuai dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi.

Pembayaran Bunga Obligasi pertama masing-masing seri akan dilakukan pada 26 Mei 2026 sedangkan pembayaran Bunga Obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi adalah pada 6 Maret 2027 untuk Seri A, 26 Februari 2029 untuk Seri B, dan 26 Februari 2031 untuk Seri C yang juga merupakan tanggal pelunasan dari masing-masing Seri pokok obligasi.

 

Tawarkan Sukuk

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) resmi meluncurkan aplikasi pelayanan konsumen berbasis internet. (Arief/Liputan6.com)

 

Selain itu, perseroan juga menawarkan sukuk mudharabah yang terdiri dari dua seri yakni Sukuk Mudharabah seri A dan Sukuk Mudharabah seri B yang diterbitkan tanpa warkat.

Seri A: jumlah dana sukuk mudharabah seri A yang ditawarkan sebesar Rp 400 miliar.

Seri B: jumlah dana sukuk mudharabah seri B yang ditawarkan sebesar Rp 100 miliar.

Sukuk Mudharabah ini ditawarkan dengan nilai 100%  dari jumlah Dana Sukuk Mudharabah. Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah dibayarkan setiap tiga bulan sesuai dengan Tanggal Pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah.

Tanggal Pembayaran Pendapatan bagi Hasil Sukuk Mudharabah pertama akan dilakukan pada 26 Mei 2026, sedangkan Tanggal Pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah terakhir akan dilakukan pada 6 Maret 2027 untuk Sukuk Mudharabah Seri A dan tanggal 26 Februari 2029 untuk Sukuk Mudharabah Seri B yang juga merupakan Tanggal Pembayaran Kembali Dana Sukuk dari masing-masing Seri Sukuk Mudharabah. Perseroan tidak berencana untuk melakukan pemotongan zakat atas bagi hasil yang diterima oleh Pemegang Sukuk Mudharabah.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya