Liputan6.com, Jakarta - TNI telah memberikan santunan bagi tiga prajurit yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) gugur dalam serangan di Lebanon pada 29 dan 30 Maret 2026.
Terkait Langkah tersebut, Politikus PAN Lukmanul Hakim memuji langkah cepat TNI tersebut.
Advertisement
"Apa yang dilakukan pemerintah di dalam negeri sangat pas. Sebagai pribadi saya terharu mendengar berbagai pengharagaan dan santunan yang diberikan," kata dia dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Meski demikian, pria yang duduk sebagai anggota DPRD DKI Jakarta itu mengingatkan, sebagai bangsa berdaulat, Indonesia harus menunjukkan sikap yang jelas dan tegas terhadap Israel.
"Itu (serangan ke prajurit TNI) sudah pelangaran berat," jelas Lukmanul.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia menuntut jaminan keamanan dan keselamatan bagi seluruh prajurit penjaga perdamaian ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menyusul peristiwa serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon.
"Harus ada satu garansi keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian. They are peace keeping, not peace making," tutur Menteri Luar Negeri Sugiono di Tangerang, Sabtu (4/4/2026), seperti dilansir dari Antara.
Dia menekankan bahwa ada perbedaan mendasar antara misi penjaga perdamaian atau peacekeeping dan misi pencipta perdamaian alias peacemaking. Menurutnya, serangan terhadap pasukan PBB adalah pelanggaran serius karena mereka bukan merupakan pihak yang terlibat dalam pertempuran.
Secara teknis dan mandat, para prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk melakukan upaya membuat perdamaian. Seluruh perlengkapan dan pelatihan yang diberikan kepada mereka difokuskan pada upaya menjaga situasi damai yang sudah ada.
"Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making, ini perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian," jelas dia.
Pemerintah Indonesia menilai situasi di Lebanon saat ini tidak seharusnya membahayakan keselamatan personel PBB. Sebab itu, jaminan keamanan fisik bagi prajurit menjadi tuntutan yang tidak bisa ditawar.
Panglima TNI Beri Santunan ke 3 Prajurit Gugur di Lebanon
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan langsung santunan hak-hak prajurit TNI yang gugur di Lebanon. Tiga prajurit TNI yang menjadi gugur yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan dan Praka Farizal Rhomadhon
Rincian santunan yang diberikan untuk para prajurit yang gugur yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar sebesar Rp 1.894.688.236, Sertu Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp 1.846.309.049, dan Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp 1.854.075.205.
Jenderal Agus menuturkan, santunan diberikan terdiri dari nilai tunai tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk 2 anak, santunan kematian dari PBB, dana watzah, TWP AD, personal accident, santunan gugur dari perbankan.
"Selain santunan tunai, ketiga prajurit gugur juga mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB OMSPA)," kata Agus seperti dikutip Rabu (1/4/2026).
Pada prajurit yang gugur juga diberikan penghargaan Medal “Dag Hammarskjold”, gaji terusan selama 12 bulan (gaji pokok + ULP + tunjab), serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan.